Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Persepsi Investor Bergantung Kepastian dan Konsistensi Kebijakan Pemerintah dan BI

📅 Selasa, 09 Jun 2026, 01:15 WIB | Oleh:
Persepsi Investor Bergantung Kepastian dan Konsistensi Kebijakan Pemerintah dan BI Doc: istimewa
Ket. Inflasi pada Mei 2026 tercatat meningkat menjadi 3,08 persen secara tahunan dari 2,42 persen pada April 2026, atau kembali menembus level 3 persen.

JAKARTA - Ekonomi Indonesia memiliki sejumlah titik kerawanan yang menuntut kewaspadaan yakni tekanan inflasi dan menyusutnya surplus perdagangan. Kenaikan inflasi tidak hanya dipicu oleh gangguan pasokan dan komponen volatile food, tetapi juga dipengaruhi oleh pelemahan nilai tukar rupiah.

Oleh sebab itu, pengendalian inflasi dan stabilitas kurs perlu mendapat perhatian lebih besar agar ruang untuk mendorong pertumbuhan ekonomi tidak semakin terbatas.

Board of Experts Prasasti Center for Policy Studies, Halim Alamsyah dalam keterangannya di Jakarta, Senin (8/6) membaca potret ekonomi Indonesia ini sebagai perkembangan yang cukup positif di sisi produksi dan ekspor, namun menyisakan titik kerawanan yang perlu diwaspadai.

Inflasi pada Mei 2026 tercatat meningkat menjadi 3,08 persen secara tahunan dari 2,42 persen pada April 2026, atau kembali menembus level 3 persen.

Kenaikan inflasi bukan hanya dipicu oleh gangguan pasokan dan komponen volatile food, tetapi juga dipengaruhi oleh pelemahan nilai tukar rupiah. Karena itu, pengendalian inflasi dan stabilitas kurs perlu mendapat perhatian lebih besar agar ruang untuk mendorong pertumbuhan ekonomi tidak semakin terbatas.

“Strategi pemerintah untuk terus mendorong kegiatan ekonomi akan diuji oleh pasar dengan kemampuan pemerintah dan Bank Indonesia dalam menjaga stabilitas rupiah dan inflasi. Langkah-langkah untuk meningkatkan pasokan valas di dalam negeri dan koordinasi kebijakan makroekonomi untuk menjaga fundamental ekonomi Indonesia dilihat oleh pelaku ekonomi sebagai suatu hal yang amat kritikal di tengah ketidakpastian ekonomi yang tinggi dewasa ini,” kata Halim.

Ia pun mengimbau, jangan sampai langkah-langkah yang diambil justru menambah ketidakpastian itu sendiri. “Bagi pelaku ekonomi, kredibilitas kebijakan menuntut adanya kejelasan sasaran, insentif yang terarah, serta pelaksanaan yang konsisten,” papar Halim.

Proses Repricing

Di waktu lain, pengamat pasar modal, Hendra Wardana mengatakan bahwa tekanan yang terjadi terhadap pasar keuangan Indonesia menunjukkan adanya proses repricing, yang mana investor global melakukan penyesuaian ulang terhadap risiko di pasar Indonesia.

Ketika kurs rupiah melemah, IHSG terus terkoreksi dan arus dana asing keluar (capital outflow). Pasar pada dasarnya sedang menuntut premi risiko yang lebih tinggi untuk berinvestasi di Indonesia.

“Dalam kondisi seperti ini, investor tidak hanya melihat potensi pertumbuhan ekonomi, tetapi juga menilai seberapa besar risiko yang harus mereka tanggung,” kata Hendra kepada Antara, di Jakarta, Senin (8/6).

Risiko yang paling menjadi perhatian pasar saat ini bukan semata-mata pertumbuhan ekonomi yang melambat, melainkan meningkatnya ketidakpastian terhadap arah kebijakan, keberlanjutan fiskal, stabilitas kurs rupiah, serta kemampuan pemerintah menjaga kepercayaan pasar.

“Ketika tingkat ketidakpastian meningkat, investor cenderung meminta kompensasi berupa valuasi yang lebih murah sebelum kembali masuk ke pasar,” ujar Hendra.

Apabila beberapa tahun lalu faktor global sering menjadi penjelasan utama pergerakan pasar Indonesia, namun untuk saat ini pengaruh faktor domestik justru semakin besar. Investor saat ini, mulai melakukan perbandingan antarnegara emerging market, dan memilih negara yang dinilai memiliki kepastian kebijakan lebih baik, risiko fiskal lebih rendah, serta arah pembangunan yang lebih mudah diprediksi.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Advertisement
Inacraft Detail Sidebar
Nasional
Timothy Ivan Triyono Mundur...
Luar Negeri
AS Kirim Dua Jet Tempur F-1...
Advertisement
7 Event Jakarta Akhir Pekan 3-4 Oktober: Ada Indonesia Comic Con hingga JICAF 2026

7 Event Jakarta Akhir Pekan 3-4 Oktober: Ada Indonesia Comic Con hingga JICAF 2026

02 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.