Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Pakar Ungkap Efek Domino Pertamax Naik: Daya Beli untuk Barang Nonprimer Terancam Menyusut

📅 Jumat, 12 Jun 2026, 17:30 WIB | Oleh: Tim Penulis
Pakar Ungkap Efek Domino Pertamax Naik: Daya Beli untuk Barang Nonprimer Terancam Menyusut Doc: ANTARA/ Aprillio Akbar.
Ket. Pengendara sepeda motor mengisi bahan bakar minyak (BBM) jenis Pertamax di SPBU Jalan Ahmad Yani, Semarang, Jawa Tengah.

JAKARTA – Kenaikan harga BBM nonsubsidi mencerminkan penyesuaian terhadap tren harga minyak dunia dan pergerakan nilai tukar rupiah yang memengaruhi biaya impor energi.

Meski tidak berdampak langsung pada kelompok penerima subsidi, kenaikan ini berpotensi meningkatkan biaya transportasi dan distribusi barang, sehingga dapat mendorong tekanan inflasi di sejumlah sektor.

Di sisi lain, penyesuaian harga BBM nonsubsidi juga menunjukkan upaya menjaga keberlanjutan bisnis energi agar tetap sejalan dengan kondisi pasar dan beban operasional yang terus berubah.

Guru Besar Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Airlangga (Unair) Rahma Gafmi menilai, kenaikan harga BBM nonsubsidi jenis Pertamax berpotensi memicu penundaan belanja nonprimer oleh kelas menengah karena porsi pengeluaran rumah tangga untuk transportasi semakin meningkat.

“Akan berdampak pada penundaan belanja non-esensial, seperti rumah tangga kelas menengah kemungkinan besar akan menahan atau mengurangi konsumsi pada sektor sekunder dan tersier, seperti liburan, hiburan, food and beverage atau makan di luar, atau barang elektronik,” kata Rahma saat dihubungi Antara di Jakarta, Jumat (12/6).

Ia mengingatkan bahwa mayoritas konsumen Pertamax berasal dari kelompok masyarakat kelas menengah hingga menengah atas.

Ketika harga Pertamax naik, maka kelompok tersebut menghadapi efek pendapatan (income effect) berupa penyusutan pendapatan yang dapat dibelanjakan (disposable income) karena alokasi anggaran rumah tangga untuk transportasi membengkak.

Ia menjelaskan, kebutuhan terhadap bensin cenderung bersifat inelastis dalam jangka pendek karena masyarakat tetap harus bekerja dan bermobilitas. Akibatnya, ruang belanja untuk kebutuhan nonprimer menjadi semakin terbatas.

Kondisi tersebut dinilai membebani kelas menengah yang tidak memperoleh bantalan fiskal sebagaimana kelompok masyarakat miskin dan rentan miskin yang menerima bantuan sosial (bansos) maupun bantuan langsung tunai (BLT).

Kelompok menengah, jelas Rahma, harus menyerap sepenuhnya kenaikan biaya hidup secara mandiri di tengah pertumbuhan pendapatan atau gaji yang cenderung stagnan.

Tekanan tersebut juga datang pada saat yang kurang ideal karena bertepatan dengan tahun ajaran baru yang biasanya meningkatkan pengeluaran rumah tangga untuk kebutuhan pendidikan.

Selain memengaruhi pola konsumsi rumah tangga, kenaikan harga Pertamax juga berpotensi menimbulkan efek rambatan ke sejumlah sektor usaha.

Meski bukan bahan bakar utama sektor logistik barang pokok yang umumnya menggunakan solar, kenaikan harga Pertamax dinilai tetap dapat meningkatkan biaya operasional sejumlah pelaku usaha.

Ia mencontohkan sektor yang mengandalkan kendaraan pribadi atau operasional berbahan bakar bensin nonsubsidi, seperti jasa kurir, pengemudi ojek daring, hingga UMKM kuliner yang menggunakan kendaraan pribadi untuk berbelanja bahan baku.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
jakartafair2026

Iran Resmi Tutup Selat Hormuz

54 menit yang lalu | Ilham Sudrajat

Luar Negeri
Iran Resmi Tutup Selat Hormuz
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Event Seru di Jakarta Akhir Pekan 13-14 Juni: Serunya Jakarta Fair 2026 hingga JAKIM

Event Seru di Jakarta Akhir Pekan 13-14 Juni: Serunya Jakarta Fair 2026 hingga JAKIM

12 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.