Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

BI Sudah Tidak Kuat Tahan Penjualan Aset Berbasis Rupiah

📅 Jumat, 15 Mei 2026, 01:00 WIB | Oleh: Tim Redaksi

“Artinya, dalam waktu relatif singkat BI telah menyerap tambahan ratusan triliun rupiah surat utang negara,” katanya.

Dengan kepemilikan BI kini mencapai 2.150 triliun rupiah atau sekitar 122 miliar dollar AS, Badiul menilai ruang independensi kebijakan moneter makin tertekan.

BI tidak lagi sekadar menjaga stabilitas harga, tetapi juga ikut menopang kebutuhan pembiayaan fiskal.

Sebagai dampaknya, tidak hanya pada neraca BI tetapi juga pada kualitas rupiah dan persepsi investor.

“Ketika pasar melihat pembiayaan negara makin bergantung pada bank sentral, risiko yang muncul adalah tekanan terhadap nilai tukar, kenaikan inflasi jangka menengah, dan meningkatnya premi risiko utang Indonesia,” jelas Badiul.

Ia mengingatkan, pada 2026 ketika rupiah sudah mengalami tekanan dan yield SBN cenderung naik, maka pola itu bisa memicu lingkaran setan.

Utang makin mahal, pasar makin enggan membeli, lalu BI kembali dipaksa menyerap SBN.

Dampak lanjutannya adalah pelemahan rupiah terhadap dollar AS semakin dalam.

Secara fiskal, kondisi ini menunjukkan APBN belum benar-benar sehat.

Kebergantungan pada pembelian SBN oleh BI mengindikasikan penerimaan negara belum cukup kuat menopang belanja pemerintah yang terus ekspansif.

“Kalau asumsi bunga rata-rata SBN berada di kisaran 6,5-7 persen, maka biaya bunga atas kepemilikan SBN yang sangat besar itu pada akhirnya tetap menjadi beban fiskal jangka panjang,” ujarnya.

Badiul pun mendorong pemerintah menghentikan normalisasi semu APBN, efisiensi belanja, serta mengurangi pembiayaan utang yang terlalu agresif agar BI tidak terus menjadi mesin penyelamat fiskal.

Like, Share, Comment:

Komentar (1)

Layanan Dana
Layanan Dana
16 May 2026, 22:54 WIB.

Komentar dihapus otomatis karena terindikasi sebagai spam

Balas
Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
injourney
Advertisement
astra2
Ekonomi
Koperasi Harus Bangkit! Fok...

Kerugian Besar Bangsa, Rumah Adat Sade Terbakar

1.5 jam yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Daerah
Kerugian Besar Bangsa, Ruma...
Daerah
NTT Terus Diguncang Gempa S...

Piala Super Jerman Jatuh ke Tangan Muenchen

2 jam lalu | Aloysius Widiyatmaka

Olahraga
Piala Super Jerman Jatuh ke...
Daerah
Program-program Unggulan Go...
Kemenekraf dan BI Perkuat Kolaborasi Pacu Pelaku Ekraf Naik Kelas

Kemenekraf dan BI Perkuat Kolaborasi Pacu Pelaku Ekraf Naik Kelas

22 Aug 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.