Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Pemkab Kulon Progo Siapkan Kampung Redam untuk Cegah Konflik Horizontal di Tingkat Desa

📅 Kamis, 21 Mei 2026, 20:45 WIB | Oleh: Tim Penulis
Pemkab Kulon Progo Siapkan Kampung Redam untuk Cegah Konflik Horizontal di Tingkat Desa Doc: Antara
Ket. Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kulon Progo menerima audiensi dari Direktorat Jenderal Hak Asasi Manusia (Ditjen HAM) Kementerian HAM RI wilayah DIY di Ruang Rapat Menoreh, Kamis (21/5).

Kulon Progo - Pemerintah Kabupaten Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta, siap menghadirkan "Kampung Redam" untuk mencegah konflik horizontal karena wilayah ini memiliki modal sosial yang kuat dalam merawat toleransi.

Untuk mewujudkan hal ini,  Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kulon Progo menerima audiensi dari Direktorat Jenderal Hak Asasi Manusia (Ditjen HAM) Kementerian HAM RI wilayah DIY, di Ruang Rapat Menoreh, Kamis (21/5).

Pertemuan ini menjadi langkah awal sosialisasi Kampung Redam (Rekonsiliasi dan Perdamaian), sebuah program preventif yang dirancang untuk menangani potensi konflik horizontal di tingkat desa atau kelurahan.

"Kabupaten Kulon Progo sebenarnya telah memiliki modal sosial yang kuat dalam merawat toleransi. Keberadaan Pos Bantuan Hukum (Posbankum) di beberapa desa serta aktifnya kegiatan Bulan Bhakti Gotong Royong Masyarakat (BBGRM) menjadi bukti nyata kehidupan warga yang minim konflik," kata Kepala Bagian Hukum Setda Kulon Progo Fita Maharani di Kulon Progo, Kamis.

Meski demikian, lanjut dia, pihak pemkab akan tetap melakukan penyaringan yang selektif serta pemetaan yang matang untuk menentukan wilayah yang paling tepat. Namun, ada daerah yang sudah sangat terjaga kerukunannya, tetapi ada juga yang memiliki potensi konflik. 

"Peta kerawanan ini yang akan segera kami koordinasikan dengan perangkat daerah serta kapanewon (kecamatan) terkait, dan ada 5 kalurahan yang sedang kita matangkan untuk menjadi percontohan Kampung Redam ini," kata Fita.

Sementara itu, Direktur Pelayanan HAM Kementerian HAM RI Osbin Samosir menjelaskan Kampung Redam merupakan salah satu program prioritas nasional. Fokus utamanya adalah mencegah sekaligus menyelesaikan perselisihan antarwarga dengan mengedepankan pendekatan musyawarah mufakat serta keadilan restoratif "restorative justice".

"Kami ingin menjadikan kampung atau desa sebagai ruang aman yang menjunjung tinggi nilai-nilai HAM. Ini adalah bukti komitmen bahwa negara hadir untuk rakyat dalam meredam potensi konflik," kata Osbin.

Osbin menekankan agar program ini tidak berhenti sebagai agenda seremonial belaka. Ia berharap esensi kedamaiannya benar-benar meluas dan berkelanjutan. 

"Untuk itu, diperlukan kolaborasi solid lintas instansi, mulai dari TNI, Polri, Dinas Sosial, Dinas Pendidikan, hingga Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol)," katanya.

Merespons inisiatif tersebut, Wakil Bupati Kulon Progo Ambar Purwoko, memberikan apresiasi yang tinggi. Sebagai langkah konkret di lapangan, ia langsung menginstruksikan Bagian Hukum Sekretariat Daerah (Setda) Kulon Progo untuk segera menindaklanjuti mekanismenya.

"Kami menyambut baik program ini,  Kabupaten Kulon Progo siap mengajukan beberapa kampung untuk menjadi percontohan (pilot project) Kampung Redam ini," kata Ambar.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
  • Mohon Dukungan Doa! Paus Leo XIV Akan Jalani Operasi Paru-paru di Roma
    Turut mendoakan, semoga operasinya berjalan baik dan lancar ...
  • Peringkat FIFA Melesat, Timnas Indonesia Dipastikan Lolos Langsung ke Putaran Kedua Kualifikasi Piala Dunia 2030
    Masa depan timnas kita sepertinya makin cerah, sangat ...
  • Kolaborasi Industri dan Akademisi Diperkuat, Seequent Dorong Kapasitas Geosains Indonesia
    How can collaboration between industry and academic institutions ...
  • Mengapa Tak Banyak Mahasiswa Asing yang Mau Kuliah di Indonesia?
    What factors might discourage international students from pursuing ...
Advertisement
jjroyal-luwak
Nasional
Menbud: Kebun Raya Bogor Ja...
Daerah
Polres Aceh Barat Tangkap P...
Megapolitan
Wali Kota Bogor Dorong Sisw...

Wali Kota Bogor Raih Metropolitan Award 2026

35 menit yang lalu | Ilham Sudrajat

Megapolitan
Wali Kota Bogor Raih Metrop...
Daerah
PT KAI Daop 7 Madiun Perbai...
Nasional
Kasus Korupsi BNPB, Yusril ...
Advertisement
Dampak Karhutla, Gangguan Penerbangan Meluas hingga Sulawesi dan Sumatera Bagian Utara

Dampak Karhutla, Gangguan Penerbangan Meluas hingga Sulawesi dan Sumatera Bagian Utara

18 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.