Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Sulit Intervensi Marketplace? Pemerintah Bisa Tekan Bunga Kredit dan Hapus Pungutan UMKM

📅 Selasa, 12 Mei 2026, 18:54 WIB | Oleh: Tim Redaksi
Sulit Intervensi Marketplace? Pemerintah Bisa Tekan Bunga Kredit dan Hapus Pungutan UMKM Doc: istimewa
Ket. Pengamat ekonomi Salamudin Daeng menilai pemerintah sulit mengintervensi langsung marketplace yang kini menjadi ruang terbuka bagi produk lokal maupun impor. Karena itu, bantuan ke UMKM sebaiknya dialihkan ke hal yang bisa dikendalikan: biaya keuangan dan beban pungutan

JAKARTA– Pengamat ekonomi Salamudin Daeng menilai pemerintah sulit mengintervensi langsung marketplace yang kini menjadi ruang terbuka bagi produk lokal maupun impor. Karena itu, bantuan ke UMKM sebaiknya dialihkan ke hal yang bisa dikendalikan: biaya keuangan dan beban pungutan.

“Marketplace merupakan ruang yang sangat terbuka, bagi barang dalam negeri atau barang impor. Biaya marketplace harusnya lebih murah karena terbuka dan lebih inclusive. Banyak orang mendapatkan informasi yang diinginkan termasuk harga yang diinginkan. Sulit bagi pemerintah mengintervensi hal tersebut,” kata Salamudin di Jakarta, Selasa (12/5).

Menurut dia, beban terbesar UMKM saat ini adalah biaya keuangan. Bunga pinjaman bank dinilai terlalu tinggi dan menghambat daya saing. Ia mengapresiasi arahan Presiden Prabowo yang memerintahkan BUMN menyalurkan kredit berbunga 5%.

“Apakah akan bisa dituruti atau tidak kita belum tahu. Tetapi bunga 5% dari bank atau lembaga keuangan itu sangat membantu. Itu rata-rata biaya bunga di ASEAN pada umumnya dan Asia. Jika pemerintah bisa menekan biaya keuangan termasuk bunga maka UMKM akan dapat bersaing,” ujarnya.

Salamudin menyoroti dana perbankan Rp2.500–3.000 triliun yang tidak tersalurkan. “Dana bank yang jumlahnya antara 2.500 sampai 3.000 triliun yang tidak tersalurkan wajib menjadi koreksi perbankan nasional terkait biaya keuangan yang sangat mahal sekarang ini,” tegasnya.

Selain bunga, pemerintah juga bisa mengintervensi pajak dan pungutan bagi Masyarakat Berpendapatan Rendah (MBR). Ia mendesak penghapusan pajak dan pungutan pemda, termasuk pada penjualan (bahan bakar minyak) BBM, 

Liquefied Petroleum Gas (LPG), dan perumahan MBR.

“Hal lain yang bisa diintervensi pemerintah adalah masalah pajak, pungutan dan lain sebagainya bagi masyarakat Berpendapatan Rendah termasuk pajak dan pungutan pemerintah daerah juga termasuk pajak dan pungutan terhadap penjualan BBM, dan LPG, pungutan kepada perumahan MBR harus benar-benar dihapuskan,” kata dia.

Menurut Salamudin, pemangkasan bunga kredit dan penghapusan pungutan MBR adalah cara konkret agar UMKM bangkit di tengah gempuran produk impor di marketplace. “Hanya itu cara membuat UMKM Indonesia bisa bangun kembali,” pungkasnya.

Perlindungan Khusus

Sebelumnya, Direktur Ekonomi Digital Center of Economic and Law Studies (Celios) Nailul Huda mendorong perlindungan khusus bagi produk lokal, terutama UMKM, di platform marketplace dan e-commerce. Hal ini menyusul keluhan pelaku UMKM soal tingginya biaya administrasi hingga logistik di platform digital.

“Dalam hal insentif, pemerintah, dalam hal ini Kementerian UMKM, harus memberikan treatment yang berbeda antara produk lokal dan produk impor,” kata Huda. Ia menyebut produk UMKM lokal kini bersaing sulit dengan banyaknya produk impor di marketplace.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • BTN Dorong Industri Kopi Indonesia Naik Kelas Lewat Kolaborasi dan Digitalisasi
    Langkah luar biasa dari BTN dalam menginisiasi kolaborasi ...
  • OJK Bubarkan 58 Dana Pensiun, Ada Apa dengan Industri Pensiun RI?
    Meskipun terdapat pembubaran puluhan dana pensiun pemberi kerja, ...
  • Kini Deli Serdang Kembangkan Industri Jamur Menggunakan Elektrifikasi, Bisa Ditiru
    Inisiatif pemanfaatan teknologi elektrifikasi melalui mesin pengaduk media ...
  • Perkuat Daya Saing di Tengah Dinamika Pasar Global, VDNI Pacu Pertumbuhan Berkelanjutan di 2026
    Langkah strategis PT Virtue Dragon Nickel Industry (VDNI) ...
  • Pariwisata Indonesia Siap Naik Kelas! Kemenpar Perluas Jejaring Bisnis hingga India
    Langkah proaktif Kementerian Pariwisata melalui Sales Mission Pune ...

Antisipasi dampak abu vulkanik di TMII

58 menit yang lalu | Wahyu AP

Megapolitan
Antisipasi dampak abu vulka...
Rona
5 Fitur Spotify yang Belum ...
Advertisement
Karhutla Sampai Jakarta, Lapangan Sepak Bola di Pancoran Kebakaran

Karhutla Sampai Jakarta, Lapangan Sepak Bola di Pancoran Kebakaran

08 Sep 2026
Pilihan Pembaca
# 4
# 4
Wapres Sara Duterte Bayar Uang Jaminan
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.