Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Kapolda Bengkulu Imbau Masyarakat Waspadai Investasi Ilegal, Cek Legalitas di OJK.

📅 Selasa, 04 Agu 2026, 13:01 WIB | Oleh:
Kapolda Bengkulu Imbau Masyarakat Waspadai Investasi Ilegal, Cek Legalitas di OJK. Doc: Antara Foto
Ket. Kapolda Bengkulu Irjen Pol Yudhi Sulistianto Wahid (tiga dari kanan) saat menunjukkan barang bukti sejumlah uang dari kasus investasi bodong, Selasa (4/8).

Kepolisian Daerah Bengkulu mengimbau masyarakat di Provinsi Bengkulu lebih waspada terhadap berbagai penawaran investasi yang menjanjikan keuntungan tidak wajar untuk menghindari praktik investasi ilegal.

Kepala Polda Bengkulu Irjen Pol. Yudhi Sulistianto Wahid di Bengkulu, Selasa, mengatakan masyarakat perlu memastikan legalitas suatu usaha melalui Otoritas Jasa Keuangan (OJK) sebelum menanamkan dana.

"Masyarakat diminta untuk lebih berhati-hati melakukan investasi, salah satunya yaitu memastikan legalitas usaha melalui OJK sebelum menanamkan dana," kata Yudhi.

Ia juga mengajak masyarakat berperan aktif melaporkan dugaan tindak pidana maupun praktik investasi ilegal agar dapat segera ditindaklanjuti aparat penegak hukum.

Senada dengan itu, Kepala OJK Provinsi Bengkulu Ayu Laksmi Syntia Dewi mengingatkan masyarakat agar tidak mudah tergiur tawaran investasi yang menjanjikan keuntungan tinggi.

"Kami mengingatkan kepada seluruh masyarakat Bengkulu untuk selalu waspada terhadap penawaran investasi atau transaksi keuangan yang mencurigakan," ujar Ayu.

Ia meminta masyarakat segera melaporkan penawaran investasi mencurigakan melalui kantor, kanal pengaduan, maupun media sosial resmi OJK Provinsi Bengkulu.

Menurut Ayu, masyarakat perlu menerapkan prinsip "2L" sebelum berinvestasi, yakni legal dengan memastikan izin usaha dari otoritas berwenang dan logis dengan mencermati kewajaran keuntungan yang ditawarkan.

Ia menambahkan OJK Provinsi Bengkulu menyediakan layanan bagi masyarakat yang ingin memeriksa legalitas pelaku usaha melalui kantor maupun kanal media sosial resminya.

Sementara itu, Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Bengkulu telah menetapkan satu tersangka berinisial NC alias Yeyen dalam perkara dugaan penghimpunan dana masyarakat tanpa izin atau investasi ilegal.

Penyidik juga menyita sejumlah barang bukti terkait. Dalam perkara tersebut, kerugian masyarakat diduga mencapai miliaran rupiah dan berkas perkara saat ini sedang diproses untuk dilimpahkan ke kejaksaan.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...

Polri Gelar Upacara Serah Terima Panji Tribrata

1.5 jam yang lalu | Fajar Alim M

Nasional
Polri Gelar Upacara Serah T...
Advertisement
Final Indonesia vs Thailand: Penjualan Tiket Dibuka Mulai Rp250 Ribu, Ini Cara Belinya!

Final Indonesia vs Thailand: Penjualan Tiket Dibuka Mulai Rp250 Ribu, Ini Cara Belinya!

02 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.