Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Tren Wisman ke Tanjungpinang Naik, Pariwisata Mulai Bergairah

📅 Minggu, 10 Mei 2026, 22:05 WIB | Oleh: Tim Penulis
Tren Wisman ke Tanjungpinang Naik, Pariwisata Mulai Bergairah Doc: ANTARA/Ogen
Ket. Masjid Sultan Riau di Pulau Penyengat masih menjadi daya tarik utama wisman untuk datang ke Tanjungpinang, Kepulauan Riau (Kepri).

TANJUNGPINANG – Tren kenaikan kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) ke daerah menjadi sinyal positif bagi pemulihan sektor pariwisata dan ekonomi lokal.

Peningkatan ini menunjukkan mulai pulihnya mobilitas global sekaligus meningkatnya daya tarik destinasi daerah yang didukung promosi, konektivitas, dan pengembangan atraksi wisata.

Dampaknya tidak hanya dirasakan sektor pariwisata, tetapi juga mendorong pertumbuhan UMKM, perhotelan, transportasi, hingga ekonomi kreatif.

Namun, kenaikan kunjungan wisman juga perlu diimbangi peningkatan kualitas layanan dan infrastruktur agar daya saing destinasi tetap terjaga secara berkelanjutan.

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kota Tanjungpinang, Kepulauan Riau (Kepri), Muhammad Nazri menyampaikan jumlah kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) ke daerah itu selama triwulan I-2026 menunjukkan tren kenaikan.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), Nazri menyebutkan pada bulan Januari 2026, kunjungan wisman ke Tanjungpinang tercatat sebanyak 4.030 kunjungan, lalu naik menjadi 5.047 kunjungan pada Februari 2026, kemudian kembali naik menjadi 5.622 pada Maret 2026.

"Negara asal wisman itu mayoritas berasal dari Singapura, diikuti Malaysia, Tiongkok, India dan Korea Selatan," kata Nazri di Tanjungpinang, Minggu (10/5).

Menariknya, kata Nazri, kunjungan wisman ke Tanjungpinang terus mengalami kenaikan, ketika kunjungan wisman ke Batam, Bintan dan Karimun yang justru mengalami tren penurunan.

Sebaiknya Anda baca juga:

Menurut dia, warisan budaya Melayu dan pesona Pulau Penyengat masih menjadi daya tarik utama wisman untuk datang ke Tanjungpinang.

"Peningkatan kunjungan ini menjadi sinyal positif bagi sektor pariwisata Tanjungpinang yang selama ini mengandalkan kekuatan wisata budaya, sejarah, religi hingga kuliner khas Melayu," ujarnya

Sementara, Ketua Asosiasi Perusahaan Perjalanan Wisata (ASITA) Tanjungpinang-Bintan Sapril Sembiring mendorong pemerintah daerah lebih kreatif dalam hal membangun dan mengembangkan daya tarik wisata di wilayah tersebut.

"Sebagai pelaku usaha wisata, kami menilai banyak yang harus ditingkatkan. Perlu kreativitas dari pemkot bersama seluruh pemangku kepentingan terkait," ujar Sapril.

ASITA menyambut baik tren kenaikan jumlah kunjungan wisman di Tanjungpinang pada periode Maret 2026 yang sebesar 3,89 persen, jika dibanding Februari 2026.

Meski demikian, ia meminta Pemkot Tanjungpinang tidak cepat berpuas hati, justru kenaikan kunjungan wisman ini harus menjadi pemicu bagaimana memikirkan agar wisman yang datang ke depan terus meningkat.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Nasional
PT KAI Tutup 116 Perlintasa...
Ekonomi
Menkeu Ungkap Banyak Rumor ...

Wali Kota Bogor Aktivasi Museum Pajajaran

46 menit yang lalu | Ilham Sudrajat

Megapolitan
Wali Kota Bogor Aktivasi Mu...
Nasional
Mantan Wamenaker Noel Divon...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.