Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Harga Pertamax Turun pada Juli, Demikian Perkiraan Pengamat dari UGM

📅 Selasa, 23 Jun 2026, 16:13 WIB | Oleh:
Harga Pertamax Turun pada Juli, Demikian Perkiraan Pengamat dari UGM Doc: ANTARA/Aprillio Akbar
Ket. Petugas bersiap melayani pengisian BBM jenis pertamax di SPBU Pertamina Jalan Veteran, Semarang, Jawa Tengah, Rabu (10/6).

JAKARTA -- Pengamat ekonomi energi dari Universitas Gadjah Mada (UGM) Fahmy Radhi memperkirakan harga bahan bakar minyak (BBM) nonsubsidi seperti pertamax akan turun pada Juli, merespons turunnya harga minyak dunia.

“Mestinya, awal Juli ini pertamax akan diturunkan harganya,” ujar Fahmy ketika dihubungi dari Jakarta, Selasa.

Fahmy menyampaikan harga minyak dunia sekarang berada pada kisaran level 80 dolar Amerika Serikat (AS) per barel, jauh lebih rendah setelah sempat melampaui level 100 dolar AS per barel pada puncak ketegangan perang antara Amerika Serikat (AS)-Israel dengan Iran.

Saat itu, kata dia lagi, Iran menutup Selat Hormuz yang mengakibatkan kelangkaan minyak dunia. Setelah meredanya ketegangan antara Iran dengan AS, berikut dengan dibukanya Selat Hormuz, Fahmy menyampaikan harga minyak dunia mulai turun karena masalah kelangkaan minyak mulai teratasi.

Meskipun demikian, Fahmy menilai perundingan antara Iran dengan AS masih bersifat dinamis, sebab hasil dari perundingan tersebut belum menjamin adanya perdamaian.

“Jadi, masih fluktuasi entah sampai kapan. Tetapi, khusus untuk Indonesia, kalau harga pertamax di atas harga pasar ketika dievaluasi, maka pemerintah harus menurunkannya,” ujar Fahmy lagi.

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa berpendapat harga bahan bakar minyak (BBM) jenis pertamax berpotensi menurun seiring dengan pergerakan harga minyak dunia.

Purbaya menjelaskan perekonomian global mendapat harapan dari terbukanya peluang perdamaian antara AS dan Iran.

Bila perdamaian itu terwujud, kata Purbaya, stabilitas nilai tukar rupiah diharapkan dapat membaik, biaya dana atau cost of fund makin kompetitif, dan investasi terus menguat.

Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menyampaikan pemerintah tetap mengamankan alternatif sumber energi di tengah berlangsungnya perundingan antara AS dan Iran.

Meskipun perundingan tersebut memberi sinyal positif untuk bisa meredakan tensi di Timur Tengah dan membuka kestabilan harga minyak dunia, Juru Bicara Kementerian ESDM Dwi Anggia menilai hubungan Iran dan AS masih dinamis.

Menurut dia, Indonesia tetap harus mengantisipasi berbagai kemungkinan.

“Optimistis harus, namun langkah antisipatif juga harus dilakukan,” ujar Anggia.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Industri Bioetanol Indonesia Mau Digenjot, Mentan Bidik Investasi BUMN dan Swasta
    Potensi penghematan devisa negara hingga mencapai Rp500 triliun ...
  • Pertamina dan Jababeka Berkolaborasi Menuju Kawasan Hijau dan Nol Emisi
    Melihat tren positif pemasangan infrastruktur panel surya yang ...
  • Kemenperin Pacu Industri Halal Tembus Pasar Global Lewat Halal Indo 2026
    Langkah mendorong penyerapan 60 persen vendor lokal di ...
  • Bukan Sekadar Ekspor, Industri Pangan Indonesia Kejar Posisi di Rantai Nilai Global
    Ulasan yang sangat komprehensif mengenai posisi manufaktur Indonesia ...
  • Industri Besar di Kaltim Didorong Wajib Serap 60 Persen Vendor dan UMKM Lokal.
    Langkah Komisi VII DPR RI dalam mendorong regulasi ...
Advertisement
Art Jakarta Detail Sidebar
Megapolitan
BMKG Bawa Kabar Baik untuk ...
Megapolitan
18 Rumah Terbakar di Kebayo...
Advertisement
Kemdiktisaintek Mulai Hitung Biaya Pendidikan Gratis hingga PTN

Kemdiktisaintek Mulai Hitung Biaya Pendidikan Gratis hingga PTN

23 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.