Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Pemprov DKI dan Operator Transportasi Perkuat Tanggap Darurat Jakarta

📅 Selasa, 18 Agu 2026, 16:10 WIB | Oleh:
Pemprov DKI dan Operator Transportasi Perkuat Tanggap Darurat Jakarta Doc: Pemprov DKI Jakarta
Ket. Pemprov DKI Jakarta bersama sejumlah operator transportasi publik berbasis jalan dan rel memperkuat koordinasi menghadapi gangguan layanan dan kondisi darurat. Diwujudkan melalui penandatanganan MoU tentang Peningkatan Resiliensi Kelangsungan Usaha dan Tanggap Darurat Transportasi Publik Jakarta di Balai Kota DKI Jakarta, Jakarta Pusat, Selasa (18/8).

JAKARTA - Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta bersama sejumlah operator transportasi publik berbasis jalan dan rel memperkuat koordinasi dalam menghadapi gangguan layanan dan kondisi darurat. Langkah tersebut diwujudkan melalui penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) tentang Peningkatan Resiliensi Kelangsungan Usaha dan Tanggap Darurat Transportasi Publik Jakarta di Balai Kota DKI Jakarta, Jakarta Pusat, Selasa (18/8).

Kesepakatan ini menjadi bagian dari upaya membangun sistem transportasi publik yang lebih tangguh, terintegrasi, dan mampu menjaga mobilitas masyarakat ketika terjadi gangguan pada salah satu moda. Kolaborasi lintas operator juga dinilai semakin penting seiring dengan semakin luasnya jaringan transportasi publik yang melayani aktivitas warga Jakarta dan kawasan sekitarnya.

Wakil Koordinator Staf Khusus Gubernur DKI Jakarta, Yustinus Prastowo, mengatakan sinergi antarmoda menjadi faktor penting dalam pengembangan transportasi publik Jakarta. Menurutnya, tantangan transportasi saat ini tidak hanya berkaitan dengan luasnya jangkauan layanan, tetapi juga memastikan konektivitas dari titik awal hingga tujuan akhir perjalanan.

"Sinergi antarmoda menjadi hal yang sangat penting karena tantangan utama kita bukan sekadar jangkauan (coverage), melainkan konektivitas first and last mile agar mobilitas masyarakat benar-benar dimudahkan," kata Yustinus.

Ia menjelaskan pembangunan transportasi publik harus mampu memberikan manfaat lebih besar bagi masyarakat, termasuk dengan memangkas waktu perjalanan. Efisiensi tersebut diharapkan membuat warga dapat mengalokasikan lebih banyak waktu untuk kegiatan produktif daripada harus menghabiskan waktu di tengah kemacetan.

"Kita membangun transportasi publik yang andal untuk bersama-sama 'membeli waktu' sebagai investasi masa depan agar masyarakat tidak menghabiskan waktu produktifnya terjebak kemacetan di jalan," jelas Yustinus.

Yustinus juga menekankan pentingnya dukungan berbagai pihak dalam memperkuat ekosistem transportasi publik Jakarta. Ia menyebut pemerintah pusat, Kementerian Perhubungan, hingga PT KAI turut mendukung langkah kolaboratif yang dilakukan untuk meningkatkan kualitas layanan transportasi di Jakarta.

"Di era kepemimpinan Gubernur Pramono Anung, kolaborasi bukan lagi barang mahal, dan kami sangat berterima kasih atas dukungan penuh pemerintah pusat, Kementerian Perhubungan, serta PT KAI yang senantiasa membersamai langkah Jakarta," imbuhnya.

Selain kesiapsiagaan menghadapi kondisi darurat, Pemprov DKI mendorong integrasi layanan dan sistem pembayaran antarmoda agar semakin mudah digunakan masyarakat. Penguatan integrasi tersebut dipandang sebagai bagian dari persiapan Jakarta menghadapi perkembangan kota sekaligus menuju momentum lima abad Jakarta.

"Tantangan ke depan adalah integrasi layanan dan sistem pembayaran yang berorientasi pada kebutuhan warga, sekaligus menjadi kado terbaik pada perayaan ulang tahun ke-500 Jakarta nanti," tutur Yustinus.

Direktur Utama PT Transportasi Jakarta, Welfizon Yuza, mengatakan MoU tersebut sekaligus memformalkan koordinasi yang selama ini telah dilakukan antaroperator ketika terjadi gangguan operasional. Dengan adanya kesepakatan bersama, mekanisme pertukaran informasi dan penanganan kondisi darurat diharapkan dapat berjalan lebih terstruktur dan cepat.

"Penandatanganan nota kesepahaman ini memperkuat koordinasi, percepatan pertukaran informasi, penyediaan rute alternatif antarmoda, serta kesiapsiagaan bersama dalam kondisi darurat," ujar Welfizon.

Menurut Welfizon, kerja sama tersebut juga membuka peluang pengembangan pusat kendali atau Command Center yang menghubungkan seluruh operator transportasi publik. Sistem tersebut diharapkan dapat mempercepat pengambilan keputusan ketika terjadi gangguan sekaligus memastikan layanan tetap berjalan secara adaptif dan berkelanjutan.

"Ke depan, kami berharap dapat mengembangkan pusat kendali (Command Center) terintegrasi antarseluruh operator agar respons tanggap darurat dapat terlaksana lebih cepat, adaptif, dan berkelanjutan," katanya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Advertisement
Inacraft Detail Sidebar
Luar Negeri
Mobil Tabrak Kerumunan Oran...
Wisata
Prosesi adat kansoda'a di W...
Advertisement
FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

03 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.