Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Embun Upas Kembali Selimuti Kompleks Candi Arjuna Dieng, Serasa Seperti di Eropa!

📅 Selasa, 09 Jun 2026, 17:34 WIB | Oleh:
Embun Upas Kembali Selimuti Kompleks Candi Arjuna Dieng, Serasa Seperti di Eropa! Doc: ANTARA/HO-UPTD Wisata Dieng
Ket. Wisatawan "berburu" embun beku yang muncul di sekitar kompleks Candi Arjuna, Kawasan Dataran Tinggi Dieng, Desa Dieng Kulon, Kecamatan Batur, Kabupaten Banjarnegara, Jawa Tengah, Minggu pagi.

PURWOKERTO, JAWA TENGAH - Fenomena embun beku atau bun upas kembali menyelimuti kawasan Candi Arjuna, Desa Dieng Kulon, Dataran Tinggi Dieng, Kabupaten Banjarnegara, Jawa Tengah, dalam beberapa hari terakhir seiring datangnya musim kemarau.

Saat dihubungi wartawan dari Purwokerto, Kabupaten Banyumas, Selasa (9/6) siang, Sekretaris Desa Dieng Kulon Sabar Alfarisi mengatakan kemunculan embun beku mulai terlihat sejak beberapa hari terakhir seiring suhu udara yang terus menurun pada malam hingga pagi hari.

"Kurang lebih sudah tiga hari terakhir embun beku mulai muncul di Dieng. Sebarannya terlihat di sekitar kawasan Candi Arjuna dan beberapa area terbuka lainnya," katanya.

Menurut dia, fenomena alam yang menjadi ciri khas musim kemarau di Dieng itu selalu menarik perhatian wisatawan.

Oleh karena itu, kata dia, banyak pengunjung datang sejak dini hari untuk menyaksikan sekaligus mengabadikan terbentuknya lapisan kristal es tipis di permukaan rumput dan tanaman.

"Sudah banyak wisatawan yang datang untuk melihat dan mengambil foto embun beku. Fenomena ini memang selalu menjadi daya tarik tersendiri bagi pengunjung Dieng," katanya.

Kepala Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Stasiun Klimatologi Jawa Tengah Goeroeh Tjiptanto mengatakan kemunculan bun upas tahun ini dipicu kondisi cuaca yang kering dalam beberapa hari terakhir.

20260609173518_1000331332.jpeg

Wisatawan menikmati hamparan rumput yang diselimuti embun beku di Dataran Tinggi Dieng terutama kawasan Candi Arjuna, Desa Dieng Kulon, Kecamatan Batur, Kabupaten Banjarnegara, Jawa Tengah, Selasa (9/6). Antara/Dokumentasi Pribadi

Berdasarkan data BMKG, kata dia, curah hujan di kawasan Dieng pada periode 6-9 Juni 2026 tercatat 0 milimeter.

"Curah hujan nol milimeter menunjukkan atmosfer berada dalam kondisi sangat kering. Selain itu, langit cenderung cerah tanpa awan pada malam hingga pagi hari," katanya.

Ia mengatakan tidak adanya tutupan awan membuat panas yang tersimpan di permukaan bumi pada siang hari dilepaskan secara maksimal ke atmosfer dan luar angkasa pada malam hari.

Menurut dia, kondisi tersebut mengakibatkan proses pendinginan berlangsung cepat sehingga suhu permukaan tanah turun drastis.

“Berdasarkan data, suhu udara minimum di Dieng pada 9 Juni 2026 mencapai 1,05 derajat Celcius pada pukul 01.01 WIB. Sementara suhu rumput atau permukaan tanah tercatat lebih rendah, yakni 0,60 derajat Celcius pada pukul 08.30 WIB,” katanya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Peringkat FIFA Melesat, Timnas Indonesia Dipastikan Lolos Langsung ke Putaran Kedua Kualifikasi Piala Dunia 2030
    Masa depan timnas kita sepertinya makin cerah, sangat ...
  • Kolaborasi Industri dan Akademisi Diperkuat, Seequent Dorong Kapasitas Geosains Indonesia
    How can collaboration between industry and academic institutions ...
  • Mengapa Tak Banyak Mahasiswa Asing yang Mau Kuliah di Indonesia?
    What factors might discourage international students from pursuing ...
  • Sangat Memprihatinkan Rumah Dinas TNI untuk Judol, Pelaku Kini Ditahan
    oknum2 begini ini yg bikin citra loreng jadi ...
  • Bahlil Pasang Rem Industri Nikel, Smelter Setengah Jadi Bisa Dimoratorium
    Langkah moratorium smelter setengah jadi ini memang sudah ...
Olahraga
Tinggalkan Skuad Portugal, ...

Pria Terduga Perencana Pembunuh PM Polandia Donald Tusk Ditangkap

24 menit yang lalu | Selocahyo Basoeki Utomo S

Luar Negeri
Pria Terduga Perencana Pemb...
Olahraga
PBB Kecam Pelecehan Rasis t...
Advertisement
Marco Bezzecchi Juara MotoGP Indonesia 2026, Tradisi Unik Mandalika Berlanjut

Marco Bezzecchi Juara MotoGP Indonesia 2026, Tradisi Unik Mandalika Berlanjut

11 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.