114 Atlet Ramaikan Table Tennis ASEAN Club Championship (TTACC) 2026 di Bandung
📅 Jumat, 12 Jun 2026, 17:05 WIB | Oleh: Tim PenulisKota Bandung - Sebanyak 114 atlet tenis meja dari enam negara ASEAN meramaikan kejuaraan Table Tennis ASEAN Club Championship (TTACC) 2026 yang berlangsung di Graha Sanusi Hardjadinata, Universitas Padjadjaran, Kota Bandung, 11-13 Juni.
Ketua Panitia TTACC 2026 Yon Mardiyono mengatakan kejuaraan ini merupakan penyelenggaraan kedua setelah edisi perdana digelar di Bangkok, Thailand.
“Di ASEAN ada komunitas yang ingin membangun kompetisi antarklub terbaik. Tahun pertama di Bangkok dan tahun kedua kami memilih Bandung karena kotanya sangat indah dan memiliki kecintaan besar terhadap olahraga,” kata Yon di Bandung, Jumat.
Ia menjelaskan TTACC dirancang sebagai ajang bergengsi yang mempertemukan klub-klub tenis meja terbaik di Asia Tenggara, layaknya kompetisi Liga Champions pada cabang sepak bola.
Menurut dia, format antarklub dipilih karena dinilai lebih efektif dalam memperluas partisipasi atlet dibandingkan kompetisi yang hanya mengandalkan perwakilan negara.
Sebaiknya Anda baca juga:
Sebab, di sejumlah negara, proses birokrasi untuk menjadi wakil daerah atau tim nasional kerap menjadi kendala bagi atlet untuk memperoleh kesempatan bertanding di level internasional.
“Harapan kami, setiap negara memiliki liga yang berkelanjutan. Dari sana juara satu, dua, dan tiga tampil di TTACC. Kompetisi yang paling bagus memang liga karena berlangsung kontinu,” ujarnya.
Yon mengungkapkan penyelenggaraan perdana TTACC di Thailand berhasil menjadi momentum positif bagi tenis meja Indonesia. Saat itu, klub Arwana Jaya sukses meraih gelar juara.
Sebaiknya Anda baca juga:
Menurut dia, keberhasilan tersebut turut meningkatkan kepercayaan diri atlet Indonesia yang kemudian tampil pada SEA Games.
“Beberapa bulan setelah itu ada SEA Games. Setelah 25 tahun tidak mendapatkan medali, akhirnya Indonesia bisa meraih medali perak dan perunggu. Jadi, ini memang langkah yang baik,” katanya.
Pada penyelenggaraan tahun ini, Indonesia memperoleh keuntungan sebagai tuan rumah sehingga dapat mengirim lebih banyak klub dibandingkan negara peserta lainnya.
Yon menilai kondisi tersebut akan memberikan manfaat besar bagi pembinaan atlet nasional karena semakin banyak pemain yang mendapat kesempatan menghadapi lawan-lawan terbaik dari kawasan Asia Tenggara.
“Kalau mewakili negara mungkin hanya empat pemain yang berangkat. Namun melalui klub, lebih banyak atlet Indonesia bisa bertanding melawan pemain-pemain Asia Tenggara. Dari situ kami bisa melihat siapa yang benar-benar memiliki kualitas untuk memperkuat tim Indonesia pada SEA Games tahun depan,” ujarnya.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!