Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Pentagon Menuduh Alibaba, Baidu, dan BYD Membantu Militer Tiongkok

📅 Rabu, 10 Jun 2026, 01:00 WIB | Oleh:
Pentagon Menuduh Alibaba, Baidu, dan BYD Membantu Militer Tiongkok Doc: AFP/Daniel SLIM
Ket. Pemandangan udara Pentagon markas besar Departemen Pertahanan AS, di Arlington, Virginia, baru-baru ini.

WASHINGTON DC – Departemen Pertahanan Amerika Serikat (Pentagon) kembali memperbarui daftar perusahaan yang dinilai memiliki keterkaitan dengan militer Tiongkok dengan memasukkan sejumlah nama besar, termasuk Alibaba Group, Baidu, dan produsen kendaraan listrik BYD. Langkah tersebut berpotensi menambah ketegangan hubungan Washington dan Beijing yang dalam beberapa tahun terakhir terus bersaing di bidang perdagangan, teknologi, dan keamanan nasional.

Dilansir dari The Straits Times, pembaruan daftar tersebut diumumkan melalui Federal Register pada Senin (8/6) sebagai bagian dari daftar tahunan Pentagon mengenai perusahaan yang dianggap mendukung atau memiliki hubungan dengan Tentara Pembebasan Rakyat Tiongkok (People's Liberation Army/PLA). Daftar itu sebelumnya sempat muncul dalam pembaruan Februari lalu, namun ditarik hanya beberapa menit setelah dipublikasikan.

Dengan keputusan terbaru ini, AS kini secara resmi memasukkan tiga raksasa teknologi Tiongkok, yakni Alibaba, Baidu, dan Tencent Holdings, dalam kelompok perusahaan yang dinilai membantu kepentingan militer negara tersebut. Tencent sendiri telah masuk daftar sejak 2025 dan masih berupaya menghapus namanya dari daftar Pentagon.

Selain sektor teknologi, Pentagon juga menyasar industri kendaraan listrik dengan memasukkan BYD, perusahaan yang saat ini menjadi salah satu produsen mobil listrik terbesar di dunia dan pesaing utama Tesla di berbagai pasar global.

Tak hanya itu, dua produsen cip memori asal Tiongkok, ChangXin Memory Technologies (CXMT) dan Yangtze Memory Technologies (YMTC), kembali dimasukkan ke dalam daftar setelah sempat dikeluarkan dari versi yang dipublikasikan secara singkat pada Februari lalu. Kembalinya kedua perusahaan tersebut menunjukkan perhatian serius pemerintah AS terhadap perkembangan industri semikonduktor Tiongkok yang dinilai memiliki implikasi strategis terhadap keamanan nasional.

Reputasi Perusahaan

Meskipun daftar tersebut tidak secara otomatis memicu sanksi ekonomi atau larangan operasional, keberadaannya memiliki dampak signifikan terhadap reputasi perusahaan yang tercantum. Pentagon kerap menggunakan daftar tersebut sebagai dasar untuk membatasi akses perusahaan terhadap kontrak militer AS maupun berbagai program pendanaan penelitian.

Selain itu, penetapan dalam daftar juga sering dipandang sebagai sinyal peringatan bagi investor internasional. Banyak analis menilai pencantuman tersebut dapat menjadi langkah awal sebelum pemerintah AS menerapkan pembatasan perdagangan, investasi, atau teknologi yang lebih ketat.

Pasar merespons pengumuman itu dengan penurunan harga saham sejumlah perusahaan yang terdampak. Saham American Depositary Receipt (ADR) Alibaba tercatat turun 0,8 persen dalam perdagangan di New York, sementara saham Baidu melemah 2,1 persen. Saham BYD juga mengalami penurunan meski dalam skala yang lebih terbatas.

Sebagian besar perusahaan yang masuk dalam daftar belum memberikan tanggapan resmi. Namun, selama ini banyak perusahaan Tiongkok yang menolak tuduhan pemerintah AS mengenai hubungan mereka dengan militer negara tersebut.

Pemerintah Tiongkok juga kembali menyuarakan keberatannya terhadap langkah Washington. Juru bicara Kedutaan Besar Tiongkok di Washington, Liu Pengyu, sebelumnya menyatakan bahwa tindakan semacam itu merugikan iklim investasi dan bisnis.

“Tiongkok mendesak AS untuk segera memperbaiki praktik-praktik yang salah dan menyediakan lingkungan bisnis yang adil, setara, dan tidak diskriminatif bagi perusahaan-perusahaan Tiongkok,” kata Liu.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
jakartafair2026

Megapolitan
Jakarta Masih Menarik bagi ...
Megapolitan
Pemprov Tawarkan Investasi ...
Nasional
Ekraf Harus Adaptif Hadapi ...

Panas Ekstrem Bayangi Piala Dunia 2026

1.5 jam yang lalu | Lukman

Nasional
Panas Ekstrem Bayangi Piala...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Jadwal Lengkap Konser Musik di Jakarta Fair Kemayoran PRJ 2026

Jadwal Lengkap Konser Musik di Jakarta Fair Kemayoran PRJ 2026

09 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.