Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Makassar Creative Hub jadi Ruang Kreatif Pemuda untuk Perkuat Ekosistem Teknopreneur

📅 Senin, 27 Jul 2026, 17:40 WIB | Oleh:
Makassar Creative Hub jadi Ruang Kreatif Pemuda untuk Perkuat Ekosistem Teknopreneur Doc: ANTARA/HO-Humas Pemkot Makassar
Ket. Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin saat meluncurkan MCH Nabuka Nusantara guna memperkuat ekosistem technopreneur pemuda di Makassar, Minggu malam (26/7).

MAKASSAR - Pemerintah Kota Makassar kembali menambah ruang kreatif bagi pemuda Makassar melalui Makassar Creative Hub (MCH) Nabuka Nusantara guna memperkuat ekosistem teknopreneur pemuda.

"Ini adalah Creative Hub yang kedua yang dihadirkan oleh Pemerintah Kota Makassar,” ujar Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin mrlalui keterangannya di Makassar, Senin (27/7).

Kehadiran pusat kreativitas ini diharapkan mampu melahirkan lebih banyak pengusaha yang menggabungkan keahlian bisnis dengan teknologi modern untuk menciptakan produk, layanan, atau solusi inovatif.

Munafri menegaskan, kehadiran MCH merupakan bentuk keseriusan pemerintah kota dalam menyediakan infrastruktur pendukung bagi aktivitas anak muda, khususnya di bidang kreativitas, digitalisasi, kebudayaan, dan ekonomi kreatif.

Peresmian MCH kedua ini sekaligus menegaskan keberhasilan MCH pertama yang lebih dulu hadir dan berkembang pesat di kawasan Pantai Losari, dengan ratusan kegiatan yang telah berlangsung di dalamnya.

"Kami membuat Creative Hub ini dengan satu keyakinan bahwa ruang-ruang kreatif yang ada di Kota Makassar harus disediakan sebagai infrastruktur utama mendukung segala kegiatan yang akan dilakukan oleh anak muda Kota Makassar,'' kata pria yang akrab disapa Appi.

Appi menjelaskan MCH Losari telah membuktikan manfaat nyata bagi masyarakat. Dari lokasi tersebut, telah terlaksana berbagai kegiatan mulai dari kegiatan lokal, nasional, internasional, hingga berbagai aktivitas yang mendorong tumbuhnya ekosistem ekonomi kreatif di Kota Makassar.

“Di MCH ini kita mempertemukan para pencari kerja dan pemberi kerja, para konsumen dan produsen. Ini menjadi tempat belajar, bertumbuh, dan meningkatkan kemampuan anak-anak muda kita,” tambahnya.

Pada momen tersebut, Ia juga menekankan kepada seluruh kepala perangkat daerah yang hadir bahwa pemerintah dalam pengelolaan MCH hanya berperan sebagai fasilitator yang menyediakan sarana dan prasarana.

Sementara, pengelolaan kegiatan dan pengembangan ruang kreatif tersebut, kata Appi, harus dikelola oleh anak-anak muda itu sendiri. Ia juga mengajak seluruh kepala perangkat daerah agar memaksimalkan fasilitas yang tersedia di MCH Nusantara sebagai lokasi kegiatan dan kolaborasi lintas sektor.

Appi mengungkapkan bahwa tahun ini Pemerintah Kota Makassar menargetkan hadirnya tiga MCH. Ia pun berharap ke depan pengelolaan MCH semakin matang dan mampu menjadi embrio lahirnya lebih banyak kegiatan positif di Kota Makassar. Ant

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Industri Akomodasi Melaju Kencang, Efek Berganda Pariwisata Dinanti
    Membaca data penyerapan tenaga kerja hingga hampir 26 ...
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
Advertisement
Nusron Wahid Dua Kali Mangkir, KPK Siapkan Panggilan Ketiga

Nusron Wahid Dua Kali Mangkir, KPK Siapkan Panggilan Ketiga

23 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.