Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Kain Tradisional Wastra Berpotensi Jadi Bagian dari Wajah IKN

📅 Kamis, 25 Jun 2026, 03:38 WIB | Oleh: Tim Penulis
Kain Tradisional Wastra Berpotensi Jadi Bagian dari Wajah IKN Doc: Antara
Ket. Perajin batik di wilayah delineasi ibu kota baru Indonesia mendapat pelatihan dan pendampingan yang diberikan Otorita IKN dan SKB BI IKN kerja sama dengan Tepa Selira.

PENAJAM PASER UTARA - Otorita Ibu Kota Nusantara (IKN) menyebut wastra atau kain tradisional khas daerah setempat memiliki potensi besar menjadi bagian wajah atau identitas dari IKN, ibu kota masa depan Indonesia yang berlokasi di sebagian wilayah Kabupaten Penajam Paser Utara dan Kabupaten Kutai Kartanegara, Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim).

“Wastra memiliki potensi besar untuk menjadi bagian dari wajah IKN,” ujar Direktur Kebudayaan, Pariwisata, dan Ekonomi Kreatif Otorita IKN Muhsin Palinrungi ketika ditanya mengenai perajin batik di Sepaku, Penajam Paser Utara, kemarin.

Wastra adalah istilah untuk kain atau tekstil tradisional Nusantara yang dibuat menggunakan keterampilan tangan dan peralatan tradisional, seperti ditenun, dibatik atau diikat.

Otorita IKN berupaya menghadirkan identitas kota masa depan tidak hanya diwujudkan melalui infrastruktur modern, tetapi juga melalui pelestarian budaya dan kreativitas masyarakat.

Wastra di sekitar IKN sudah tumbuh dan berkembang, tetapi masih perlu penguatan agar produk yang dihasilkan memiliki daya saing dan mampu bersanding dengan batik yang sudah dikenal luas.

Pengembangan motif batik tidak hanya berbicara mengenai estetika, jelas Muhsin Palinrungi, tetapi juga bagaimana karya tersebut mampu membawa cerita dan identitas dari sebuah wilayah. “Identitas IKN perlu hadir melalui berbagai karya masyarakat, termasuk produk kreatif,” tambah Kepala Sekretariat Kerja Bersama (SKB) Bank Indonesia (BI) IKN Aura Pandu Wirawan.

Seiring IKN semakin ramai, sehingga identitas perlu ditonjolkan melalui desain yang memiliki unsur modern, membawa semangat transformasi dan digitalisasi, lanjut dia, menghasilkan karya yang sederhana, anggun, tetapi tetap memiliki karakter.

Otorita IKN dan SKB BI IKN kolaborasi dengan Tepa Selira, pelaku usaha dan pengembang batik memberikan pelatihan dan pendampingan kepada perajin batik di wilayah delineasi ibu kota baru Indonesia agar karya terus berkembang mengikuti zaman.

Sebanyak sembilan kelompok batik dan wastra dengan total 50 peserta mengikuti pelatihan, termasuk 30 perajin batik yang mendapatkan pendampingan pengembangan desain.

Perajin batik yang mendapatkan pelatihan dan pendampingan mengaku kegiatan itu menjadi kesempatan melihat batik dari sudut pandang yang lebih luas, menurut Rusmayawati, salah satu peserta dari Kecamatan Samboja, kegiatan tersebut memberikan inspirasi baru dalam mengembangkan karya. Ant/S-2

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Produksi Tembus 3 Juta Unit, Midea Perkuat Industri Elektronika Nasional
    Langkah ekspansif Midea dalam memperluas fasilitas manufaktur Residential ...
  • Industri Plastik RI Mulai Oleng! Produk China Banjir, Pabrik Mulai Kurangi Jam Kerja
    Artikel ini menyoroti akar masalah secara berimbang, di ...
  • ExxonMobil Dorong Efisiensi Operasional Tambang Melalui Teknologi Pelumasan
    Ulasan ini sangat membuka wawasan mengenai pentingnya pergeseran ...
  • Direksi OpenAI Peringatkan Industri Belum Siap Cegah Kehilangan Kendali Atas Kecerdasan Buatan
    Meskipun narasi tentang agen AI yang lepas kendali ...
  • Jamin Mutu MBG, Kemenperin Kawal Penerapan SNI Wajib Food Tray
    Langkah proaktif Kementerian Perindustrian dalam mewajibkan SNI untuk ...
Olahraga
Liverpool Gagal Menang di A...
Luar Negeri
Selamat Datang di Festival ...
Daerah
Kebakaran Kawah Ijen Sudah ...
Advertisement
Kalah dari Persija, Pelatih Persib Enggan Salahkan Satu-Dua Pemain

Kalah dari Persija, Pelatih Persib Enggan Salahkan Satu-Dua Pemain

12 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.