Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Jati Diri dan Ragam Wajah Betawi di Ambang Usia 500 Tahun Ibu Kota

📅 Rabu, 24 Jun 2026, 17:32 WIB | Oleh:
Jati Diri dan Ragam Wajah Betawi di Ambang Usia 500 Tahun Ibu Kota Doc: ANTARA/Bayu Pratama S
Ket. Abang None Jakarta Selatan membawakan tari Topeng Betawi saat Hari Bebas Kendaraan Bermotor (HBKB) atau Car Free Day (CFD) di kawasan Bundaran HI, Jakarta.

JAKARTA - Tak terasa Jakarta telah memasuki usia ke-499 tahun. Hanya tinggal satu tahun lagi menuju tonggak bersejarah lima abad kota yang diperingati setiap 22 Juni itu.

Di balik gemerlap ibu kota, terdapat masyarakat Betawi yang dikenal sebagai penduduk asli Jakarta. Namun, tidak banyak yang menyadari bahwa budaya Betawi sebenarnya tidak bersifat tunggal.

Betawi merupakan hasil percampuran berbagai etnis dan budaya yang berlangsung selama ratusan tahun, mulai dari Melayu, Sunda, Jawa, Arab, Tionghoa, hingga Eropa.

Proses asimilasi tersebut melahirkan beragam karakter budaya yang berkembang sesuai dengan kondisi geografis dan sejarah wilayahnya.

Masing-masing memiliki ciri khas, baik dari segi bahasa, kesenian, tradisi, maupun pola kehidupan masyarakatnya.

Ketua Umum Dewan Adat Bamus Betawi M Rifqi atau akrab disapa Eki Pitung menjelaskan bahwa masyarakat Betawi secara umum dikenal dalam tiga kelompok, yakni Betawi tengah, pinggir, dan pesisir.

Menurut Eki Pitung, identitas kaum Betawi mulai dipopulerkan secara intelektual pada masa menjelang Sumpah Pemuda 1928 oleh tokoh Betawi Muhammad Husni Thamrin.

Namun akar sejarah masyarakat Betawi sesungguhnya jauh lebih panjang, bahkan dapat ditelusuri hingga masa Sunda Kelapa pada abad ke-16.

Ketika Fatahillah merebut Sunda Kelapa dari Portugis pada 1527, wilayah tersebut menjadi tempat pertemuan berbagai kelompok masyarakat dari Aceh, Banten, Cirebon hingga para pedagang dari berbagai daerah dan bangsa.

Proses pertemuan itu melahirkan akulturasi budaya yang kemudian membentuk identitas Betawi. Pengaruh Islam dan budaya Melayu menjadi salah satu unsur yang paling kuat dalam perkembangan masyarakat Betawi.

Selanjutnya, ketika VOC menguasai wilayah tersebut dan mengubah namanya menjadi Batavia, pengaruh Eropa ikut memperkaya budaya masyarakat setempat.

Dari pengaruh Eropa, lahir kebudayaan Betawi yang dikenal saat ini sebagai hasil percampuran berbagai unsur budaya selama ratusan tahun.

Meski demikian, pembagian Betawi menjadi tengah, pinggir, dan pesisir sebenarnya tidak muncul sejak awal.

Bergeser ke pinggiran

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
jakartafair2026

Nasional
BPOM dan Kemenpar Dorong Pa...

Ariana Grande Beri Hibah Bantuan Anak-Anak Gaza

38 menit yang lalu | Ilham Sudrajat

Rona
Ariana Grande Beri Hibah Ba...
Luar Negeri
Tiongkok Merebut Gelar Supe...
Rona
Bernadya Rilis Album Kedua ...
Pemkot Bandung Tertibkan 63 Bangunan Liar di Kawasan Dipati Ukur

Pemkot Bandung Tertibkan 63 Bangunan Liar di Kawasan Dipati Ukur

24 Jun 2026
Pilihan Pembaca
# 6
Crysencio Summerville
📅 Rabu, 24-Jun-2026
# 6
Crysencio Summerville
📅 Rabu, 24-Jun-2026
Crysencio Summerville
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.