Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Pelaku Tawuran dan Bullying Terancam Kehilangan KJP-KJMU.

📅 Jumat, 12 Jun 2026, 19:51 WIB | Oleh:
Pelaku Tawuran dan Bullying Terancam Kehilangan KJP-KJMU. Doc: Antara Foto
Ket. Ilustrasi perundungan di institusi pendidikan.

Staf Khusus Gubernur dan Wakil Gubernur Jakarta Bidang Komunikasi Publik Chico Hakim menyebut pencabutan Kartu Jakarta Pintar (KJP) dan Kartu Jakarta Mahasiswa Unggul (KJMU) bagi penerima yang terjerat kasus perundungan atau tawuran merupakan upaya Pemerintah Jakarta mendisiplinkan pelajar.

“Pencabutan KJP bagi pelanggar berat, seperti 60 kasus tawuran sejak 2025, menjadi bagian dari upaya disiplin, diimbangi dengan akses pendidikan alternatif,” kata Chico di Jakarta, Jumat.

Salah satu kasus yang mencuat adalah pembacokan pelajar di Jakarta Barat. Menurut Chico, kasus tersebut sudah ditangani oleh aparat penegak hukum.

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta juga mendukung penuh proses hukum yang berlaku agar pelaku ditindak tegas untuk menimbulkan efek jera.

Selain kasus tersebut, sebelumnya Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung Wibowo juga menegaskan agar pelaku perundungan di kawasan Senen, Jakarta Pusat, dapat ditindak tegas.

“Jadi untuk pem-bully-an yang terjadi di Senen, karena kebetulan di CCTV-nya terlihat, saya sudah meminta untuk ini ditindaklanjuti. Siapa pun yang melakukan pem-bully-an di Jakarta, maka akan kami ambil tindakan setegas-tegasnya,” kata Pramono.

Pramono bahkan meminta penerima KJP atau KJMU yang terbukti melakukan perundungan agar dikenai sanksi berupa pencabutan bantuan.

“Kalau bagi warga, misalnya dia pelajar dan dia pemegang Kartu Jakarta Pintar atau Kartu Jakarta Mahasiswa Unggul, maka yang seperti itu kita tarik KJP maupun KJMU-nya,” jelas Pramono.

Selain itu, ia juga telah meminta kepada dinas terkait terutama Dinas Pendidikan untuk menyelidiki kasus perundungan tersebut.

Pihak Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) juga telah ia minta untuk menindaklanjuti kasus perundungan itu.

“Untuk ruang tempat-tempat yang dilakukan pem-bully-an seperti itu, Pemerintah DKI Jakarta tidak memberikan toleransi sama sekali,” ungkap Pramono.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
Advertisement
Kronologi Kecelakaan Maut Honda Mobilio Tabrak Pick Up di Rasuna Said, 1 Orang Tewas

Kronologi Kecelakaan Maut Honda Mobilio Tabrak Pick Up di Rasuna Said, 1 Orang Tewas

22 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.