Bukan Jepang atau Jerman, RI Justru Tertarik Teknologi dari Negara Ini untuk Dukung Modernisasi Pertanian
📅 Jumat, 15 Mei 2026, 23:59 WIB | Oleh: Tim PenulisJAKARTA – Modernisasi pertanian menjadi langkah penting agar sektor pertanian bisa lebih efisien, produktif, dan mampu mengikuti perkembangan zaman.
Penggunaan alat dan mesin modern, sistem irigasi yang lebih baik, hingga pemanfaatan teknologi digital membantu petani mempercepat proses tanam dan panen sekaligus menekan biaya produksi.
Di sisi lain, modernisasi juga membuka peluang bagi generasi muda untuk lebih tertarik masuk ke sektor pertanian yang kini semakin berbasis teknologi dan inovasi.
Namun, keberhasilan modernisasi tetap membutuhkan dukungan pelatihan, akses permodalan, dan pendampingan agar petani dapat beradaptasi dan memanfaatkan teknologi secara maksimal.
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengunjungi sejumlah industri strategis Belarus di sektor alat berat, kendaraan komersial dan mekanisasi pertanian modern.
Sebaiknya Anda baca juga:
Kunjungan tersebut meliputi perusahaan Minsk Tractor Works (MTZ), MAZ (Minsk Automobile Plant) dan BelAZ Holding Management Company.
Ketiga perusahaan itu merupakan bagian penting dari basis industri manufaktur Belarus yang dikenal memiliki keunggulan dalam produksi alat berat, kendaraan komersial, serta teknologi dan mekanisasi pertanian modern.
“Penjajakan kerja sama dengan perusahaan-perusahaan tersebut sejalan dengan salah satu Astacita Presiden Indonesia, yaitu mewujudkan ketahanan pangan nasional. Untuk mendukung tujuan tersebut, modernisasi pertanian dan tersedianya alat berat yang efisien menjadi faktor yang sangat krusial,” kata Airlangga dalam keterangannya di Jakarta, Jumat (15/5).
Sebaiknya Anda baca juga:
Pada kunjungan ke MTZ (Minsk Tractor Works), Airlangga meninjau pengembangan teknologi traktor dan alat-alat mesin pertanian yang berpotensi mendukung agenda ketahanan pangan dan modernisasi pertanian Indonesia, termasuk pengembangan food estate dan peningkatan produktivitas pertanian nasional.
MTZ meyakinkan bahwa seluruh alat berat dan mesin dapat disesuaikan dengan kebutuhan pemesan. Perusahaan itu juga menawarkan pelatihan dan transfer teknologi untuk mendukung kerja sama tersebut.
Selain itu, MTZ telah bertemu dengan Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia dan melakukan pembicaraan awal terkait kerja sama di industri alat berat.
Sementara, kunjungan ke MAZ (Minsk Automobile Plant) difokuskan pada potensi kerja sama pengembangan kendaraan komersial, bus dan kendaraan khusus industri, termasuk peluang local assembly, transfer teknologi, serta pengembangan kendaraan rendah emisi.
Adapun dalam kunjungan ke BelAZ Holding Company, kedua pihak membahas potensi penguatan kerja sama di sektor alat berat pertambangan, termasuk pengembangan maintenance ecosystem, local assembly, serta peluang kerja sama rantai pasok ban kendaraan berat berbasis natural rubber Indonesia.
“Kami melihat perusahaan-perusahaan Belarus berpengalaman dalam memproduksi berbagai macam produk alat berat, terutama yang dapat memperkuat industrialisasi, mekanisasi pertanian modern, serta pengembangan industri alat berat di Indonesia,” ujar Airlangga.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!