Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

YKI Ingatkan Bahaya Vape pada Remaja, Banyak Orang Tua Tak Sadar Anak Terpapar Nikotin

📅 Minggu, 31 Mei 2026, 21:15 WIB | Oleh:
YKI Ingatkan Bahaya Vape pada Remaja, Banyak Orang Tua Tak Sadar Anak Terpapar Nikotin Doc: YKI
Ket. Wakil Ketua Umum II Yayasan Kanker Indonesia sekaligus Ketua Bidang Sosial dan Masyarakat YKI, Murniati Widodo AS bersama Ketua Umum Komisi Pengendalian Tembakau, Prof. DR. dr. Hasbullah Thabrany, MPH, dalam Aksi Simpatik di kawasan Ring Road Stadion Utama Gelora Bung Karno (GBK), Senayan, Jakarta pada hari Minggu (31/5).

JAKARTA – Yayasan Kanker Indonesia (YKI) memperingatkan meningkatnya paparan nikotin pada kalangan remaja melalui rokok elektrik atau vape yang kerap tidak disadari oleh orang tua. Kemasan modern, aroma buah yang menarik, serta anggapan bahwa vape lebih aman dibanding rokok konvensional dinilai membuat produk ini semakin mudah diterima oleh anak muda.

Peringatan tersebut disampaikan YKI dalam rangka memperingati Hari Tanpa Tembakau Sedunia (HTTS) 2026 yang mengusung tema “Ini Bahaya, Bukan Gaya!”. Melalui kampanye ini, YKI mengajak masyarakat untuk lebih waspada terhadap berbagai bentuk paparan nikotin, termasuk dari rokok elektrik.

Menurut YKI, ancaman vape semakin sulit dikenali karena tidak memiliki bau khas seperti rokok konvensional. Selain itu, bentuknya yang menyerupai perangkat elektronik dan hadir dengan berbagai aroma manis membuat penggunaannya sering luput dari perhatian keluarga maupun lingkungan sekitar.

Normalisasi penggunaan vape di media sosial dan pergaulan sehari-hari juga dinilai turut memengaruhi persepsi remaja. Banyak yang menganggap vape sebagai bagian dari gaya hidup modern yang tidak berbahaya, padahal sejumlah penelitian menunjukkan bahwa produk tersebut tetap mengandung nikotin yang bersifat adiktif dan berpotensi merusak kesehatan.

Wakil Ketua Umum II YKI sekaligus Ketua Bidang Sosial dan Masyarakat YKI, Murniati Widodo AS, mengatakan bahwa masyarakat tidak boleh terkecoh oleh tampilan modern vape yang menutupi risiko kesehatan sebenarnya.

“Yang paling mengkhawatirkan bukan hanya meningkatnya penggunaan vape, tetapi banyak orang tua yang tidak menyadari anaknya sudah terpapar nikotin. Karena aromanya manis dan tidak meninggalkan bau seperti rokok konvensional, penggunaan vape sering luput dari perhatian keluarga,” ujarnya dalam keterangan resmi pada hari Minggu (31/5).

Murniati menegaskan bahwa anggapan vape lebih aman dibandingkan rokok konvensional merupakan persepsi yang keliru. Ia mengingatkan agar jangan  tertipu kemasan modern dan aroma manis.

“Jangan tertipu kemasan modern dan aroma manis. Paru-paru tidak mengenal istilah ‘lebih aman’. Yang masuk tetap bahan kimia. Ini bukan gaya hidup sehat, melainkan ancaman nyata bagi generasi muda kita,” katanya.

Indonesia sendiri masih menghadapi tingginya konsumsi produk tembakau. Berdasarkan Survei Kesehatan Indonesia (SKI) 2023, jumlah perokok aktif di Indonesia mencapai sekitar 70 juta orang. Sementara prevalensi merokok pada anak dan remaja usia 10–18 tahun masih berada di angka 7,4 persen.

Ketua Umum Komisi Pengendalian Tembakau, Prof. Dr. dr. Hasbullah Thabrany, MPH, yang turut hadir dalam kegiatan HTTS 2026 YKI, menegaskan bahwa baik rokok konvensional maupun vape sama-sama mengandung nikotin yang dapat menyebabkan ketergantungan.

“Baik rokok maupun vape mengandung nikotin yang dapat menyebabkan ketergantungan dan berdampak buruk bagi kesehatan. Karena itu masyarakat perlu menghindari keduanya untuk melindungi kesehatan diri dan keluarga,” terangnya.

Selain risiko kecanduan nikotin, YKI juga menyoroti bahaya gangguan paru serius yang dikenal sebagai E-cigarette or Vaping Product Use-Associated Lung Injury (EVALI). Kondisi tersebut dapat menimbulkan gejala seperti sesak napas, batuk berkepanjangan, nyeri dada, hingga membutuhkan perawatan intensif.

Sebagai bagian dari upaya edukasi publik, YKI menghadirkan pembahasan khusus mengenai bahaya vape melalui kanal YKI TV dengan melibatkan para ahli kesehatan. Program ini bertujuan memberikan pemahaman yang lebih luas kepada masyarakat mengenai dampak medis penggunaan rokok elektrik terhadap kesehatan paru-paru.

Pada peringatan HTTS 2026, YKI juga menggelar Aksi Simpatik di kawasan Ring Road Stadion Utama Gelora Bung Karno (GBK), Senayan, Jakarta pada hari Minggu (31/5). Kegiatan tersebut diikuti lebih dari 400 peserta yang tengah berolahraga di area stadion.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

KPPU Desak Revisi UU Antimonopoli

1.5 jam yang lalu | Lukman

Nasional
KPPU Desak Revisi UU Antimo...
Luar Negeri
Cuaca Panas El Nino Tingkat...
Nasional
Perampingan BUMN Diminta Fo...
Porprov NTB 2026: 4.860 Atlet Bersiap Masuk Radar PON 2028

Porprov NTB 2026: 4.860 Atlet Bersiap Masuk Radar PON 2028

16 Jul 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.