Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Pemkot Kembali Gelar Bulan Belanja Bandung 2026

📅 Minggu, 07 Jun 2026, 14:58 WIB | Oleh:
Pemkot Kembali Gelar Bulan Belanja Bandung 2026 Doc: Humas Kota Bandung

BANDUNG - Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung kembali menggulirkan program unggulan Bulan Belanja Bandung (BBB) 2026 sebagai motor penggerak ekonomi daerah, dengan pendekatan yang lebih kolaboratif dan cakupan kegiatan yang semakin luas.

Program yang memasuki tahun kedua ini diyakini mampu melanjutkan tren positif tahun sebelumnya dengan perputaran ekonomi mencapai Rp101,07 miliar. Tahun ini, Disdagin Kota Bandung optimistis capaian tersebut dapat meningkat di tengah tantangan ekonomi global.

Kepala Disdagin Kota Bandung, Ronny Ahmad Nurudin mengungkapkan, pelaksanaan BBB tahun ini merupakan kelanjutan dari kesuksesan tahun sebelumnya.

Alhamdulillah tidak terasa kita sudah memasuki tahun ketiga pelaksanaan Bulan Belanja Bandung. Tahun ini insyaallah akan kembali terselenggara dengan rangkaian kegiatan yang lebih kolaboratif,” ujar Ronny, Kamis (4/6) lalu.

Ia menjelaskan, BBB 2026 terdiri dari sejumlah rangkaian kegiatan yang berlangsung sejak Juni hingga Agustus 2026. Agenda ini tidak hanya melibatkan pemerintah, tetapi juga asosiasi pusat perbelanjaan, pelaku usaha, hingga komunitas ekonomi kreatif.

Rangkaian tersebut diawali dengan Pasar Kreatif Bandung pada 8 Juni hingga 2 Agustus 2026, dilanjutkan Indonesia Shopping Festival (ISF) pada Agustus yang diinisiasi oleh APPBI, serta Hari Belanja Diskon Indonesia (HBDI) oleh Hippindo.

Sebagai penutup, akan digelar Bandung Great Sale pada 21–23 Agustus 2026 di Laswi Heritage yang menjadi puncak kegiatan sekaligus ajang promosi besar-besaran berbagai produk unggulan Kota Bandung.

Ronny menyebut, tujuan utama dari BBB adalah meningkatkan aktivitas perdagangan, memperluas akses pasar bagi UMKM, serta mendorong konsumsi masyarakat.

“Ini agenda strategis untuk menggerakkan perekonomian. Kita ingin meningkatkan daya saing pelaku usaha sekaligus memperkuat branding produk lokal Bandung,” kata dia.

Ia juga menyinggung capaian pertumbuhan ekonomi Kota Bandung yang sebelumnya berada di angka 5,29 persen pada 2025. Menurut dia, BBB menjadi salah satu instrumen penting untuk menjaga tren positif tersebut di tengah tantangan global.

Lebih lanjut, Ronny menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam menyukseskan program ini, termasuk dengan Dinas Pariwisata dan Kebudayaan serta sektor perhotelan dan kuliner.

“Tidak ada kompetisi, yang ada kolaborasi. Kita ingin semua stakeholder terlibat agar dampaknya lebih luas,” ujar dia.

Selain itu, Bandung Great Sale tahun ini menghadirkan konsep berbeda dengan lokasi utama di luar pusat perbelanjaan yakni di ruang terbuka Laswi Heritage, guna menarik lebih banyak kunjungan wisatawan.

Ronny berharap, melalui rangkaian kegiatan ini, Kota Bandung semakin dikenal sebagai destinasi wisata belanja dan pusat ekonomi kreatif nasional.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Tumpukan sampah di Sungai Kalibaru Bogor

42 menit yang lalu | Wahyu AP

Megapolitan
Tumpukan sampah di Sungai K...
Ekonomi
BPOM temukan jutaan kosmeti...
Luar Negeri
Mendagri Pakistan Kinjungi ...
Ekonomi
Jasa Marga catatkan laba be...

Siswa belajar di tenda darurat

52 menit yang lalu | Wahyu AP

Nasional
Siswa belajar di tenda darurat
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
OJK Sebut Ada 8 Pinjol yang Masuk Pengawasan Khusus

OJK Sebut Ada 8 Pinjol yang Masuk Pengawasan Khusus

07 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.