Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Pulau Penyengat Disiapkan Jadi Episentrum Ekonomi Oranye Nasional

📅 Jumat, 08 Mei 2026, 19:45 WIB | Oleh: Tim Penulis
Pulau Penyengat Disiapkan Jadi Episentrum Ekonomi Oranye Nasional Doc: ANTARA/Ogen
Ket. Pulau Penyengat di Kota Tanjungpinang, Kepulauan Riau (Kepri) berpeluang menjadi kawasan pengembangan ekonomi oranye berbasis budaya Melayu.

TANJUNGPINANG – Pengembangan ekonomi oranye menjadi strategi penting dalam mendorong pertumbuhan berbasis kreativitas, budaya, dan inovasi.

Sektor ini tidak hanya menciptakan nilai tambah ekonomi melalui industri kreatif seperti desain, musik, film, kuliner, dan konten digital, tetapi juga memperkuat identitas budaya lokal di tengah persaingan global.

Di era digital, ekonomi oranye memiliki potensi besar karena didukung penetrasi teknologi dan perubahan pola konsumsi masyarakat yang semakin mengutamakan produk kreatif dan pengalaman.

Namun, pengembangannya masih menghadapi tantangan berupa akses pembiayaan, perlindungan hak kekayaan intelektual, hingga peningkatan kualitas sumber daya manusia agar pelaku kreatif mampu bersaing di pasar internasional.

Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) RI menyebutkan Pulau Penyengat di Kota Tanjungpinang, Kepulauan Riau (Kepri) berpeluang menjadi kawasan pengembangan ekonomi oranye berbasis budaya Melayu.

"Ekonomi oranye di Pulau Penyengat, cukup bagus jika dikelola dengan baik. Kepri bisa menjadi contoh,” kata Direktur Perencanaan Peningkatan Produktivitas dan Pembangunan Tematik Bappenas Uke Mohammad Hussein dalam kunjungannya ke Tanjungpinang, Jumat (8/5).

Uke menjelaskan ekonomi oranye (orange economy) adalah sektor ekonomi yang berbasis pada kreativitas, budaya, seni, dan inovasi, yang mengubah kekayaan intelektual menjadi lapangan kerja dan keuntungan.

Ia menyebut Kepri khususnya Pulau Penyengat memiliki kekuatan budaya dan ekonomi kreatif yang dapat dikembangkan secara lebih optimal.

Menurut dia, sampai saat ini besarnya potensi aset sejarah dan budaya Pulau Penyengat belum sepenuhnya berdampak terhadap penguatan ekonomi wisata kawasan.

Meski demikian, ia tetap mengapresiasi berbagai penataan kawasan budaya bersejarah itu yang terus dilakukan pemerintah pusat dan daerah dalam beberapa tahun terakhir.

"Alhamdulillah banyak kemajuan. Tinggal dicari ruang-ruang yang masih bisa dikembangkan supaya dampaknya lebih besar lagi," ujarnya.

Lanjut Uke mengutarakan Pulau Penyengat saat ini telah memiliki narasi budaya dan paket wisata yang baik.

Oleh karena itu, promosi dan pemasaran wisata perlu diperkuat agar potensi sejarah dan budaya yang ada dapat memberi nilai tambah bagi pertumbuhan ekonomi kawasan.

"Sudah ada storytelling dan paket-paket wisata, tinggal promosinya harus diperluas lagi," ucapnya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Jakarta Didorong Jadi Pusat Industri Kopi Nasional, Libatkan 193 Ribu Pelaku Usaha
    Membaca artikel yang sangat komprehensif ini, saya merasa ...
  • Gunung Anak Krakatau Terus Erupsi, Jakarta Kena Sebaran Abu Vulkanik
    Sangat mungkin terjadi erupsi yg lebih besar, kemarin ...
  • Ditentang AS, PBB Adopsi Resolusi 'Koreksi Peta Dunia', Benua Afrika Ternyata 14 Kali Lebih Besar!
    Indonesia lebih besar dari Eropa. Jarak antara Sabang ...
  • Sapi Aceh Dibawa ke Pulau Terluar, Aceh Besar Bidik Ketahanan Pangan
    Kenapa harus ke pulau aceh pengembangan plasma nutfah ...
  • Aturan Insentif Motor Listrik Masih Digodok, Pemerintah Siapkan Rancangan Perpres
    Ulasan yang sangat komprehensif mengenai urgensi payung hukum ...
Luar Negeri
Iran Berencana Umumkan 'Zon...
Olahraga
Klasemen Liga Inggris: City...
Advertisement
Soekarno-Hatta dan Halim Perdanakusuma Masih Berstatus Closed hingga 18.00 WIB

Soekarno-Hatta dan Halim Perdanakusuma Masih Berstatus Closed hingga 18.00 WIB

07 Sep 2026
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.