Swasembada Pangan Butuh Generasi Muda, Mentan Amran Dorong Pemuda Turun Tangan
📅 Jumat, 25 Sep 2026, 19:15 WIB | Oleh: Tim PenulisJAKARTA – Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman mendorong generasi muda menjadi penggerak swasembada pangan nasional berkelanjutan melalui penguatan karakter, inovasi, kewirausahaan, dan penelitian untuk memperkuat pertanian Indonesia.
"Keberlanjutan swasembada pangan Indonesia membutuhkan generasi muda yang berkarakter, inovatif, berani berwirausaha, serta mampu menciptakan terobosan baru di bidang pertanian," kata Mentan terkonfirmasi di Jakarta, Jumat (25/9).
Dia menekankan hal itu saat menghadiri Seminar Nasional Gebyar Ajang Tani Inspiratif (Gantari) 2026 bertajuk “Regenerasi Pemuda sebagai Penggerak Keberlanjutan dan Swasembada Pangan Indonesia” yang digelar UIN Syarif Hidayatullah Jakarta.
Menurut Amran mahasiswa dan generasi muda tidak harus terpaku pada pilihan menjadi pegawai setelah lulus. Menurutnya, sektor pertanian membuka peluang luas bagi pemuda untuk menjadi pengusaha, akademisi sekaligus inovator.
“Kalau mau sukses, jangan sia-siakan waktu sekarang. Mau jadi pengusaha, birokrat, akademisi, bisa. Yang penting karakter,” ujar Mentan.
Ia menekankan, karakter menjadi salah satu fondasi utama keberhasilan generasi muda. Karakter tersebut, antara lain, dibangun melalui kejujuran, kedisiplinan, kemauan belajar, kerja keras, dan kegigihan dalam menghadapi tantangan.
“Kalau berkarakter, rajin, kerja keras, insya Allah sukses,” katanya.
Mentan juga mengajak mahasiswa untuk berani melakukan penelitian dan menciptakan inovasi baru. Menurutnya, peluang besar justru terbuka ketika generasi muda mampu masuk ke ruang-ruang yang belum banyak digarap dan menghasilkan solusi yang memberikan manfaat nyata.
Ia mencontohkan pengalamannya melakukan penelitian di bidang pertanian yang membutuhkan waktu panjang dan ketekunan sebelum menghasilkan inovasi. Karena itu, Mentan meminta mahasiswa tidak mudah menyerah ketika menghadapi kegagalan dalam proses penelitian.
“Jangan mudah menyerah. Manusia itu harus punya mimpi besar. Kalau mau berhasil, big dream, kemudian bertindak dan persistent. Ujungnya sukses,” tegasnya.
Mentan Amran juga memaparkan perkembangan sektor pertanian nasional. Ia menyebut target swasembada pangan yang sebelumnya diproyeksikan dalam empat tahun berhasil dipercepat hanya setahun sehingga Indonesia telah mencapai swasembada beras dalam waktu lebih singkat.
Menurutnya, capaian tersebut juga diperkuat dengan penghargaan internasional yang diterima Indonesia serta peningkatan kesejahteraan petani. Ia menyebut Nilai Tukar Petani (NTP) telah mencapai 129, yang menurutnya merupakan level tertinggi dalam sejarah Republik Indonesia.
Mentan mengatakan pemerintah juga terus memperkuat ketahanan pangan dengan menyiapkan stok beras untuk menghadapi dinamika iklim, termasuk El Nino dan kekeringan.
“Ini kehidupan harus dipersiapkan. Kita persiapkan satu tahun sebelumnya, dua tahun. Stok kita tertinggi selama Republik ini berdiri,” ujarnya.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!