Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Cegah Banjir Terulang, Sungai Cibanten di Serang Dinormalisasi

📅 Selasa, 11 Agu 2026, 17:03 WIB | Oleh: Tim Penulis
Cegah Banjir Terulang, Sungai Cibanten di Serang Dinormalisasi Doc: Antara
Ket. Petugas melakukan pemeliharan aliran Sungai Cibanten, Kota Serang, Banten.

Serang - Balai Besar Wilayah Sungai Cidanau Ciujung Cidurian (BBWSC3) terus memasifkan upaya normalisasi sejumlah sungai di wilayah Kota Serang, Banten, guna memulihkan daya tampung air dan mengembalikan fungsi asli penampang sungai.

Kepala BBWS C3 Dedi Yudha Lesmana, di Kota Serang, Selasa (11/8), mengatakan langkah tersebut sangat vital untuk mencegah terulangnya bencana banjir bandang.

Salah satu titik fokus pengerjaan tahun ini adalah melanjutkan normalisasi di aliran Sungai Cibanten, yang luapannya pernah memicu banjir besar dan merendam Kota Serang dalam waktu lama pada tahun 2022 silam.

"Kami lakukan normalisasi di Sungai Cibanten untuk mengembalikan penampang sungai sesuai aslinya, dengan kapasitas tampung yang kembali memenuhi syarat," katanya.

Selain Sungai Cibanten, normalisasi melalui metode pengerukan dan penggalian juga menyasar titik-titik krusial lainnya. Di Sungai Ciwaka, pengerjaan dilakukan untuk mengatasi masalah genangan di kawasan perumahan Green Sutra, dengan menggali badan sungai hingga ke jalur pembuangan akhir di wilayah Pamarayan.

Sementara itu di muara Sungai Karangantu, normalisasi difokuskan untuk mengangkut tumpukan sedimentasi yang selama ini menghambat akses keluar masuk perahu para nelayan.

Guna memastikan daya tampung sungai maksimal dari hulu ke hilir, BBWSC3 menjalin kolaborasi dengan Pemerintah Kota (Pemkot) Serang untuk menertibkan bangunan liar seperti warung dan garasi serta sumbatan lainnya di area sempadan sungai.

Berdasarkan aturan teknis, jarak aman sempadan adalah minimal tiga meter dari bibir sungai. Dedi menjelaskan penertiban akan dilakukan secara bertahap oleh pemerintah daerah. Bagi lahan warga di area sempadan yang telah mengantongi sertifikat sebelum aturan terbit, maka akan berstatus status quo.

"Itu bisa status quo. Dia tidak boleh melakukan peningkatan atau pengembangan pembangunan, dan diharapkan ke depannya pemerintah daerah menertibkan dengan skema ganti rugi," ujarnya.

Lebih lanjut, kata dia, pemeliharaan sungai dan saluran air dipastikan berjalan berkesinambungan dengan rutinitas perawatan setiap tiga bulan sekali. Sebagai contoh, di saluran irigasi Sukadana, petugas telah memasang penahan sampah agar kualitas aliran air dari Bendung Pamarayan tetap bersih, karena masih kerap dimanfaatkan warga sekitar.

Untuk menjaga keberlanjutan fungsi daya tampung sungai ini, BBWSC3 juga aktif menggandeng berbagai komunitas masyarakat peduli sungai.

"Kami melibatkan komunitas-komunitas untuk bersama bergotong royong membersihkan saluran-saluran irigasi dan sungai-sungai yang ada di wilayah Provinsi Banten, khususnya pada momen-momen seperti HUT RI hingga nanti 3 Desember (Hari Bakti PU)," ucapnya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
  • Mentan Bidik Investasi Besar, Industri Bioetanol Nasional Mulai Digenjot
    Langkah strategis dari pemerintah pusat, khususnya melalui jaminan ...
  • Kemenperin Perkuat Kemitraan IKM Singkong dan Industri Nasional
    Langkah Kemenperin mengintegrasikan IKM olahan singkong melalui Program ...
  • Industri Bioetanol Indonesia Mau Digenjot, Mentan Bidik Investasi BUMN dan Swasta
    Potensi penghematan devisa negara hingga mencapai Rp500 triliun ...

Babak Pertama Skuad Garuda Harus Mencetak Gol

51 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Olahraga
Babak Pertama Skuad Garuda ...
Advertisement
Badan Geologi Ingatkan soal Gas Beracun di Balik Blue Fire Papandayan

Badan Geologi Ingatkan soal Gas Beracun di Balik Blue Fire Papandayan

28 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.