Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

LPDP Tambah 14 Kampus Top Dunia untuk Beasiswa STEM 2026, Ada NUS, Yale, ETH Zurich hingga UCLA

📅 Minggu, 05 Jul 2026, 14:20 WIB | Oleh: Tim Penulis
LPDP Tambah 14 Kampus Top Dunia untuk Beasiswa STEM 2026, Ada NUS, Yale, ETH Zurich hingga UCLA Doc: Antara
Ket. Ilustrasi wisuda.

Jakarta - Pemerintah menambah 14 universitas unggulan dunia yang menjadi tujuan prioritas Beasiswa LPDP khusus bidang sains, teknologi, teknik, dan matematika (STEM) sebagai bagian dari upaya mendukung kebutuhan sumber daya manusia pada industri strategis nasional.

Kepala Sub Divisi Komunikasi LPDP, Risqi Sita Novanti mengatakan penambahan tersebut melengkapi daftar 17 universitas unggulan yang sebelumnya telah menjadi prioritas untuk seluruh bidang studi.

"Kalau dulu cuma ada 17 universitas unggul. Sekarang ditambahkan lagi 14 universitas lainnya untuk bidang STEM," kata Risqi dalam diskusi di Jakarta Kreatif Festival di Jakarta, Minggu (5/7).

Risqi mengatakan, langkah tersebut dilakukan karena pemerintah memprioritaskan pengembangan SDM yang mampu mendukung delapan sektor industri strategis nasional.

"Sekarang untuk prioritas kita harus mendukung program prioritas nasional supaya selaras untuk mendukung delapan industri strategis seperti ketahanan pangan, ekonomi kreatif, industrialisasi," ujarnya.

Ia menjelaskan, 17 universitas unggulan yang telah menjadi prioritas antara lain University of Oxford, University of Cambridge, Imperial College London, Technical University of Munich, Université Paris Sciences & Lettres, London School of Economics and Political Science, Massachusetts Institute of Technology, Stanford University, Harvard University, Princeton University, University of California, Berkeley (UCB), Babson College, California Institute of Technology, Cornell University, John Hopkins University, University of Tokyo, hingga Tsinghua University.

Sementara itu, tambahan 14 universitas unggulan khusus STEM mencakup Peking University, The University of Hong Kong, National University of Singapore (NUS), Nanyang Technological University (NTU), Paris-Saclay University, École Polytechnique Fédérale de Lausanne (EPFL), ETH Zurich, University of Toronto, Yale University, University of Chicago, University of Michigan, Columbia University, University of Pennsylvania, dan University of California Los Angeles (UCLA).

Risqi mengatakan pemerintah juga memperluas cakupan bidang prioritas tidak hanya untuk program studi STEM murni, tetapi juga program yang berkaitan dengan pengembangan sektor strategis.

Ia menambahkan, perluasan daftar universitas tersebut diharapkan memberi lebih banyak pilihan bagi calon penerima beasiswa sekaligus meningkatkan kualitas sumber daya manusia Indonesia agar mampu menjawab kebutuhan pembangunan nasional di masa depan.

"Mayoritas kita prioritaskan untuk bidang STEM, yaitu science, technology, engineering, mathematics. Dan juga STEM related seperti law, economics, public policy dan public administration," katanya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Dibayangi Eskalasi Geopolitik, 10 Agustus 2026
    Preview komentar:
    Fluktuasi nilai tukar Rupiah yang rentan terhadap kebijakan ...
  • Logistik Hijau Dinilai Kunci Menangkan Persaingan Industri
    Preview komentar:
    Inisiatif mulia dari Kementerian Kehutanan terkait optimalisasi rute ...
  • ESDM: Efisiensi Energi Bisa Pangkas 37 Persen Emisi Sektor Energi, Industri Makin Untung
    Preview komentar:
    Langkah proaktif pemerintah melalui program percontohan SETI ini ...
Luar Negeri
Polandia Pulangkan Paksa 18...

Krisis Kemanusiaan Sudan Masuk Fase Paling Kritis

54 menit yang lalu | Deri Henriawan

Luar Negeri
Krisis Kemanusiaan Sudan Ma...
Sidang Perdana Korupsi Kuota Haji, Yaqut Cholil: Yang Benar akan Kelihatan

Sidang Perdana Korupsi Kuota Haji, Yaqut Cholil: Yang Benar akan Kelihatan

11 Aug 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.