Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Banyak Warga Belum Tahu, Memilah Sampah dari Rumah Bisa Kurangi Beban TPS.

📅 Selasa, 09 Jun 2026, 05:40 WIB | Oleh:
Banyak Warga Belum Tahu, Memilah Sampah dari Rumah Bisa Kurangi Beban TPS. Doc: Antara Foto
Ket. TP PKK Banten saat kunjungan evaluasi program PKK dalam rangka HKG PKK ke-54 di Balai Desa Plawad, Kecamatan Ciruas, Kabupaten Serang

Tim Penggerak Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Kabupaten Serang, Banten, menggencarkan edukasi pemilahan sampah di tingkat rumah tangga sebagai langkah strategis menekan volume limbah yang bermuara ke Tempat Pembuangan Sementara (TPS).

Ketua TP PKK Kabupaten Serang Tifa Hansifa Hanum di Serang, Senin, menyatakan pihaknya segera menggelar pelatihan intensif mengenai pengelolaan bank sampah guna merespons kondisi kedaruratan sampah di wilayah tersebut.

"Dengan pelatihan pemilahan sejak dari rumah tangga, diupayakan sampah yang dibawa ke TPS menjadi sesedikit mungkin," jelas Tifa usai kunjungan evaluasi program PKK dalam rangka Hari Kesatuan Gerak (HKG) PKK ke-54 di Balai Desa Plawad, Kecamatan Ciruas.

Langkah edukasi pengelolaan sampah dari rumah ini sejalan dengan visi TP PKK Provinsi Banten. Ketua TP PKK Banten Tinawati Andra Soni menegaskan bahwa gerakan PKK hadir mendampingi masyarakat hingga ke ruang lingkup terkecil, yakni keluarga, agar dapat hidup lebih sehat, mandiri, dan berdaya.

Dalam kesempatan tersebut Tinawati secara khusus memuji praktik nyata pemilahan limbah rumah tangga yang telah dilakukan oleh kader PKK Desa Plawad. Para kader berhasil menyortir dan mendaur ulang bekas bungkus kopi menjadi kerajinan bernilai guna tinggi, seperti tas jinjing, wadah tisu, hingga kreasi rok.

"Apabila dilakukan dengan ikhlas dan bersama-sama, sekecil apapun langkah yang sudah dilakukan di tingkat keluarga akan memberikan dampak yang besar bagi masyarakat dan lingkungan," ucap Tinawati.

Adapun implementasi edukasi pilah sampah dan pengelolaan lingkungan ini menjadi salah satu indikator penilaian pada Kelompok Kerja (Pokja) 3.

Selain itu evaluasi terpadu ini juga meninjau program-program lainnya, mulai dari simulasi penanganan Kekerasan Dalam Rumah Tangga (Pokja 1), pengembangan UMKM keluarga (Pokja 2), hingga kualitas layanan Posyandu (Pokja 4).

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Paviliun Wonderful Indonesia Sabet Best Booth Design di SITF 2026

Paviliun Wonderful Indonesia Sabet Best Booth Design di SITF 2026

08 Jun 2026
Pilihan Pembaca
# 5
# 5
Ratifikasi IEU-CEPA Dorong Daya Saing
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.