Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Gastrodiplomasi: Saat Tempe jadi Alat Kenalkan Budaya Indonesia di AS

📅 Senin, 27 Jul 2026, 17:49 WIB | Oleh:
Gastrodiplomasi: Saat Tempe jadi Alat Kenalkan Budaya Indonesia di AS Doc: ANTARA/HO-BOStempeh.
Ket. Produk BOStempeh, tempe buatan warga Indonesia di Boston, Amerika Serikat (AS).

BOSTON, AS - Diplomasi tidak selalu lahir dari rumitnya relasi antarnegara yang tersaji rapi di meja-meja kongres, tempat para petinggi negara mempertimbangkan untung rugi koneksi kebangsaan.

Alih-alih itu, diplomasi bisa muncul dari hal sederhana. Salah satunya dari hobi dan kesenangan, yang merambat dan tanpa disadari berdampak besar bagi kepentingan bangsa.

Salah satu yang berada di barisan tersebut adalah BOStempeh, produsen tempe di Somersworth, New Hampshire, Amerika Serikat (AS), yang sepenuhnya dimiliki warga negara Indonesia.

Daniel Kurnianto dan sang istri, Meylia Handayani Tio, adalah sosok utama di balik bisnis itu. Bersama Octavianus Asoka dan Aristiya Dwiyanti, yang juga pasangan suami-istri, mereka mendirikan pabrik tempe BOStempeh pada tahun 2020, yang berawal dari industri rumah tangga tiga tahun sebelumnya.

Dasarnya sederhana, mereka suka makan tempe. Namun, perjalanan menuju lahirnya BOStempeh tidak sesederhana itu. Mereka membutuhkan waktu beberapa tahun untuk mempersiapkan semuanya, termasuk melakukan berbagai riset demi menghasilkan tempe berkualitas tinggi.

Mereka juga belajar langsung dari Soetono Liem, produsen tempe Hienak di Surabaya melalui UD Pendekar Tempe Sakti. Pengalaman tersebut menjadi bagian penting dari upaya mereka untuk memahami proses produksi dan menghasilkan tempe dengan kualitas terbaik.

Keempat sosok di balik BOStempeh menyadari bahwa mereka tidak memiliki pengetahuan dan wawasan yang cukup soal pembuatan tempe. Dari antara mereka, cuma Octavianus yang berpengalaman bekerja secara profesional di bidang pengolahan makanan.

Meylia, contohnya, berlatar belakang seorang pendidik yang menuntaskan pascasarjananya di Boston University, dengan beasiswa penuh dari Departemen Luar Negeri AS dan Kelly Elizabeth Stephens Memorial Scholarship (KESSA) mulai tahun 2005 dengan fokus pendidikan dua bahasa (bilingual). Sebelumnya, perempuan asal Jawa Tengah itu menamatkan S1 di Universitas Kristen Satya Wacana Salatiga.

Kegiatan akademis itu yang membuatnya hijrah dan akhirnya akrab dengan Kota Boston. Suaminya, Daniel Kurnianto, semula hanya menemani Meylia menunaikan studinya.

Akan tetapi, di awal perkuliahan Meylia, Daniel diterima di sebuah perusahaan bioteknologi AS. Perusahaan inilah yang menjadi alasan pasangan tersebut menetap di Massachusetts setelah Meylia kembali ke Salatiga untuk mengabdi di kampus asalnya selama dua tahun seusai lulus dari Boston.

Sementara itu, Aristiya merupakan pemegang gelar desain grafis, yang dalam prosesnya berandil penting dalam pemasaran BOStempeh.

"Itulah yang membuat kami terus mencoba, mencari resep, membaca buku tentang fermentasi dan lain-lain. Kami ingin menghasilkan produk dengan kualitas yang konsisten," ujar Meylia.

Upaya menghasilkan tempe berkualitas tinggi itu didukung keahlian Daniel Kurnianto dalam teknik manufaktur.

Daniel, peraih penghargaan Red Dot Award 2024 melalui produk pembuat kopi espresso BOSeTAMPER, merancang serangkaian metode canggih untuk mendukung proses produksi tempe mereka.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
Megapolitan
Warga Bekasi Akan Dihibur B...
Advertisement
Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

22 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.