Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Keruntuhan Zaman Perunggu, Peradaban Besar Mediterania Ambruk Bersama

📅 Senin, 27 Jul 2026, 07:13 WIB | Oleh:
Keruntuhan Zaman Perunggu, Peradaban Besar Mediterania Ambruk Bersama Doc: Istimewa
Ket. Gambaran umum reruntuhan di Alacahöyük, situs pemukiman Neolitik dan Het di Turki tengah . Alacahöyük adalah pusat budaya Hattian yang berkembang pesat selama Zaman Perunggu . Kemudian diduduki oleh bangsa Het yang menggunakan kota ini sebagai ibu kota pertama mereka sebelum pindah ke Hattusa. Situs ini terletak di Alaca, timur laut Hattusa.

PERISTIWA keruntuhan itu disebut sebagai Bronze Age Collapse atau Keruntuhan Zaman Perunggu Akhir, istilah modern yang digunakan para sejarawan dan arkeolog untuk menggambarkan kemunduran sejumlah peradaban besar di kawasan Mediterania dan Timur Dekat.

Keruntuhan tersebut tidak berlangsung dalam satu hari atau disebabkan oleh satu peristiwa tunggal. Para ilmuwan hingga kini masih memperdebatkan kapan tepatnya proses tersebut dimulai dan berakhir. Namun, secara umum, periode sekitar 1250 hingga 1150 SM sering digunakan untuk menggambarkan rentang waktu ketika berbagai pusat peradaban mengalami kehancuran atau kemunduran secara beruntun.

Kota-kota besar hancur, kerajaan runtuh, jaringan perdagangan dan diplomasi terganggu, beberapa sistem tulisan menghilang, dan populasi di sejumlah wilayah mengalami perpindahan besar-besaran atau eksodus.

Salah satu angka yang sering digunakan dalam pembahasan modern adalah 1177 SM. Arkeolog dan sejarawan Eric H. Cline menggunakan tahun tersebut sebagai semacam penanda simbolis untuk menggambarkan titik penting dalam keruntuhan dunia Zaman Perunggu.

Namun, Cline sendiri menekankan bahwa tahun tersebut bukan tanggal pasti ketika seluruh peradaban runtuh. Keruntuhan berlangsung sebagai proses kompleks dan bertahap di berbagai wilayah.

Kajian yang dirangkum World History Encyclopedia menunjukkan bahwa penyebabnya kemungkinan merupakan kombinasi berbagai tekanan yang terjadi dalam waktu berdekatan, mulai dari gempa bumi, perubahan iklim dan kekeringan, kelaparan, pemberontakan internal, migrasi dan invasi, hingga terganggunya jaringan perdagangan internasional.

Dunia yang Terhubung

Sebelum keruntuhan terjadi, kawasan Mediterania dan Timur Dekat telah membangun jaringan peradaban yang kompleks. Periode Zaman Perunggu merupakan salah satu fase penting dalam perkembangan masyarakat manusia.

Penggunaan perunggu dalam metalurgi berkembang luas, sementara kerajaan-kerajaan besar membangun kota, istana, pusat keagamaan, jaringan perdagangan, dan sistem pemerintahan yang semakin kompleks.

Di Mesir, Piramida Giza telah dibangun jauh sebelum periode keruntuhan, sementara Kerajaan Baru Mesir kemudian berkembang sebagai salah satu kekuatan utama di kawasan Mediterania Timur. Di Mesopotamia, perkembangan kota dan sistem tulisan telah berlangsung selama ribuan tahun.

Sementara itu, Anatolia menjadi pusat kekuasaan bangsa Het, sedangkan wilayah Levant dan Siprus berkembang sebagai simpul penting perdagangan. Di kawasan Yunani, peradaban Mikenai mencapai puncak perkembangannya. Di wilayah lain, kerajaan seperti Mitanni dan kemudian kekuatan Asyur serta Babilonia menjadi bagian dari jaringan politik dan ekonomi yang saling terhubung.

Pada sekitar abad ke-14 hingga ke-13 SM, hubungan diplomatik dan perdagangan antara kerajaan-kerajaan besar membentuk jaringan internasional yang oleh para sarjana modern sering digambarkan sebagai "Club of Great Powers". Hubungan tersebut diketahui antara lain melalui berbagai surat diplomatik yang ditemukan dalam Amarna Letters, kumpulan korespondensi dari abad ke-14 SM yang memperlihatkan hubungan antara penguasa Mesir dengan kerajaan-kerajaan lain.

Jaringan ini memungkinkan barang, bahan mentah, teknologi, dan informasi bergerak melintasi wilayah yang luas. However, sistem yang sangat saling bergantung tersebut juga memiliki kelemahan. Ketika satu bagian jaringan mengalami gangguan, dampaknya dapat menyebar ke wilayah lain. Inilah salah satu gagasan penting dalam penelitian mengenai Bronze Age Collapse.

Tidak Ada Satu Penyebab

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Olahraga
Timnas Voli Putra Indonesia...
Advertisement
FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti

FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti

01 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.