Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Dinamika Atmosfer yang Aktif Memicu Hujan Lebat di NTB

📅 Jumat, 12 Jun 2026, 17:25 WIB | Oleh: Tim Penulis
Dinamika Atmosfer yang Aktif Memicu Hujan Lebat di NTB Doc: Antara

Mataram - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) melaporkan dinamika atmosfer yang sedang aktif telah memicu hujan intensitas sedang hingga lebat yang disertai angin kencang dan petir di wilayah Nusa Tenggara Barat (NTB) pada 12 Juni 2026.

"Kelembapan udara pada lapisan menengah terpantau cukup tinggi berkisar antara 70 sampai 90 persen, sehingga mendukung proses pembentukan awan hujan," kata Ketua Kelompok Kerja Observasi, Data, dan Informasi Stasiun Meteorologi Zainuddin Abdul Madjid (ZAM) Ari Wibianto di Mataram, Jumat. 

Ari menuturkan ada juga sirkulasi siklonik di sekitar Kalimantan bagian selatan yang membentuk daerah pertemuan massa udara atau konvergensi.

Fenomena itu turut meningkatkan peluang pembentukan awan-awan hujan di wilayah Nusa Tenggara Barat.  

Bahkan, aktivitas gelombang atmosfer Madden–Julian Oscillation (MJO) dan Equatorial Rossby (ER) juga terpantau aktif di wilayah NTB sejak 11 Juni 2026.

"Kondisi itu mendukung peningkatan pertumbuhan awan konvektif yang berpotensi memicu hujan dengan intensitas sedang hingga lebat, yang dapat disertai kilat/petir dan angin kencang," papar Ari.  

BMKG memperkirakan potensi hujan dengan intensitas ringan hingga sedan masih berpeluang terjadi dalam satu hingga dua hari ke depan. 

Wilayah yang berpotensi terdampak hujan antara lain Kota Mataram, Kabupaten Lombok Barat, Lombok Utara, dan Bima, terutama pada siang hingga malam hari.  

Ari meminta masyarakat tidak perlu heran apabila hujan masih turun meskipun Nusa Tenggara Barat saat ini sedang memasuki periode musim kemarau.  

Menurut dia, musim kemarau tidak berarti hujan berhenti sepenuhnya, melainkan ditandai oleh berkurangnya frekuensi dan jumlah curah hujan dibandingkan musim hujan.

"Dalam kondisi tertentu, pengaruh dinamika atmosfer seperti aktivitas MJO, gelombang Equatorial Rossby, tingginya kelembapan udara, serta adanya daerah konvergensi dan perlambatan angin masih dapat memicu pertumbuhan awan konvektif yang menghasilkan hujan," pungkas Ari.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Microchip Perbarui Ethernet Sensor Bridge untuk Perkuat Konektivitas Edge AI
    Preview komentar:
    Penyusutan dimensi perangkat hingga 60 persen yang dipadukan ...
  • Kartu Transportasi Bersubsidi Bocor, DPRD DKI Minta Data Diperketat
    Preview komentar:
    Membaca sorotan DPRD DKI mengenai kebocoran kartu transportasi ...
  • XLSMART Berhasil Raih Kinerja Solid Semester I 2026.
    Preview komentar:
    Keberhasilan XLSMART dalam memperluas cakupan 5G hingga 52 ...
Megapolitan
LRT Kelapa Gading Meluncur ...
Ekonomi
Program Mami Sera Dorong Pe...
Daerah
Banyak Peminat, 39 ASN Ikut...
Nasional
Gladi Persiapan Sidang Tahu...
Ekonomi
Perluas Pembiayaan, Kemenko...
Persija dan Dewa United Jadi Lawan Brisbane Roar saat Tur Pramusim di Indonesia

Persija dan Dewa United Jadi Lawan Brisbane Roar saat Tur Pramusim di Indonesia

12 Aug 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.