Mengenal Fenomena Mariko Aoki: Kebelet Eek Tiap Masuk Toko Buku
📅 Minggu, 29 Mar 2026, 03:11 WIB | Oleh: Winoto Wahyu
Doc: Twitter @irajenar
Cibinong - Kab. Bogor: Pernahkah Anda merasakan tiba-tiba ingin buang air besar (BAB) saat sedang asyik berkeliling di toko buku? Jika ya, Anda tidak sendirian. Fenomena ini memiliki nama yang cukup populer di Jepang dan dunia, yaitu Fenomena Mariko Aoki.
Apa Itu Fenomena Mariko Aoki?
Fenomena Mariko Aoki (青木まりこ現象) adalah istilah dalam bahasa Jepang yang merujuk pada dorongan tiba-tiba untuk buang air besar yang dirasakan saat memasuki toko buku . Nama fenomena ini diambil dari nama seorang wanita Jepang, Mariko Aoki, yang pertama kali mengungkapkan pengalamannya dalam sebuah esai di majalah Hon no Zasshi (Majalah Buku) pada tahun 1985 .
Dalam suratnya, Mariko Aoki yang saat itu berusia 29 tahun menulis, "Saya tidak yakin mengapa, tetapi sejak sekitar dua atau tiga tahun yang lalu, setiap kali saya pergi ke toko buku, saya selalu ingin buang air besar" . Surat tersebut ternyata mendapat respons besar dari para pembaca lain yang mengaku mengalami hal serupa, sehingga para editor majalah tersebut menamai kondisi ini sebagai "Fenomena Mariko Aoki" .
Penyebab Kebelet Eek Tiap Kali di Toko Buku
Hingga saat ini, fenomena Mariko Aoki belum memiliki penjelasan ilmiah yang pasti dan masih menjadi perdebatan. Tidak ada konsensus medis yang menyatakan ini sebagai suatu penyakit atau sindrom tertentu . Namun, terdapat beberapa teori populer yang mencoba menjelaskannya, baik dari sisi psikologis maupun fisiologis.
1. Teori Aroma (Bau Buku dan Tinta)
Salah satu teori yang paling umum adalah aroma kertas atau tinta pada buku memiliki efek laksatif (pencahar) yang merangsang usus . Profesor Nomura Masato, seorang peneliti hubungan antara aroma dan fungsi tubuh di Universitas Kindai, Jepang, menyebut "teori stimulasi aroma" sebagai hipotesis yang kuat . Bahkan, sempat dikembangkan semprotan yang meniru aroma toko buku untuk melihat efeknya .
2. Teori Psikosomatis (Hubungan Pikiran dan Usus)
Dokter spesialis penyakit dalam, Prof. Dr. dr. Ari Fahrial Syam, SpPD-KGEH, MMB, FINASIM, dari Universitas Indonesia menjelaskan bahwa kondisi ini bisa jadi terkait dengan masalah psikologis . Menurutnya, ada hubungan erat antara otak dan usus. Saat berada di toko buku, seseorang bisa mengalami stres karena kesulitan mencari buku, atau sebaliknya, merasa sangat antusias dan senang. Perasaan ini dapat memicu respons fisik berupa keinginan untuk BAB . Kondisi ini mirip dengan sindrom iritasi usus besar (IBS) yang gejalanya bisa dipicu oleh stres atau kecemasan .
3. Teori Postur Tubuh
Posisi tubuh saat memilih buku, seperti membungkuk atau berjongkok untuk melihat rak bagian bawah, dianggap dapat menekan usus dan memudahkan terjadinya buang air besar .
4. Teori Relaksasi dan Kecemasan
Ada dua sisi berbeda dari teori ini. Di satu sisi, suasana toko buku yang tenang dan nyaman membuat tubuh menjadi sangat rileks sehingga otot-otot usus ikut mengendur . Di sisi lain, bagi sebagian orang, toko buku bisa menjadi sumber kecemasan karena "beban informasi" yang berlebihan dari ribuan judul buku. Dorongan untuk BAB muncul sebagai respons alami tubuh untuk menghilangkan "beban" tersebut .
5. Teori Asosiasi (Pavlovian)
Teori ini menyebutkan bahwa banyak orang memiliki kebiasaan membaca di toilet. Seiring waktu, otak mengasosiasikan buku dengan aktivitas buang air besar. Saat memasuki toko buku yang penuh dengan buku, respons otomatis itu pun muncul .
Contoh Fenomena Mariko Aoki
Sebaiknya Anda baca juga:
Fenomena ini tidak hanya terjadi di Jepang, tetapi juga dialami oleh banyak orang di berbagai belahan dunia, meskipun mungkin tidak menggunakan nama yang sama.
1. Di Toko Buku Gramedia - Cibinong Kabupaten Bogor
Seorang pengunjung toko buku Gramedia di daerah Cibinong Kabupaten Bogor dilaporkan tidak kuat menahan sakit perut, hingga berak di depan rak buku (Lihat gambar).
Hal ini sempat ramai di media sosial khususnya twitter beberapa waktu yang lalu.
2. Di Toko Serba Ada TJ Maxx - Amerika Serikat
Fenomena "berak di toko buku" juga dilaporkan sering terjadi di toko ritel seperti TJ Maxx di Amerika Serikat. Dr. Saurabh Sethi, seorang gastroenterolog lulusan Harvard, mengungkapkan bahwa banyak pasiennya mengalami dorongan tiba-tiba untuk BAB saat berbelanja di toko pakaian atau toko serba ada. Bahkan, ada yang mengunjungi toko tertentu setiap hari hanya untuk melancarkan buang air besar . Seorang influencer menyebut lampu neon di toko sebagai pemicunya, sementara yang lain menyebut toko itu sendiri sebagai "pencahar" .
Fenomena Mariko Aoki adalah sebuah kondisi unik yang menunjukkan betapa kompleksnya hubungan antara tubuh, pikiran, dan lingkungan. Meskipun belum ada penjelasan medis yang pasti dan masih dianggap sebagai "mitos perkotaan" oleh sebagian orang, banyaknya pengakuan dari berbagai kalangan menunjukkan bahwa fenomena ini bukan sekadar imajinasi belaka. Coba berikan komentar jika anda juga punya pengalaman ingin BAB tiap kali masuk toko buku ya...
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!