Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Di Balik Energi Biomassa, JAPESDA Gorontalo Ingatkan Risiko Pemanfaatan Kayu.

📅 Rabu, 10 Jun 2026, 10:41 WIB | Oleh:
Di Balik Energi Biomassa, JAPESDA Gorontalo Ingatkan Risiko Pemanfaatan Kayu. Doc: Antara Foto
Ket. Penampilan monolog Fatiya Adam dalam acara peringatan hari lingkungan hidup sedunia oleh JAPESDA, Senin (8/6).

 Pemanfaatan kayu sebagai bahan baku energi biomassa menjadi sorotan Jaringan Advokasi Pengelolaan Sumber Daya Alam (JAPESDA) Gorontalo melalui kolaborasi bersama sejumlah komunitas seni dan lingkungan pada peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia yang dirangkaikan dengan perayaan 20 tahun organisasi tersebut.

Kegiatan yang berlangsung di Hartdik Studio, Gorontalo, itu menghadirkan pameran seni rupa, pertunjukan teater, monolog, pemutaran film dokumenter, musik akustik, hingga diskusi publik yang mengangkat tema "Atas Nama Transisi Energi, Hutan Gorontalo Dikorbankan".

Direktur JAPESDA Gorontalo Christopel Paino di Gorontalo, Senin, mengatakan kampanye tersebut bertujuan mengajak masyarakat memahami keterkaitan antara transisi energi, keberlanjutan hutan, dan ruang hidup masyarakat.

"Kami mengangkat tema ini untuk membuka ruang diskusi publik mengenai pemanfaatan kayu yang diolah menjadi wood pellet dan digunakan sebagai sumber energi yang diklaim terbarukan di sejumlah negara, termasuk Korea dan Jepang," katanya.

Menurut dia, isu tersebut dipilih karena hutan memiliki fungsi penting tidak hanya sebagai penyangga lingkungan, tetapi juga sebagai habitat satwa liar, kawasan penyangga pesisir, serta ruang hidup masyarakat yang bergantung pada sumber daya alam.

Kegiatan tersebut merupakan hasil kolaborasi JAPESDA bersama Hartdik Studio, Pasar Ambuwa, Jaringan Pemantau Independen Kehutanan (JPIK) Gorontalo, Tupalo Art, Indung Art Project, dan Teater Peneti.

Berbagai medium seni digunakan untuk menyampaikan pesan lingkungan, mulai dari karya seni rupa, pameran foto, pertunjukan teater dan monolog, hingga pemutaran film dokumenter yang mengangkat isu hutan tanaman energi dan biomassa wood pellet.

Menurut Christopel, karya-karya yang ditampilkan tidak hanya berbicara mengenai kondisi lingkungan, tetapi juga memperlihatkan keterkaitan antara hutan, masyarakat, pengetahuan lokal, dan keanekaragaman hayati.

"Kami ingin menunjukkan bahwa ketika ruang hidup rusak, yang hilang bukan hanya pohon. Ada pengetahuan lokal, budaya, dan keanekaragaman hayati yang ikut terancam," ujarnya.

Selain menampilkan karya seni dan pertunjukan, kegiatan tersebut juga menghadirkan film dokumenter yang mengulas pemanfaatan kayu sebagai bahan baku biomassa yang diolah menjadi wood pellet untuk kebutuhan energi, yang kemudian dilanjutkan dengan diskusi publik mengenai hutan tanaman energi.

Menurut dia, pendekatan melalui seni dipilih karena dinilai dapat menjadi media edukasi yang menjangkau berbagai kalangan, termasuk generasi muda, dalam memahami isu-isu lingkungan yang berkembang di sekitar mereka.

Peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia tahun ini sekaligus menjadi momentum refleksi atas perjalanan 20 tahun JAPESDA dalam melakukan advokasi, pendidikan publik, dan pendampingan masyarakat terkait pengelolaan sumber daya alam di Gorontalo.

Melalui kolaborasi antara pegiat lingkungan dan komunitas seni tersebut, JAPESDA berharap diskursus mengenai transisi energi dapat menjadi perhatian bersama terhadap keberlanjutan hutan, keanekaragaman hayati, dan ruang hidup masyarakat.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
jakartafair2026

Daerah
Helm Pintar Pendeteksi Kant...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Saham SpaceX Meroket, Elon Musk Jadi Triliuner Pertama di Dunia

Saham SpaceX Meroket, Elon Musk Jadi Triliuner Pertama di Dunia

13 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.