Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Pemkot Jaksel Resmikan Program 'Teman Cerita' di SMAN 28, Wadah Curhat Antarsiswa

📅 Senin, 27 Jul 2026, 17:14 WIB | Oleh:
Pemkot Jaksel Resmikan Program 'Teman Cerita' di SMAN 28, Wadah Curhat Antarsiswa Doc: ANTARA/Luthfia Miranda Putri.
Ket. Para siswa mencoba layanan "Teman Cerita" yang disediakan oleh Pemerintah Kota Administrasi Jakarta Selatan, Jakarta, Senin (27/7).

JAKARTA - Pemerintah Kota Administrasi Jakarta Selatan (Pemkot Jaksel) mengenalkan program "Teman Cerita" sebagai wadah konselor teman sebaya untuk menangani permasalahan siswa sekolah seperti perundungan (bullying).

"Masih terjadi perundungan, kekerasan, pelecehan, akibat dari akumulasi kejadian itu tentu berdampak kepada kesehatan mental anak-anakku sekalian," kata Wali Kota Jakarta Selatan Syafrin Liputo dalam pembukaan kanal "Teman Cerita" di SMAN 28 Jakarta, Senin (27/7).

Syafrin mengatakan siswa saat ini adalah investasi masa depan yang harus disiapkan karakternya, kedisiplinannya, dan literasi digitalnya untuk menghadapi tantangan geopolitik global.

Terlebih, visi misi Presiden Prabowo Subianto yakni menuju kepada Indonesia Emas 2045.

"Artinya sejak awal.pemerintah sudah melihat bahwa kalian semua itu menjadi investasinya Pemerintah Indonesia, baik itu negara, provinsi, maupun kota," kata dia.

Pihaknya juga menyoroti pentingnya literasi digital yang sudah seharusnya dimaksimalkan di dunia pendidikan untuk mendukung kegiatan pembelajaran.

"Kalian semua disiapkan untuk menghadapi tantangan serta menjadi anak yang berkarakter, disiplin, berakhlak karimah, peduli kepada sesama, dan yang paling utama adalah anak yang menjaga harmoni di tengah-tengah perbedaan," ucapnya.

Sementara, Kepala Dinas PPAPP Provinsi DKI Jakarta, Dwi Oktavia menambahkan siswa yang terlibat dalam "Teman Cerita" akan menjadi konselor yang terlatih untuk mendengarkan curhatan teman sebaya.

"Artinya, kalau teman mereka mempunyai permasalahan atau ada kecemasan, kegelisahan sehari-hari, maka teman-teman sebaya di sekolah-sekolah tadi siap untuk menjadi konselor awal," kata Dwi.

Kemudian, jika membutuhkan penanganan profesional nantinya juga terhubung dengan UPT Pusat Perlindungan Perempuan dan Anak (PPPA) Dinas Pemberdayaan Perlindungan Anak dan Pengendalian Penduduk (PPAPP) Provinsi DKI Jakarta.

"Sehingga jangan khawatir untuk anak-anakku, silakan kalian bisa berbagi cerita dengan teman-teman sebaya di sekolah dan kemudian nanti akan ditindaklanjuti sesuai dengan kebutuhan kalian," ucapnya.

Suku Dinas Pemberdayaan, Perlindungan Anak dan Pengendalian Penduduk (PPAPP) Jakarta Selatan menangani sebanyak 12 kasus perundungan (bullying) pada 2025.

Berdasarkan data Dinas Pemberdayaan, Perlindungan Anak dan Pengendalian Penduduk (PPAPP) DKI Jakarta, laporan kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak di wilayah DKI Jakarta meningkat sebesar 10 persen pada 2025 dibandingkan tahu lalu.

Tercatat sebanyak 1.917 kasus yang ditangani sampai November 2025. Tingginya laporan kasus kekerasan juga menjadi bukti banyaknya korban yang berani melapor. Ant

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

DPR Kecam Aksi Main Hakim Sendiri di Bali

1.5 jam yang lalu | Ilham Sudrajat

Daerah
DPR Kecam Aksi Main Hakim S...
  • Begini Kronologi Lengkap Bentrokan Warga di Jalan Tambak Jakarta Pusat yang Menewaskan Satu Orang
    Preview komentar:
    2 kelompok warga, itu warga mana dg warga ...
  • Kementan Bantu Bibit Kelapa untuk Petani Barito Kuala, Produktivitas Perkebunan Ditingkatkan.
    Preview komentar:
    Di barisan paling depan, Kementerian Pertanian memainkan ...
    Keren
  • Penutupan Perlintasan Liar Kereta di Kediri
    Preview komentar:
    Wah, berarti kalau sehari hari kan lewat perlintasan ...
Waduhhh…Kasat Narkoba Tangsel Diringkus Bareskrim

Waduhhh…Kasat Narkoba Tangsel Diringkus Bareskrim

27 Jul 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.