Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Pengungsi Yaman Menjerit Butuh Bantuan Pangan

📅 Rabu, 23 Sep 2026, 03:23 WIB | Oleh:
Pengungsi Yaman Menjerit Butuh Bantuan Pangan Doc: AFP

JENEWA - Keluarga-keluarga yang mengungsi akibat permusuhan di Yaman sangat membutuhkan bantuan pangan dan tempat tinggal. Sementara itu, persediaan bantuan semakin menipis seiring meningkatnya kekerasan dan kebutuhan kemanusiaan, kata para pekerja kemanusiaan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) pada Selasa (22/9).

Kantor PBB untuk Koordinasi Urusan Kemanusiaan (OCHA) mengatakan bahwa bersama para mitranya, badan tersebut telah meningkatkan bantuan bagi keluarga-keluarga yang mengungsi dan semua pihak yang membutuhkan.

Namun, upaya penanganan masih menghadapi kekurangan pendanaan dan kendala akses yang terus berlangsung.

Pada akhir pekan, OCHA mengatakan bahwa sebanyak 21.000 rumah tangga telah mengungsi di seluruh Yaman sejak 1 Agustus, sebagian besar di kegubernuran Taiz dan Lahj. Jumlah tersebut diperkirakan akan terus bertambah seiring berlanjutnya proses pendaftaran.

Sejak 1 Agustus, Kantor Hak Asasi Manusia PBB telah memverifikasi 125 korban sipil dalam 36 insiden, dengan 32 orang tewas dan 93 lainnya terluka. Pada bulan ini, lebih dari 80 persen korban merupakan perempuan dan anak-anak. Jumlah korban sebenarnya kemungkinan jauh lebih tinggi.

OCHA mengatakan ambulans diserang di Kegubernuran Lahj pada Jumat (18/9) pekan lalu, menewaskan seorang pengemudi dan seorang petugas medis tanggap darurat.

Sembilan fasilitas atau lokasi layanan kesehatan di kegubernuran Taiz dan Lahj serta di Kota Al Hodeidah mengalami kerusakan, ditutup, atau diserang secara langsung. Rumah sakit yang menerima korban luka kini kekurangan darah, obat bius, dan perlengkapan bedah.

Kantor tersebut mengatakan bahwa perempuan dan anak perempuan di Yaman secara historis menghadapi tingkat risiko yang tinggi, terutama perempuan hamil yang memiliki akses sangat terbatas terhadap layanan kesehatan.

Tiga perempuan meninggal setiap hari di Yaman akibat komplikasi kehamilan atau saat melahirkan. Eskalasi konflik terbaru semakin memperbesar risiko tersebut.

Dana Kependudukan PBB (UNFPA) memperkirakan lebih dari 2.700 perempuan hamil termasuk di antara mereka yang mengungsi. Dari jumlah tersebut, 300 perempuan diperkirakan akan melahirkan dalam dua pekan ke depan, sementara sedikitnya 500 lainnya membutuhkan layanan obstetri darurat atau perawatan bagi bayi baru lahir.

Namun, fasilitas obstetri darurat utama di Taiz telah ditutup, sehingga perempuan yang mengungsi terpaksa melahirkan di tempat terbuka tanpa bantuan tenaga medis terlatih.

OCHA mengatakan bahwa para mitra kemanusiaan telah menyalurkan paket bantuan tanggap darurat serta bantuan mendesak lainnya kepada hampir 13.000 rumah tangga yang mengungsi. Sementara itu, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) telah mengirimkan perlengkapan bedah dan antibiotik ke empat rumah sakit di kota Aden dan Marib.

OCHA menyerukan kepada pihak-pihak yang bertikai untuk melindungi warga sipil, termasuk tenaga kesehatan, serta ambulans, dan memfasilitasi penyaluran bantuan kemanusiaan tanpa hambatan. Ant

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
  • Mohon Dukungan Doa! Paus Leo XIV Akan Jalani Operasi Paru-paru di Roma
    Turut mendoakan, semoga operasinya berjalan baik dan lancar ...
  • Peringkat FIFA Melesat, Timnas Indonesia Dipastikan Lolos Langsung ke Putaran Kedua Kualifikasi Piala Dunia 2030
    Masa depan timnas kita sepertinya makin cerah, sangat ...
  • Kolaborasi Industri dan Akademisi Diperkuat, Seequent Dorong Kapasitas Geosains Indonesia
    How can collaboration between industry and academic institutions ...
  • Mengapa Tak Banyak Mahasiswa Asing yang Mau Kuliah di Indonesia?
    What factors might discourage international students from pursuing ...
Advertisement
jjroyal-luwak

Kemenbud akan Pugar Candi Muara Takus

1 jam lalu | Ilham Sudrajat

Daerah
Kemenbud akan Pugar Candi M...

Ponsel Vivo V80 Lite 5G Segera Hadir di Indonesia

1.5 jam yang lalu | Ilham Sudrajat

Rona
Ponsel Vivo V80 Lite 5G Seg...

Niki Rilis Lagu "Merry Christmas Darling"

1.5 jam yang lalu | Ilham Sudrajat

Rona
Niki Rilis Lagu "Merry Chri...
Advertisement
KADIN Sebut Stabilitas Ekonomi Indonesia Jadi Modal Hadapi Kondisi Global

KADIN Sebut Stabilitas Ekonomi Indonesia Jadi Modal Hadapi Kondisi Global

19 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.