Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Daerah Diminta Berhenti Bergantung, Saatnya Hidupkan Ekonomi Lokal

📅 Jumat, 29 Mei 2026, 10:15 WIB | Oleh: Tim Penulis
Daerah Diminta Berhenti Bergantung, Saatnya Hidupkan Ekonomi Lokal Doc: ANTARA/ Hery Sidik
Ket. Ilustrasi - Pariwisata menjadi salah satu potensi perekonomian di Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta.

MADIUN – Penguatan perekonomian berbasis sumber daya lokal menjadi strategi penting untuk menciptakan pertumbuhan yang lebih berkelanjutan dan merata.

Dengan memaksimalkan potensi daerah seperti pertanian, perikanan, kerajinan, hingga pariwisata, nilai tambah ekonomi dapat dinikmati langsung oleh masyarakat setempat.

Pendekatan ini juga membantu mengurangi ketergantungan terhadap produk luar daerah, memperkuat daya tahan ekonomi lokal, serta membuka peluang usaha dan lapangan kerja baru.

Jika didukung inovasi dan akses pasar yang baik, sumber daya lokal dapat menjadi motor penggerak ekonomi daerah yang lebih mandiri dan kompetitif.

Kementerian Koordinator (Kemenko) Bidang Perekonomianmendorong daerah memperkuat perekonomian berbasis sumber daya lokal agar tetap mampu menjaga perputaran konsumsi masyarakat setempat yang muaranya mampu menopang pertumbuhan ekonomi nasional.

Sekretaris Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Susiwijono Moegiarso dalam diskusi bersama Plt Wali Kota Madiun F Bagus Panuntun bersama organisasi perangkat daerah di lingkungan Pemkot Madiun, Jawa Timur, Kamis (28/5), mengatakan sumber daya lokal yang dikembangkan maksimal tidak hanya mendongkrak PDRB daerah, namun juga mampu menjaga ekonomi nasional yang pada kuartal II tahun 2026 oleh pemerintah pusat terus digiatkan.

"Hari ini dengan Kota Madiun, kemarin kita sudah sharing dengan Magetan dan Ponorogo. Kita diskusi bagaimana PDRB di semua daerah wilayah Madiun dan sekitarnya di kuartal II ini tetap terjaga," ujarnya.

Dalam kesempatan itu pihaknya menyatakan bahwa pemerintah pusat menyoroti pentingnya menjaga momentum pertumbuhan ekonomi daerah agar tetap selaras dengan target nasional di tengah kondisi ekonomi yang dinamis saat ini.

Karenanya ia meminta daerah untuk menguatkan pengelolaan sumber daya yang ada guna menjaga PDRB tetap tinggi. Bisa di sektor pertanian, pariwisata, UMKM, hingga ekonomi kreatif.

"Kuartal pertama pertumbuhan nasional cukup tinggi, 5,61 persen. Alhamdulillah Kota Madiun juga selalu di atas pertumbuhan provinsi maupun nasional, ini yang terus didorong juga daerah lain," katanya.

Susiwijono mengatakan selain mendorong daerah, pemerintah saat ini sedang menyiapkan sejumlah stimulus ekonomi yang akan mulai digulirkan pada Juni 2026.

Langkah itu dilakukan untuk menjaga konsumsi masyarakat sekaligus mendukung pertumbuhan ekonomi kuartal II 2026 di tengah tantangan geopolitik global, pelemahan nilai tukar rupiah, hingga perlambatan daya beli masyarakat.

Menurut dia, stimulus yang disiapkan antara lain perpanjangan kebijakan work from home (WFH), diskon tarif transportasi seperti tiket pesawat dan kereta api, hingga percepatan pencairan gaji ke-13 ASN pada awal Juni.

"Jadi memang kita dorong semua target program yang di pusat itu juga sampai ke daerah," katanya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
Luar Negeri
Kenaikan Harga BBM Picu Aks...
Megapolitan
Pasar pangan murah menjangk...
Megapolitan
Trisakti Bantu Warga Duri K...

Hari Santri Nasional

1.5 jam yang lalu | Ones

Nasional
Hari Santri Nasional

Akses permodalan UMKM melalui KUR

1.5 jam yang lalu | Fajar Alim M

Ekonomi
Akses permodalan UMKM melal...
Nasional
KPK Berharap Nusron Wahid K...
Advertisement
Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

22 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.