Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Dikira Lolos dari Pemeriksaan, WNA Kazakhstan Bawa 1 Kg Hasish Ditangkap di Bali

📅 Kamis, 13 Agu 2026, 01:00 WIB | Oleh: Tim Penulis
Dikira Lolos dari Pemeriksaan, WNA Kazakhstan Bawa 1 Kg Hasish Ditangkap di Bali Doc: Antara
Ket. Petugas gabungan BNNP Bali bersama Bea Cukai Ngurah Rai menggagalkan upaya penyelundupan narkotika jenis hasish jaringan Kazakhstan-Bali yang melibatkan seorang warga negara Kazakhstan dari Bangkok menuju Bali.

Denpasar - Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Bali bersama Bea Cukai Ngurah Rai menggagalkan upaya penyelundupan narkotika jenis hasish jaringan Kazakhstan-Bali yang melibatkan seorang warga negara Kazakhstan dari Bangkok menuju Bali.

Kepala BNN Provinsi Bali Brigjen Pol. Dr. Putu Putera Sadana menjelaskan penindakan tersebut dilakukan pada Selasa (4/8) terhadap seorang penumpang perempuan berinisial VM (25), warga negara Kazakhstan, yang tiba di Bali dari Bangkok, Thailand.

"Dalam pemeriksaan, petugas menemukan satu kemasan plastik jar berwarna hitam di dalam koper milik VM," kata Sadana di Denpasar, Rabu (12/8).

Kemasan tersebut berisi gel yang diduga narkotika jenis hasish dengan berat mencapai 1.079 gram bruto.

Sadana menjelaskan bahwa paket narkotika tersebut disamarkan di antara pakaian dan aksesori wanita di dalam koper.

Modus tersebut diduga dilakukan untuk mengelabui petugas saat pemeriksaan di Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai.

Dari hasil pemeriksaan awal terhadap VM serta alat komunikasi yang digunakannya, petugas memperoleh informasi bahwa perempuan tersebut diduga tidak bekerja sendiri.

VM mengaku diperintah oleh seorang perempuan yang disebut berada di Kazakhstan untuk membawa koper tersebut ke Bali dan menyerahkannya kepada seseorang yang identitasnya belum diketahui.

Menindaklanjuti informasi tersebut, Kepala BNN Provinsi Bali Putu Sadana memerintahkan Tim Pemberantasan BNNP Bali melakukan pengembangan terhadap jaringan tersebut.

Petugas kemudian melakukan kontrol komunikasi antara VM dengan perempuan yang diduga sebagai pengendali dari Kazakhstan. Tim juga melakukan profiling terhadap sosok yang disebut sebagai pengendali tersebut.

Namun, berdasarkan data perlintasan keimigrasian, perempuan yang diduga sebagai pengendali itu diketahui telah meninggalkan Indonesia sejak 2020.

Putu Sadana mengatakan hasish merupakan narkotika golongan I. Menurut dia, peredaran hasish di Bali cukup marak dan salah satu kelompok yang menjadi perhatian adalah warga negara asing.

"Saat ini, VM beserta barang bukti telah diamankan dan dibawa ke Kantor BNN Provinsi Bali untuk menjalani pemeriksaan serta proses pengembangan lebih lanjut," ungkap Sadana.

BNNP Bali masih mendalami jaringan di balik penyelundupan tersebut, termasuk mengungkap pihak yang menjadi pengendali dan calon penerima koper berisi hasish di Bali.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Abu Vulkanik Masih Bisa Menembus Masker N95, Kecuali Diberi Tambahan
    Pantesan negara ga maju2, profesor UI lohhhh , ...
  • BTN Dorong Industri Kopi Indonesia Naik Kelas Lewat Kolaborasi dan Digitalisasi
    Langkah luar biasa dari BTN dalam menginisiasi kolaborasi ...
  • OJK Bubarkan 58 Dana Pensiun, Ada Apa dengan Industri Pensiun RI?
    Meskipun terdapat pembubaran puluhan dana pensiun pemberi kerja, ...
  • Kini Deli Serdang Kembangkan Industri Jamur Menggunakan Elektrifikasi, Bisa Ditiru
    Inisiatif pemanfaatan teknologi elektrifikasi melalui mesin pengaduk media ...
  • Perkuat Daya Saing di Tengah Dinamika Pasar Global, VDNI Pacu Pertumbuhan Berkelanjutan di 2026
    Langkah strategis PT Virtue Dragon Nickel Industry (VDNI) ...

Anggaran Dipangkas, Gerak BNPB Terbatas

16 menit yang lalu | Lukman

Ekonomi
Anggaran Dipangkas, Gerak B...
Megapolitan
Gubernur DKI: PJJ Jakarta B...
Advertisement
Pesan Terakhir Pukul 15.04, Ini Kronologi dan Update Pencarian Jurnalis Hilang Kontak di Perairan Selat Sunda

Pesan Terakhir Pukul 15.04, Ini Kronologi dan Update Pencarian Jurnalis Hilang Kontak di Perairan Selat Sunda

09 Sep 2026
Pilihan Pembaca
# 4
# 4
Wapres Sara Duterte Bayar Uang Jaminan
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.