Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Unit PPA: Kekerasan terhadap Perempuan dan Anak di Tangsel Masih Tinggi

📅 Senin, 27 Jul 2026, 16:30 WIB | Oleh:
 Unit PPA: Kekerasan terhadap Perempuan dan Anak di Tangsel Masih Tinggi Doc: RRI/Saadatuddaraen

TANGERANG - Kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak di Kota Tangerang Selatan (Tangsel) masih tinggi. Jumlah korban kekerasan hingga pertengahan 2026 tercatat 118 anak, dari 211 kasus kekerasan.

Data dari Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Kota Tangsel tercatat 397 kasus yang terjadi pada 2025. Sebanyak 244 anak yang menjadi korban kekerasan seksual hingga perundungan, tahun lalu.

Kekerasan yang terjadi di sekolah sebanyak 37 kasus, tahun 2026. Sementara tahun lalu hanya ada 30 kasus kekerasan terjadi di sekolah.

Kepala Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Kota Tangsel, Tri Purwanto, mengatakan kekerasan itu dipengaruhi kombinasi sejumlah faktor. Faktor itu adalah keluarga, sekolah, lingkungan dan perkembangan teknologi.

Unit PPA Kota Tangsel di bawah Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana (DP3AKB). Unit ini terus memantau kondisi perempuan dan anak khususnya aspek perlindungan kepada mereka.

“Untuk kasus kekerasan seksual, umumnya terjadi karena minimnya pengawasan orangtua," kata Purwanto, Minggu (26/7).

Di samping itu juga ada faktor penyalahgunaan media sosial, rendahnya pendidikan seks dan anggapan seks adalah hal yang tabu. Seringkali lingkungan siosial juga tidak mendukung jika pelaku kekerasan pihak yang dikenal korban sehingga korban takut melapor.

Sementara kasus bullying di sekolah umumnya terjadi karena pelaku ingin menunjukkan eksistensi diri. “Ada kecenderungan pelaku ingin menunjukan kekuasaan. Selain itu pengawasan guru juga kurang optimal,” ucap dia.

Pihaknya juga melakukan upaya untuk melakukan penguatan serta pencegahan kekerasan seksual terhadap perempuan. Diantaranya, penguatan peran keluarga dalam pengawasan dan komunikasi, literasi digital bagi anak, orangtua dan guru.

“Kolaborasi antara sekolah, orang tua, kepolisian, dinas pendidikan, dan masyarakat. Semuanya untuk pencegahan serta penanganan kasus secara cepat juga harus dilakukan,” kata dia. ils/I-1

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Daerah
DPR Kecam Aksi Main Hakim S...
Megapolitan
BPBD: Kekeringan di Kota Ta...
  • Begini Kronologi Lengkap Bentrokan Warga di Jalan Tambak Jakarta Pusat yang Menewaskan Satu Orang
    Preview komentar:
    2 kelompok warga, itu warga mana dg warga ...
  • Kementan Bantu Bibit Kelapa untuk Petani Barito Kuala, Produktivitas Perkebunan Ditingkatkan.
    Preview komentar:
    Di barisan paling depan, Kementerian Pertanian memainkan ...
    Keren
  • Penutupan Perlintasan Liar Kereta di Kediri
    Preview komentar:
    Wah, berarti kalau sehari hari kan lewat perlintasan ...
Waduhhh…Kasat Narkoba Tangsel Diringkus Bareskrim

Waduhhh…Kasat Narkoba Tangsel Diringkus Bareskrim

27 Jul 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.