Gubernur Pramono: Kunci Utama Membangun Jakarta Adalah Mendengar Keinginan Warga
📅 Rabu, 24 Jun 2026, 18:35 WIB | Oleh: Paundra ZakirullohJAKARTA - Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta meraih Anugerah Daerah Terbaik dalam Membangun Tata Kelola yang Mendengar pada ajang Cita Loka Festival 2026 di Hotel Aryaduta Menteng, Jakarta Pusat, Rabu (24/6). Penghargaan tersebut menjadi bentuk pengakuan atas komitmen Pemprov DKI Jakarta dalam menjadikan aspirasi masyarakat sebagai dasar pengambilan kebijakan.
Keberhasilan tersebut ditopang oleh implementasi Sistem Cepat Respons Masyarakat (CRM) yang mampu menuntaskan 299.410 dari total 305.658 laporan warga sepanjang Januari 2025 hingga Mei 2026. Angka tersebut setara dengan tingkat penyelesaian mencapai 98 persen.
Sebanyak 71.112 warga telah menyampaikan laporan melalui berbagai kanal pengaduan yang disediakan pemerintah daerah. Aduan tersebut mencakup berbagai persoalan, mulai dari layanan publik, fasilitas kota, ketertiban umum, hingga kondisi lingkungan.
Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, mengatakan pembangunan Jakarta tidak hanya berfokus pada pembangunan infrastruktur fisik. Menurutnya, kemampuan pemerintah untuk mendengar dan merespons kebutuhan masyarakat menjadi faktor utama dalam membangun kota yang lebih baik.
“Bagi saya, Jakarta ini kalau mau baik, maju, nyaman, aman, maka yang paling utama adalah bagaimana selain membangun infrastrukturnya adalah mendengar apa yang menjadi keinginan warganya. Jadi, membangun itu bukan kemudian semata-mata membangun fisiknya,” ujar Pramono.
Sebaiknya Anda baca juga:
Untuk mendukung hal tersebut, Pemprov DKI Jakarta menerapkan konsep collaborative city making. Pendekatan ini melibatkan masyarakat, komunitas, akademisi, pelaku usaha, dan pemerintah sebagai mitra dalam proses pembangunan kota.
Melalui konsep tersebut, kebijakan yang dihasilkan diharapkan tidak hanya berasal dari perspektif pemerintah, tetapi juga mampu menjawab kebutuhan nyata yang dirasakan masyarakat. Dengan demikian, pembangunan dapat berjalan lebih inklusif dan partisipatif.
Pramono menilai keterbukaan terhadap kritik dan masukan menjadi hal yang sangat penting, terutama karena perkembangan Jakarta berlangsung sangat cepat. Ia mengaku rutin memantau berbagai aspirasi masyarakat, termasuk yang disampaikan melalui media sosial.
Sebaiknya Anda baca juga:
Berbagai masukan tersebut kemudian dijadikan bahan evaluasi dan langkah antisipasi terhadap persoalan yang muncul di lapangan. Sejumlah isu yang menjadi perhatian antara lain pencurian fasilitas jembatan penyeberangan orang (JPO), pemotongan kabel, kebakaran, hingga gangguan layanan publik lainnya.
“Saya bersyukur bahwa saya selalu bisa merespons dengan cepat karena mendengar itulah menjadi kata kunci utama untuk membangun Jakarta ini. Jadi, itu yang kami lakukan,” katanya.
Selain memperkuat sistem respons pengaduan masyarakat, Pemprov DKI Jakarta juga melanjutkan berbagai program pembangunan yang belum tuntas dari periode sebelumnya. Di saat yang sama, pemerintah daerah juga terus menghadirkan inovasi baru sebagai bagian dari transformasi Jakarta menuju kota global.
Transformasi tersebut diarahkan untuk mewujudkan Jakarta sebagai kota yang aman, nyaman, inklusif, dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat. Pramono pun mengapresiasi Tribun Network yang menghadirkan Cita Loka Festival sebagai ruang kolaborasi antara pemerintah, masyarakat, dan para pemangku kepentingan.
Menurutnya, sinergi berbagai pihak menjadi kunci agar pembangunan daerah dapat berjalan secara terbuka dan memberikan manfaat yang nyata bagi warga Jakarta.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!