Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Luka yang Belum Sembuh bagi Moldova

📅 Selasa, 11 Agu 2026, 07:38 WIB | Oleh:
Luka yang Belum Sembuh bagi Moldova Doc: Istimewa
Ket. Suasana ibu kota Moldova.

BAGI Chisinau, ibu kota Moldova, Transnistria adalah luka yang belum sembuh. Mengembalikan wilayah tersebut ke dalam struktur negara Moldova merupakan tujuan resmi pemerintah, tetapi cara mencapainya menjadi persoalan yang sangat sensitif. Operasi militer berisiko memicu perang baru dan berpotensi membawa Russia terlibat lebih jauh.

Sebaliknya, membiarkan status quo terus berlangsung berarti mempertahankan wilayah yang berada di luar kendali pemerintah pusat. Oleh karena itu, Moldova selama bertahun-tahun memilih jalur negosiasi.

Organisasi untuk Keamanan dan Kerja Sama di Eropa (OSCE) menjadi salah satu mediator utama. Sementara itu, format negosiasi internasional yang dikenal sebagai 5+2 pernah mempertemukan Moldova dan Transnistria bersama Russia, Ukraina, OSCE, Amerika Serikat, dan Uni Eropa.

Tujuan dasarnya sederhana: menemukan status khusus bagi Transnistria tanpa menggoyahkan kedaulatan Moldova. Namun dalam praktiknya, solusi tersebut sangat sulit dicapai. Setiap perubahan status berpotensi mengubah keseimbangan kekuatan antara Russia, Moldova, Ukraina, dan Eropa Timur.

Masa Depan yang Pelik

Hari ini, pertanyaan terbesarnya bukan lagi sekadar apakah Transnistria akan tetap merdeka. Pertanyaan yang lebih penting adalah: berapa lama model negara yang tidak diakui ini dapat bertahan tanpa dukungan ekonomi dan akses langsung dari Russia seperti masa lalu?

Perubahan mulai terasa. Moldova bergerak semakin dekat dengan Uni Eropa. Jalur perdagangan Transnistria kian terhubung dengan sistem ekonomi Moldova dan Eropa, sehingga ketergantungannya pada Rusia menghadapi tekanan. Di sisi lain, perang di Ukraina membuat keberadaan militer Russia di Transnistria menjadi makin sensitif.

Pada tahun 2026, OSCE masih menjalankan misinya di Moldova dan terus mendorong dialog antara Chisinau dan Tiraspol. Bahkan pada Mei 2026, OSCE memfasilitasi pertemuan langsung antara kepala negosiator Moldova dan Transnistria, yang menjadi pertemuan tatap muka pertama mereka dalam kurun waktu lebih dari satu tahun.

Hal ini menunjukkan bahwa meski konflik telah berlangsung lebih dari tiga dekade, jalur diplomasi belum sepenuhnya tertutup. Namun, masa depan Transnistria tetap sulit diprediksi karena beberapa kemungkinan skenario:

Pertama Transnistria terus bertahan sebagai negara de facto yang tidak diakui. Kedua, wilayah tersebut secara bertahap berintegrasi kembali ke dalam kedaulatan Moldova. Ketiga, ketegangan geopolitik kembali meningkat apabila perang Rusia-Ukraina berkembang ke arah yang mengubah dinamika kawasan.

Satu hal yang hampir pasti, solusinya tidak akan sederhana. Transnistria bukan sekadar garis batas di atas peta. Ia adalah sisa dari runtuhnya sebuah imperium, hasil dari perang yang tidak pernah benar-benar diselesaikan, sekaligus kartu geopolitik yang terus dimainkan di antara Russia dan Eropa.

Di tepi Sungai Dniester, sejarah Uni Soviet belum sepenuhnya berakhir. Ia masih hidup dalam bahasa, bendera, patung, institusi, mata uang, hingga ingatan masyarakatnya. Selama status politiknya belum menemukan jawaban pasti, Transnistria akan tetap menjadi salah satu “negara” paling ganjil di Eropa.

Negeri itu memiliki hampir semua atribut sebuah negara, tetapi tanpa pengakuan internasional. Sebuah negeri yang berdiri di antara dua dunia, menunggu keputusan tentang arah masa depannya. hay

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Industri Plastik RI Mulai Oleng! Produk China Banjir, Pabrik Mulai Kurangi Jam Kerja
    Artikel ini menyoroti akar masalah secara berimbang, di ...
  • ExxonMobil Dorong Efisiensi Operasional Tambang Melalui Teknologi Pelumasan
    Ulasan ini sangat membuka wawasan mengenai pentingnya pergeseran ...
  • Direksi OpenAI Peringatkan Industri Belum Siap Cegah Kehilangan Kendali Atas Kecerdasan Buatan
    Meskipun narasi tentang agen AI yang lepas kendali ...
  • Jamin Mutu MBG, Kemenperin Kawal Penerapan SNI Wajib Food Tray
    Langkah proaktif Kementerian Perindustrian dalam mewajibkan SNI untuk ...
  • Jangan Main-main! Kawasan Industri Diminta Tuntaskan Seluruh Izin
    Langkah proaktif pemerintah pusat dan daerah dalam menata ...
Advertisement
IndoBuildTech Expo Detail Sidebar
Megapolitan
Pemkot Jakut Tertibkan Bang...
Daerah
Penanganan kebakaran di Kaw...
Advertisement
11 Event Jakarta September 2026 Wajib Masuk List, Ada Festival Dessert hingga Konser Musik

11 Event Jakarta September 2026 Wajib Masuk List, Ada Festival Dessert hingga Konser Musik

11 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.