Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Gang Tempe, Jalan Sempit Bagian Sejarah Panjang Sentra Tempe

4 Senin, 13 Apr 2026, 17:53 WIB | Oleh:
Gang Tempe, Jalan Sempit Bagian Sejarah Panjang Sentra Tempe Gang Tempe, Jalan Sempit Bagian Sejarah Panjang Sentra Tempe Doc: ANTARA/Luthfia Miranda Putri
Ket. Kawasan Gang Tempe yang telah memproduksi tempe sejak tahun 80an di Jalan Haji Aom, Kramat Pela, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Senin (13/4).

JAKARTA - Gang Tempe bukan sekadar nama jalan sempit di sudut Jalan Haji Aom, Kramat Pela, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan.

Aroma khas kedelai yang difermentasi sudah menjadi bagian dari keseharian warga di gang itu. Aroma khas itu menjadi napas ekonomi bagi mereka.

Sudut kawasan itu bukan sekadar tempat produksi pangan, tetapi juga ruang hidup yang menyimpan cerita panjang tentang kerja keras dan harapan.

Semua bermula pada 1983. Saat itu, seorang perantau dari Pekalongan datang dan bekerja sebagai karyawan pembuatan tempe murni.

Sosok bernama Joko Asori (57) itu belum membayangkan bahwa langkah kecilnya di industri rumahan akan menjadi bagian dari sejarah panjang sentra tempe.

“Awalnya kami hanya karyawan. Tapi seiring waktu, kami belajar dan akhirnya bisa mandiri,” kata Joko.

Dari satu-dua orang yang belajar membuat tempe, perlahan tumbuh komunitas kecil pengrajin. Mereka tidak hanya berbagi teknik produksi, tetapi juga semangat untuk bertahan hidup di tengah kota besar. Tempe murni menjadi produk utama yang dipasarkan ke pasar-pasar sekitar.

Kemudian, seiring waktu berjalan, dan perubahan datang pada 2011. Seorang pengrajin bernama Ibu Haji Tina membawa ide baru sepulang dari kunjungan ke Jawa Tengah.

Dari sana, dia melihat potensi lain dari kedelai yakni keripik tempe. Setelah berulang kali mencoba, keripik tempe justru menjadi primadona.

Yang semula hanya tempe murni, kini Gang Tempe dikenal sebagai penghasil keripik tempe yang digemari berbagai kalangan.

Transformasi ini tidak hanya mengubah jenis produk, tetapi juga mengubah wajah ekonomi di kampung itu. Jika sebelumnya hanya segelintir orang yang menjadi pengrajin, kini jumlahnya mencapai sekitar 37 orang.

Keripik tempe Mama Tina menjadi pionirnya, lalu diikuti keripik tempe Pak Joko, Timoti, dan lain-lainnya.

Kemudian, Joko terpilih sebagai Ketua Kelompok Pengrajin Tempe Kramat Pela yang tergabung dalam Koperasi Produsen Tahu Tempe Indonesia (KOPTI) Jakarta Selatan.

Tak hanya itu, Joko juga menyebut pihaknya mendapatkan bantuan dari BRI pada 2021.

Dalam prosesnya, BRI menawarkan agar kawasan produsen keripik tempe di Kramat Pela itu dibuat klaster untuk memudahkan pemberian bantuan berupa peralatan seperti mesin potong.

Menariknya, meski jumlah pengrajin di sana banyak, tidak ada persaingan tidak sehat. Setiap produsen memiliki pelanggan masing-masing. Ada yang memasok ke pasar, ada yang melayani pesanan perkantoran, bahkan ada yang sudah menembus pasar ekspor.

Like, Share, Comment:

Komentar (2)

desapo desar
desapo desar
14 Apr 2026, 13:27 WIB.

Komentar dihapus otomatis karena terindikasi sebagai spam

Balas
desapo desar
desapo desar
14 Apr 2026, 13:28 WIB.

Komentar dihapus otomatis karena terindikasi sebagai spam

Balas
Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Kapasitas Produksi Menganggur, Industri Didesak Bangkit
    Berita yang sangat melegakan bagi kita yang bergerak ...
  • Jakarta Timur Bersiap Jadi Magnet Investasi Baru, Kawasan 370 Hektare Ini Dilirik
    Tidak akan sukses. Catat ini. Ormas sm warlok ...
  • Industri Makanan dan Minuman Tumbuh 7,04 Persen, KRISTA InterFOOD 2026 Perluas Peluang Bisnis
    Pencapaian kinerja industri mamin yang impresif ini tentu ...
  • Ekspor Tembus 4,85 Miliar Dolar AS, UGM Dorong Teknologi Hijau Industri Kulit
    Ekspor kulit tembus 4,85 miliar dolar AS, UGM ...
  • GrabMart Catat Lonjakan Pesanan Dini Hari, Strategi Pemasaran Brand Perlu Berubah
    Banyak sekarang pekerja kantoran sampe rumah malam, lalu ...

Peluang Kerja Membludak Sampai 83.300 Lowongan

36 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Daerah
Peluang Kerja Membludak Sam...
Olahraga
Indonesia Tak Bisa Pertahan...

Tahun Depan Seluruh OPD Bogor Sudah Digitalisasi

47 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Megapolitan
Tahun Depan Seluruh OPD Bog...
Olahraga
Djokovic Mulai Pulih dari M...
Olahraga
West Ham Pecat Nuno Espirit...
Luar Negeri
Korea Utara Murka Menolak T...
Advertisement
Terkonfirmasi, Jenderal LSP Ditahan di Rutan Mabes Polri   

Terkonfirmasi, Jenderal LSP Ditahan di Rutan Mabes Polri  

03 Nov 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.