Pulau Penyengat Disiapkan Jadi Episentrum Ekonomi Oranye Nasional
📅 Jumat, 08 Mei 2026, 19:45 WIB | Oleh: Tim PenulisIa menambahkan Bappenas juga mendorong penguatan Destination Management Organization (DMO) guna mendukung pengelolaan destinasi wisata yang berkelanjutan. DMO terdiri dari pemerintah, private sector, dan komunitas masyarakat sehingga pengelolaan destinasi bisa lebih kuat.
Selain itu, pihaknya juga ingin melibatkan Direktorat Pembangunan Indonesia Barat dalam pengembangan kawasan Pulau Penyengat.
"Kita akan berkoordinasi dengan Direktorat Pemajuan Kebudayaan guna mendukung pengembangan kawasan berbasis budaya," katanya pula.
Kepala Bappelitbang Kota Tanjungpinang Riono mengatakan pemkot terus memperkuat sektor budaya dan ekonomi kreatif sebagai salah satu motor pertumbuhan ekonomi daerah.
Sebaiknya Anda baca juga:
Menurutnya Tanjungpinang tidak hanya memiliki wisata budaya Melayu dan religi Islam, tetapi juga beragam destinasi sejarah dan budaya lainnya.
"Kita bukan hanya punya Penyengat dan budaya Melayu identik Islam, tetapi juga punya kelenteng berusia lebih dari 300 tahun dan Patung Seribu," ujarnya.
Selain sektor pariwisata, katanya, penguatan ekonomi kreatif juga didukung keberadaan UMKM lokal. Data Pemkot Tanjungpinang mencatat jumlah usaha mikro pada 2025 mencapai 15.003 unit usaha yang didominasi sektor kuliner.
Sebaiknya Anda baca juga:
Riono turut mengapresiasi kunjungan Bappenas ke Tanjungpinang yang diharapkan dapat mendukung pengembangan sektor budaya, pariwisata, dan ekonomi kreatif daerah.
"Mudah-mudahan ini bisa membantu penguatan perekonomian daerah, khususnya melalui sektor budaya dan pariwisata," demikian Riono.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!