Bangka Tengah Tanam Padi Gogo di Setiap Kecamatan
📅 Selasa, 23 Jun 2026, 15:57 WIB | Oleh: SujarKOBA -- Pemerintah Kabupaten Bangka Tengah, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, terus mengembangkan komoditas padi gogo di seluruh kecamatan sebagai upaya memperkuat ketahanan pangan daerah.
Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Bangka Tengah Dian Akbarini di Koba, Selasa, mengatakan padi gogo merupakan tanaman pangan yang cocok dikembangkan di lahan kering karena bersifat tadah hujan dan tidak membutuhkan irigasi.
“Secara karakteristik, padi gogo ini merupakan komoditas pangan yang cocok tumbuh di lahan kering,” kata Dian.
Ia menjelaskan, padi gogo sejak lama menjadi komoditas utama masyarakat, terutama bagi peladang berpindah.
Namun seiring berkurangnya praktik perladangan tradisional akibat peralihan ke sektor perkebunan, pemerintah daerah mendorong kembali pengembangannya.
Sebaiknya Anda baca juga:
“Para peladang sudah mulai berkurang karena banyak beralih ke sektor perkebunan, sehingga kondisi ini perlu disikapi dengan mendorong petani tetap membudidayakan padi gogo,” ujarnya.
Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DPKP) Bangka Tengah menargetkan penanaman padi gogo seluas 118 hektare yang tersebar di enam kecamatan di daerah itu.
Saat ini, kata Dian, penanaman telah dimulai di lahan seluas 69 hektare yang berada di Kecamatan Sungaiselan.
Sebaiknya Anda baca juga:
“Totalnya nanti 118 hektare yang tersebar di seluruh kecamatan,” katanya.
Ia mengatakan, program pengembangan padi gogo tersebut mendapat dukungan dari pemerintah pusat berupa bantuan benih, pestisida, dan herbisida. Bantuan yang telah diterima antara lain 34 ton benih padi gogo.
“Bantuan dari kementerian terkait sudah ada, yaitu 34 ton benih padi gogo serta pestisida dan herbisida,” ujarnya.
Menurut Dian, bantuan tersebut dimanfaatkan untuk meningkatkan kualitas dan produktivitas padi gogo di Bangka Tengah yang memiliki karakteristik wilayah dengan keterbatasan sumber air.
Ia menegaskan, seluruh kecamatan di Bangka Tengah memiliki potensi untuk pengembangan padi gogo karena kondisi geografis yang sesuai untuk lahan kering.
“Melalui program ini kami ingin memastikan lahan-lahan nonproduktif dapat dimanfaatkan secara optimal untuk mendukung ketahanan pangan daerah,” katanya.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!