Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Kepala BGN Sebut Program Makan Bergizi Gratis Turunkan Beban Pengeluaran Rumah Tangga

📅 Jumat, 06 Feb 2026, 19:25 WIB | Oleh: Tim Penulis
Kepala BGN Sebut Program Makan Bergizi Gratis Turunkan Beban Pengeluaran Rumah Tangga Doc: Antara
Ket. Kepala BGN Dadan Hindayana.

Jakarta - Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Dadan Hindayana menyatakan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) berhasil menurunkan beban pengeluaran rumah tangga, yang diperkuat dengan hasil survei dari Badan Pusat Statistik (BPS). 

"Ketika anak-anak mendapatkan makanan bergizi di sekolah, beban orang tua dalam menyiapkan bekal dan memenuhi kebutuhan pangan harian otomatis berkurang. Inilah bentuk perlindungan sosial yang produktif," ujar kata Dadan Hindayana dikonfirmasi di Jakarta, Jumat (6/2). 

Dadan menyampaikan hal tersebut berdasarkan survei baseline BPS yang melibatkan 81.100 rumah tangga di seluruh Indonesia, di mana mayoritas penerima manfaat MBG merasakan kemudahan dalam memperoleh makanan bergizi, berkurangnya waktu persiapan makan, serta perubahan perilaku konsumsi ke arah yang lebih sehat, terutama di wilayah pedesaan. 

"MBG dirancang tidak hanya untuk memenuhi kebutuhan gizi anak, tetapi juga untuk memperkuat ketahanan ekonomi keluarga. Pengurangan pengeluaran rumah tangga membuka ruang bagi keluarga untuk mengalokasikan pendapatan pada kebutuhan lain yang lebih produktif, seperti pendidikan, kesehatan, dan tabungan," paparnya. 

Menurut Dadan, hasil survei BPS menjadi dasar penting dalam pengembangan kebijakan lanjutan yang lebih tepat sasaran.

"Data dari BPS menjadi pijakan kami untuk terus menyempurnakan program, agar manfaatnya semakin luas dan merata," ucap Dadan.  

Ke depan, BGN bersama BPS akan terus memperkuat sistem pemantauan dan evaluasi berbasis data guna memastikan MBG berjalan efektif, transparan, dan berkelanjutan.

Sebelumnya, Kepala BPS Amalia Adininggar Widyasanti menjelaskan, survei MBG dilakukan dalam dua tahap, yaitu survei khusus terkait penyelenggaraan program dan rantai pasok, serta survei baseline mengenai dampaknya terhadap rumah tangga penerima.  

"Survei baseline kami melibatkan 81.100 rumah tangga di seluruh Indonesia untuk menghasilkan estimasi hingga tingkat provinsi," ujar Amalia.

Amalia mengemukakan, hasil survei menunjukkan mayoritas penerima manfaat merasakan kemudahan dalam memperoleh makanan bergizi, berkurangnya waktu persiapan makan, serta perubahan perilaku konsumsi ke arah yang lebih sehat, khususnya di wilayah pedesaan. 

"Program MBG menurunkan beban konsumsi makanan rumah tangga. Sisa pendapatan yang dimiliki keluarga dapat dimanfaatkan untuk meningkatkan kesejahteraan mereka," kata Amalia.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
jakartafair2026

Piala Dunia, Tim-tim Favorit Lolos ke Fase Gugur  

1.5 jam yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Olahraga
Piala Dunia, Tim-tim Favori...
PT KAI: Commuter Line lintas Tanjung Priok Mulai Berhenti di Stasiun JIS

PT KAI: Commuter Line lintas Tanjung Priok Mulai Berhenti di Stasiun JIS

23 Jun 2026
Pilihan Pembaca
# 7
Menanti laporan MSCI, 23 Juni 2026
📅 Selasa, 23-Jun-2026
# 7
Menanti laporan MSCI, 23 Juni 2026
📅 Selasa, 23-Jun-2026
Menanti laporan MSCI, 23 Juni 2026
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.