Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Gunung Anak Krakatau Siaga, Aktivitas Vulkanik Meningkat, Warga Pesisir Selat Sunda Waspada!

2 Rabu, 24 Jun 2026, 19:24 WIB | Oleh:
Gunung Anak Krakatau Siaga, Aktivitas Vulkanik Meningkat, Warga Pesisir Selat Sunda Waspada! Gunung Anak Krakatau Siaga, Aktivitas Vulkanik Meningkat, Warga Pesisir Selat Sunda Waspada! Doc: ANTARA/HO/PVMBG
Ket. Aktivitas vulkanik Gunung Anak Krakatau di perairan Selat Sunda, Kabupaten Lampung Selatan, Provinsi Lampung.

LAMPUNG SELATAN - Aktivitas vulkanik Gunung Anak Krakatau di perairan Selat Sunda, Kabupaten Lampung Selatan, Provinsi Lampung mengalami peningkatan dalam beberapa waktu terakhir sehingga masyarakat di sekitar wilayah pesisir diminta meningkatkan kewaspadaan.

Kepala Pos Pengamatan Gunung Anak Krakatau di Hargopancuran, Kecamatan Rajabasa Suwarno, Rabu (24/6), mengatakan peningkatan aktivitas tersebut terpantau dari hasil pengamatan visual maupun kegempaan yang terekam melalui peralatan pemantauan gunung api.

“Saat ini Gunung Anak Krakatau masih menunjukkan aktivitas vulkanik yang cukup tinggi sehingga masyarakat diimbau tetap waspada dan tidak mendekati kawasan yang telah ditetapkan sebagai zona bahaya,” katanya.

Ia menjelaskan pemantauan dilakukan secara intensif selama 24 jam untuk mendeteksi perkembangan aktivitas gunung api tersebut. Data hasil pengamatan menjadi dasar dalam menentukan langkah mitigasi guna mengurangi risiko bencana.

Menurutnya, hasil pemantauan menunjukkan aktivitas kegempaan dan embusan masih terekam oleh alat pemantau. Kondisi tersebut menjadi indikator bahwa aktivitas vulkanik Gunung Anak Krakatau masih berlangsung.

Oleh karena itu, masyarakat, wisatawan, maupun nelayan diimbau tidak beraktivitas dalam radius yang telah direkomendasikan oleh otoritas vulkanologi guna menghindari risiko yang dapat ditimbulkan akibat erupsi maupun lontaran material vulkanik.

“Gunung Anak Krakatau masih dalam status Level II, atau Waspada, nelayan dan wisatawan diminta untuk tidak mendekati dalam radius dua kilometer dari kawah Gunung Anak Krakatau,” ucapnya.

Selain itu, nelayan yang beraktivitas di sekitar perairan Selat Sunda juga diminta untuk terus memantau perkembangan informasi resmi terkait aktivitas Gunung Anak Krakatau dan kondisi cuaca sebelum melaut.

Dia juga menegaskan bahwa masyarakat diharapkan tidak mudah terpengaruh informasi yang belum terverifikasi dan hanya mengacu pada informasi resmi yang disampaikan oleh lembaga berwenang.

Dengan pemantauan yang dilakukan secara berkelanjutan, diharapkan potensi risiko akibat aktivitas Gunung Anak Krakatau dapat diantisipasi sejak dini sehingga keselamatan masyarakat tetap terjaga. Ant

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Kapasitas Produksi Menganggur, Industri Didesak Bangkit
    Berita yang sangat melegakan bagi kita yang bergerak ...
  • Jakarta Timur Bersiap Jadi Magnet Investasi Baru, Kawasan 370 Hektare Ini Dilirik
    Tidak akan sukses. Catat ini. Ormas sm warlok ...
  • Industri Makanan dan Minuman Tumbuh 7,04 Persen, KRISTA InterFOOD 2026 Perluas Peluang Bisnis
    Pencapaian kinerja industri mamin yang impresif ini tentu ...
  • Ekspor Tembus 4,85 Miliar Dolar AS, UGM Dorong Teknologi Hijau Industri Kulit
    Ekspor kulit tembus 4,85 miliar dolar AS, UGM ...
  • GrabMart Catat Lonjakan Pesanan Dini Hari, Strategi Pemasaran Brand Perlu Berubah
    Banyak sekarang pekerja kantoran sampe rumah malam, lalu ...
Advertisement
Warga Asli Minang Itu Menjadi Orang Nomor Satu di Kota Mississauda, Kanada   

Warga Asli Minang Itu Menjadi Orang Nomor Satu di Kota Mississauda, Kanada  

02 Nov 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.