Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Amerika Serikat Tegaskan Tetap Pertahankan “Status Quo” Taiwan

📅 Kamis, 04 Jun 2026, 01:00 WIB | Oleh: Tim Redaksi
Amerika Serikat Tegaskan Tetap Pertahankan “Status Quo” Taiwan Doc: afp/Brendan SMIALOWSKI
Ket. Menlu AS Marco Rubio

Washington - Menteri Luar Negeri Amerika Serikat (AS) Marco Rubio, Selasa (2/6) kembali menegaskan bahwa tidak ada perubahan dalam kebijakan Washington terhadap Taiwan.

Ia menekankan bahwa mempertahankan “status quo” merupakan cara terbaik untuk menjaga stabilitas di sekitar pulau demokratis yang memiliki pemerintahan sendiri tersebut.

Dikutip dari Antara, pernyataan Rubio disampaikan saat memberi kesaksian di hadapan panel Kongres setelah Presiden AS, Donald Trump bulan lalu mengatakan bahwa penjualan senjata kepada Taiwan dapat menjadi “alat tawar yang sangat baik” dalam hubungannya dengan Tiongkok. Pernyataan itu memicu kekhawatiran di kalangan sekutu AS di Asia.

Pernyataan Trump itu secara luas ditafsirkan sebagai indikasi bahwa komitmen pemerintahan Trump terhadap Taiwan, yang diklaim Tiongkok sebagai bagian dari wilayahnya, bergantung pada kondisi hubungan yang lebih luas antara Washington dan Beijing.

Namun, Rubio menegaskan kepada anggota Komite Hubungan Luar Negeri Senat bahwa “tidak ada perubahan” dalam kebijakan AS.

“Hal yang paling penting untuk dipahami adalah bahwa kami ingin melihat status quo tetap dipertahankan seperti saat ini. Itulah kebijakan kami. Itulah yang telah kami katakan. Dan itulah yang terus kami katakan,” ujar Rubio, yang melakukan perjalanan ke Beijing pada pertengahan Mei bersama Trump untuk bertemu Presiden Tiongkok Xi Jinping.

Menanggapi berbagai pertanyaan senator terkait kunjungan tersebut, Rubio menegaskan bahwa AS dan Tiongkok merupakan dua negara paling berpengaruh di dunia sehingga keduanya tidak memiliki pilihan selain terus berdialog guna mengurangi potensi konflik.

“Jelas ada sejumlah persoalan yang sangat mengganggu dalam hubungan kami dengan Tiongkok,” katanya. “Karena itu, yang kami coba lakukan adalah mengelola periode stabilitas strategis, sambil menyadari bahwa ada bidang-bidang dalam hubungan kami yang akan tetap menghadapi persaingan, bukan hanya selama beberapa tahun, tetapi mungkin selama beberapa dekade.”

Ketika ditanya mengenai paket penjualan senjata senilai 14 miliar dollar AS untuk Taiwan yang telah lama tertunda, Trump mengatakan bahwa paket tersebut “ditangguhkan untuk sementara” dan bergantung pada Tiongkok. Pernyataan itu disampaikan dalam wawancara dengan Fox News yang ditayangkan tak lama setelah perjalanan pertamanya ke Tiongkok sejak 2017.

“Terus terang, itu merupakan alat tawar yang sangat baik bagi kami. Nilainya adalah banyak senjata,” kata Trump.

Komentar tersebut menimbulkan kekhawatiran di Taiwan dan berbagai wilayah lain karena dianggap menunjukkan bahwa AS dapat bersikap lebih fleksibel terhadap komitmen keamanannya demi mencapai kesepakatan dengan pihak lain.

Namun pada Selasa, Rubio yang juga menjabat sebagai penasihat keamanan nasional Trump menegaskan bahwa tidak tepat mengaitkan status paket penjualan senjata tersebut dengan tekanan dari Tiongkok.

“Mereka terus-menerus membicarakan penjualan senjata ke Taiwan, tetapi hal itu sama sekali bukan faktor yang menghambat proses pengambilan keputusan kami,” katanya merujuk pada kepemimpinan Tiongkok. “Ini adalah sesuatu yang harus diputuskan oleh presiden terkait waktu dan cara pelaksanaannya.”

Perang Iran

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Megapolitan
Gara-gara Sopir Main Ponsel...
Luar Negeri
12 Negara Bagian AS Menggug...
Ekonomi
Dengan OTP 94.3%, Garuda In...
Ekonomi
Bapanas: Realisasi Distribu...
Ribuan Loker Tersedia di Job Fair Kota Jogja, Catat Jadwalnya!

Ribuan Loker Tersedia di Job Fair Kota Jogja, Catat Jadwalnya!

13 Jul 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.