Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Budidaya Patin Bantul Mulai Panen, Sebagian Hasil Disuplai untuk Program MBG

📅 Selasa, 12 Mei 2026, 16:30 WIB | Oleh:
Budidaya Patin Bantul Mulai Panen, Sebagian Hasil Disuplai untuk Program MBG Doc: Dok. Pemkab Bantul

BANTUL - Kelompok Mina Ponggok Sejahtera di wilayah Ponggok 1, Kalurahan Trimulyo, Kapanewon Jetis, Bantul, mulai memetik hasil pengembangan budidaya ikan patin air tawar yang mereka rintis secara swadaya. Panen perdana yang digelar Senin (11/5/2026) itu menjadi langkah awal penguatan sektor perikanan darat sekaligus mendukung kebutuhan pangan, termasuk untuk program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Anggota Kelompok Mina Ponggok Sejahtera, Pandu Adi Putra, menjelaskan budidaya ikan patin tersebut mulai dijalankan sejak Januari 2026 dengan masa pemeliharaan sekitar lima bulan hingga panen.

“Sebenarnya sudah lama, akan tetapi kita membangun lagi selama perjalanan 2 tahun yang lalu, memang kita mandiri dalam arti swadaya masyarakat yang mau mandiri dan ingin berkembang untuk pengembangan ekonomi produktif, sumber daya masyarakat yang bermanfaat,” beber Pandu.

Dalam panen perdana ini, kelompok diperkirakan menghasilkan sekitar 3,5 ton ikan patin. Harga jual di tingkat pembudidaya berada pada kisaran Rp17 ribu hingga Rp18 ribu per kilogram.

Menurut Pandu, hasil panen saat ini telah dipasarkan ke sejumlah pasar lokal di Bantul melalui tengkulak. Selain itu, sebagian ikan juga dipasok ke industri pengolahan untuk kebutuhan filet.

“Yang ambil tengkulak-tengkulak, terus kalau untuk kelasnya patin, sebagian diproses di pabrik untuk filet. Itu juga itu untuk menyukupi kebutuhan di Bantul terutama. Sebagian kemarin ada yang menggunakan bahan baku untuk MBG juga,” jelas Pandu.

Ia mengungkapkan, pengembangan budidaya patin di wilayah DIY dan Jawa Tengah masih menghadapi tantangan, khususnya pada sektor pembenihan yang dinilai belum sepopuler budidaya ikan lele maupun nila.

“Kebetulan untuk wilayah DIY sendiri, Jateng dan DIY itu pemijahan Patin belum bisa familiar seperti lele ataupun nila,” terangnya.

Sementara itu, Dukuh Ponggok 1, Toyib, mengatakan area budidaya tersebut awalnya merupakan lahan yang belum termanfaatkan secara optimal. Berkat inisiatif pemuda setempat dan dukungan sejumlah pihak, kawasan itu kini berkembang menjadi sentra budidaya ikan.

“Awalnya lahan ini tidak bisa dimanfaatkan. Berkat semangat teman-teman pemuda dan dukungan berbagai pihak, sekarang sudah ada empat kolam dengan luas sekitar 3.000 meter persegi,” ungkapnya.

Keberhasilan panen perdana tersebut turut mendapat apresiasi dari Bupati Bantul, Abdul Halim Muslih. Menurutnya, usaha budidaya ikan patin yang dikembangkan masyarakat diharapkan terus tumbuh dan mampu meningkatkan kesejahteraan warga sekitar.

Selain memberikan apresiasi, Abdul Halim Muslih juga menyoroti sejumlah tantangan yang masih dihadapi sektor perikanan darat, terutama tingginya harga pakan pabrikan. Ia menilai perlu adanya alternatif pakan yang lebih efisien agar keuntungan pembudidaya tetap terjaga, di samping penguatan sistem pemasaran hasil panen.

Ia juga mendorong kelompok budidaya untuk terus meningkatkan kemampuan dan pengetahuan agar mampu mengikuti perkembangan teknologi di bidang pertanian maupun perikanan. Menurutnya, proses belajar dan pengembangan keterampilan tidak boleh berhenti di tengah perkembangan teknologi yang terus berlangsung.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Industri Akomodasi Melaju Kencang, Efek Berganda Pariwisata Dinanti
    Membaca data penyerapan tenaga kerja hingga hampir 26 ...
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...

Kemeriahan Gebyar PAUD Yogyakarta 2026

1.5 jam yang lalu | Fajar Alim M

Daerah
Kemeriahan Gebyar PAUD Yogy...
Megapolitan
Pelatihan Mengemudi Becak L...
Advertisement
Nusron Wahid Dua Kali Mangkir, KPK Siapkan Panggilan Ketiga

Nusron Wahid Dua Kali Mangkir, KPK Siapkan Panggilan Ketiga

23 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.