Bukan Jepang atau Jerman, RI Justru Tertarik Teknologi dari Negara Ini untuk Dukung Modernisasi Pertanian
📅 Jumat, 15 Mei 2026, 23:59 WIB | Oleh: Tim PenulisDalam diskusi lebih lanjut, kedua pihak juga membahas pengembangan cassava menjadi ethanol dan studi terkait penggunaan baterai nikel untuk mendukung modernisasi pertanian.
Di sektor pertambangan, penggunaan baterai nikel pada truk telah diaplikasikan untuk meningkatkan efisiensi, keberlanjutan, dan kinerja kendaraan berat di sektor industri serta pertambangan.
Indonesia sendiri mengekspor sekitar 800 juta ton batu bara setiap tahunnya, sehingga kebutuhan dump truck untuk pertambangan yang efisien dan berkelanjutan menjadi prioritas penting.
Pemerintah Belarus selama ini terus mempelajari berbagai kebutuhan alat berat di Indonesia. Namun, informasi mengenai kebutuhan spesifik dari Indonesia masih relatif sulit diperoleh.
Sebaiknya Anda baca juga:
Untuk mengatasi hal tersebut, perlu dilakukan pemetaan kebutuhan bersama, forum konsultasi reguler, serta peningkatan komunikasi antara pelaku industri dan pemerintah kedua negara. Langkah itu dinilai dapat membantu memastikan produk dan solusi yang ditawarkan sesuai dengan kebutuhan di lapangan.
Airlangga menilai kunjungan ke tiga industri utama Belarus tersebut diharapkan dapat memperkuat tindak lanjut hasil Sidang Komisi Bersama (SKB) ke-8 RI-Belarus, sekaligus menjadi langkah penting dalam persiapan rencana kunjungan Presiden Belarus ke Indonesia pada masa mendatang.
Adapun kunjungan itu dilakukan sebagai bagian dari rangkaian Pertemuan Sidang Komisi Bersama (SKB) ke-8 RI-Belarus Bidang Kerja Sama Perdagangan, Ekonomi dan Teknik.
Sebaiknya Anda baca juga:
Kunjungan tersebut juga dilakukan bersama Wakil Menteri Industri Republik Belarus Leonid Ryzkovsky.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!