Persepsi Investor Bergantung Kepastian dan Konsistensi Kebijakan Pemerintah dan BI
📅 Selasa, 09 Jun 2026, 01:15 WIB | Oleh: Eko S“Ketika tekanan global terjadi bersamaan dengan munculnya berbagai pertanyaan mengenai kebijakan domestik, dampaknya terhadap Indonesia menjadi lebih besar dibandingkan negara lain yang memiliki kondisi fundamental serupa tetapi persepsi risikonya lebih rendah,” kata Hendra.
Dari berbagai isu yang berkembang belakangan, mulai dari outlook rating, kebijakan fiskal, Danantara, hingga perubahan sejumlah regulasi, menurut Hendra, menjadi faktor yang paling mempengaruhi persepsi investor sebenarnya adalah tingkat kepastian dan konsistensi kebijakan.
“Investor pada dasarnya dapat menerima berbagai kebijakan baru selama arah, tujuan dan tata kelolanya jelas,” kata Hendra.
Sebaliknya, pasar cenderung memberikan respons negatif ketika muncul ketidakjelasan mengenai implikasi fiskal jangka panjang, mekanisme pengelolaan aset negara, potensi konflik kepentingan, maupun perubahan regulasi yang dianggap terlalu cepat atau kurangnya komunikasi yang baik.
Sebaiknya Anda baca juga:
“Dalam dunia investasi, ketidakpastian sering kali lebih ditakuti dibandingkan berita buruk itu sendiri. Investor dapat menghitung risiko apabila datanya jelas, tetapi akan cenderung mengurangi eksposur apabila sulit memperkirakan arah kebijakan ke depan,” kata Hendra.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!