Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Tertinggal Target Emisi, RI Terancam Kehilangan Peluang Investasi Hijau Global

📅 Senin, 15 Jun 2026, 01:20 WIB | Oleh: Tim Redaksi

Tuntutan Global

Lebih lanjut, dia mengatakan bahwa kombinasi dukungan kebi­jakan, peningkatan kuota PLTS atap, percepatan permintaan dari sektor industri, serta tuntutan pasar global terhadap praktik bisnis berkelanjutan menjadi faktor utama yang mendo­rong adopsi energi surya semakin ce­pat dalam beberapa tahun ke depan.

AESI menilai tuntutan menge­depankan keberlanjutan tata kelola lingkungan dan sosial atau Envi­ronmental, Social and Governance (ESG), transparansi jejak karbon dalam rantai pasok global, serta implemen­tasi penuh Carbon Border Adjustment Mechanism (CBAM) di Uni Eropa sejak awal 2026 semakin mem­pertegas bahwa energi bersih bukan lagi sekadar pilihan, melainkan kebutuhan strate­gis bagi industri yang ingin memper­tahankan akses pasar internasional.

Oleh karena itu, pihaknya men­dorong penyempurnaan regulasi, memperkuat standar kualitas dan bankability proyek, serta menjadi jembatan antara industri, regulator, BUMN terkait dan pelaku usaha surya guna mempercepat transfor­masi energi nasional.

Sementara itu pelaku industri, Kunadi Setiadi, menilai saat ini me­rupakan momentum yang tepat bagi industri untuk mempercepat tran­sisi menuju energi hijau.

Menurut dia, dukungan regulasi yang semakin terbuka, harga tek­nologi panel surya yang semakin terjangkau, serta tuntutan pasar glo­bal terhadap jejak karbon produk Indonesia menjadi kombinasi yang jarang terjadi dalam satu waktu.

“Ada tiga hal yang jarang sekali bergerak bersamaan, dan ketiganya sedang bergerak sekarang. Regulasi semakin mendukung, harga tekno­logi semakin kompetitif dan tekanan pasar global terhadap jejak karbon semakin nyata. Ketika ketiga faktor ini sudah sejajar, menunda kepu­tusan justru menjadi kerugian yang kita pilih sendiri,” kata Kunadi.

Tekanan biaya energi urai Kunadi, kini menjadi salah satu tantangan terbesar sektor manufaktur. Pada industri tekstil, misalnya, biaya lis­trik dapat menyumbang hingga 15- 25 persen dari total biaya produksi.

Di tengah persaingan ekspor yang semakin ketat, efisiensi energi menjadi faktor yang secara langsung memengaruhi margin usaha dan ke­mampuan perusahaan memenang­kan pasar internasional.

“Pabrik tidak bangkrut dalam semalam karena tagihan listrik. Na­mun margin akan terus menyempit dari tahun ke tahun sampai suatu saat perusahaan menyadari bahwa mereka sudah tidak lagi kompetitif. Energi menjadi fondasi utama daya saing industri,” tegasnya.

Kini, energi hijau bukan lagi seka­dar isu lingkungan, melainkan faktor penentu akses pasar dan keberlang­sungan bisnis di masa depan. Per­usahaan yang bergerak lebih cepat akan menikmati keuntungan kom­petitif yang sulit dikejar oleh mereka yang terlambat.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
jakartafair2026

Luar Negeri
Korut Tegaskan Isu Denuklir...
Megapolitan
Sekda Berharap Jakarta Juar...
Megapolitan
Jakarta Kokoh Menuju Destin...
Nasional
Pemerintah Diminta Mitigasi...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Tembus Rp113 Triliun! Ini Siasat KEK Gresik Sedot Investasi di Awal 2026

Tembus Rp113 Triliun! Ini Siasat KEK Gresik Sedot Investasi di Awal 2026

14 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.