Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Basarnas Evakuasi Tujuh Korban Luka Berat Gempa NTT

📅 Selasa, 18 Agu 2026, 16:05 WIB | Oleh:
Basarnas Evakuasi Tujuh Korban Luka Berat Gempa NTT Doc: ANTARA/HO-Basarnas
Ket. Personel Basarnas mengevakuasi korban luka berat menggunakan helikopter untuk menjalani perawatan medis di RSUD Pratama Komodo, Labuan Bajo, Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur, Selasa (18/8)

JAKARTA -- Basarnas mempercepat proses evakuasi udara terhadap tujuh korban luka berat akibat gempa bumi bermagnitudo 7,7 di Kabupaten Manggarai Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT), menuju RSUD Pratama Komodo di Labuan Bajo.   

Kepala Basarnas Marsekal Madya TNI Mohammad Syafii dalam keterangan yang dikonfirmasi di Jakarta, Selasa, mengatakan hingga pukul 15.00 WITA, seluruh korban yang menderita cedera serius berhasil dievakuasi menggunakan helikopter untuk memperoleh perawatan medis darurat.

“Evakuasi dilakukan dalam dua kloter. Kloter pertama menggunakan Helikopter Dauphin dengan membawa tiga korban dan tim medis, sementara kloter kedua membawa empat korban,” kata dia.  

Dia menjelaskan bahwa para penyintas yang dievakuasi mengalami cedera fisik parah akibat tertimpa reruntuhan bangunan, di antaranya patah tulang (fraktur), dislokasi, trauma vertebralis, serta luka berat pada bagian tangan.   

Penggunaan helikopter Dauphin yang disiagakan di area bencana menjadi strategi vital untuk menembus keterbatasan akses darat dan mempercepat waktu tempuh pemindahan korban dari lokasi terdampak parah di Manggarai Timur menuju fasilitas kesehatan rujukan.

Selain pemulihan lewat udara, kata dia, Basarnas juga memobilisasi personel dan kapal laut dengan memberangkatkan Tim Rescue Kantor SAR Kupang bersama unsur TNI, Polri, dan Potensi SAR menggunakan KN SAR Antareja menuju kawasan pesisir terdampak. 

"Penebalan kekuatan personel dan alut SAR ini juga diharapkan dapat mengoptimalkan penyisiran, pencarian, serta pertolongan darurat bagi warga yang masih membutuhkan bantuan di kawasan pedalaman maupun kepulauan NTT," kata dia.   

Adapun berdasarkan data sementara dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) selaku koordinator lapangan penanganan tanggap darurat melaporkan ada lebih dari 5.000 orang mengungsi baik secara mandiri maupun menempati posko pengungsian umumnya karena rumah mereka rusak ringan hingga berat akibat guncangan gempa bumi bermagnitudo 7,7, Jumat (15/8). 

Hasil pendataan tim petugas gabungan di lapangan mencatat sedikitnya ada 914 rumah mengalami rusak berat, 126 rusak sedang, dan 317 rusak ringan akibat getaran gempa bumi.

Adapun kerusakan parah juga menimpa puluhan fasilitas publik, antara lain 93 fasilitas pendidikan, 36 fasilitas kesehatan, serta 38 kantor pemerintah.

Sampai dengan Senin (17/8) ada ratusan korban luka-luka dan sebanyak 68 korban meninggal dunia.

Untuk korban meninggal dunia mereka berasal dari Kabupaten Manggarai sebanyak 26 jiwa, Kabupaten Manggarai Timur 24 jiwa, Kabupaten Nagekeo sebanyak delapan jiwa, Kabupaten Sikka empat jiwa, Kabupaten Ende 2 jiwa, Kabupaten Manggarai Barat dua jiwa, dan Kabupaten Ngada dua jiwa.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Advertisement
Inacraft Detail Sidebar
Wisata
Prosesi adat kansoda'a di W...
Advertisement
FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

03 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.