Manfaatkan Museum Marsinah di Nganjuk untuk Pendidikan HAM
📅 Minggu, 17 Mei 2026, 06:30 WIB | Oleh: Aloysius Widiyatmaka“Perjuangan tersebut adalah lambang dari perjuangan mereka yang berada di pihak yang lemah. Orang miskin yang tidak punya kekuasaan, yang tidak punya kekuatan," ujarnya.
Presiden menambahkan Museum Marsinah juga menjadi pembelajaran bahwa jika falsafah negara berupaya Pancasila dimengerti lebih dalam, peristiwa nahas yang menimpa Marsinah mungkin tidak akan terjadi.
"Sesungguhnya peristiwa Marsinah yang dibunuh secara keji karena memperjuangkan kaum buruh pabrik, sesungguhnya sama sekali tidak perlu terjadi karena negara kita didirikan atas falsafah dasar Pancasila," kata dia.
Ia juga mengingatkan bahwa buruh adalah anak-anak bangsa, nelayan adalah anak-anak bangsa sedangkan pejabat hanya petugas yang penerima mandat.
Sebaiknya Anda baca juga:
Untuk itu, Presiden Prabowo juga menekankan senantiasa melakukan perbaikan. Langkah pertama yang telah dilakukannya adalah mengesahkan Marsinah sebagai Pahlawan Nasional Indonesia.
Turut hadir dalam acara tersebut Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI) Andi Gani Nena Wea, Sekjen ITUC (Konfederasi Serikat Buruh Internasional) Shoya Yoshida, Bupati Nganjuk Marhaen Djumadi, keluarga besar Marsinah, serta sekitar massa buruh dari seluruh penjuru Jawa Timur.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!