Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Wamendag Ungkap Ekspor Makanan Olahan Indonesia Masih Peringkat Keempat Asean

📅 Selasa, 11 Agu 2026, 18:10 WIB | Oleh:
Wamendag Ungkap Ekspor Makanan Olahan Indonesia Masih Peringkat Keempat Asean Doc: RRI/Hana Syarif
Ket. Wakil Menteri Perdagangan, Dyah Roro Esti

JAKARTA - Ekspor makanan olahan Indonesia masih menempati peringkat keempat di kawasan Asean. Demikian disampaikan oleh Wakil Menteri Perdagangan, Dyah Roro Esti.

Pada 2025, nilai ekspor makanan olahan Indonesia tercatat sebesar 6,25 miliar dollar AS. Capaian tersebut masih berada di bawah Tailan dengan nilai ekspor 17,69 miliar dollar AS. Sementara Vietnam mencatat 8,89 miliar dollar AS dan Singapura sebesar 6,5 miliar dollar AS. Wamendag menilai posisi tersebut menunjukkan masih besarnya peluang Indonesia untuk meningkatkan ekspor makanan olahan ke pasar internasional.

“Dan di satu sisi kita juga harus apresiasi terhadap diri sendiri karena kita berada di posisi yang cukup strategis. Kalau bisa dibilang kita top 5 lah kalau berbicara mengenai Asean,” kata Wamendag dalam Indonesia Food and Beverage (F&B) Trade Promotion Forum, di Jakarta, Selasa (11/8).

Menurut dia, Indonesia perlu belajar dari negara-negara Asean yang memiliki kinerja ekspor makanan olahan lebih tinggi. Pemerintah juga mendorong penguatan kualitas produk agar mampu memenuhi standar yang berlaku di masing-masing negara tujuan ekspor.

Upaya tersebut dinilai penting untuk meningkatkan daya saing produk makanan olahan Indonesia di pasar global. Wamendag mengatakan sektor makanan dan minuman merupakan sektor strategis yang berperan dalam menopang pertumbuhan ekonomi nasional.

Selain itu, produk F&B Indonesia yang masuk ke pasar global juga dapat memperkuat citra Indonesia di dunia internasional. “Karena setiap negara punya standarnya masing-masing, ada sebagian negara yang mungkin cukup rumit standar-standar yang perlu kita penuhi,” kata Wamendag Roro.

Sebelumnya, Menteri Perdagangan Budi Santoso berkomitmen meningkatkan ekspor Indonesia melalui perluasan akses pasar dengan perjanjian dagang internasional. Pihaknya mendorong pelaku usaha sektor manufaktur termasuk perusahaan yang berinvestasi di Indonesia, memanfaatkan perjanjian dagang tersebut optimal.

Menurut Budi, pelaku usaha dapat memperoleh tarif yang lebih kompetitif di negara tujuan ekspor melalui pemanfaatan perjanjian dagang. Ia mengatakan Indonesia memiliki 20 perjanjian dagang telah diimplementasikan, 15 dalam ratifikasi dan 11 masih tahap negosiasi. ils/I-1

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
Advertisement
Homedec Detail Sidebar
pasang iklan di koran jakarta
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Tak Mau Ketinggalan, Warga Yunani Juga Berunjuk Rasa Beratnya Beban Hidup

Tak Mau Ketinggalan, Warga Yunani Juga Berunjuk Rasa Beratnya Beban Hidup

22 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.