Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Penyesuaian Instrumen DHE SDA Tertunda, BI Masih Tunggu Aturan Pemerintah

📅 Minggu, 09 Feb 2025, 17:58 WIB | Oleh: Tim Penulis
Penyesuaian Instrumen DHE SDA Tertunda, BI Masih Tunggu Aturan Pemerintah Doc: ANTARA/Rizka Khaerunnisa
Ket. Direktur Departemen Pengelolaan Moneter dan Aset Sekuritas (DPMA) BI Triwahyono.

BANDA ACEH - Devisa hasil ekspor sumber daya alam (DHE SDA) berperan penting dalam stabilitas ekonomi suatu negara, terutama yang bergantung pada ekspor sumber daya alam.

DHE SDA merupakan pendapatan dalam bentuk valuta asing yang diperoleh dari kegiatan ekspor komoditas sumber daya alam, seperti minyak, gas, batu bara, kelapa sawit, karet, dan hasil tambang lainnya.

Bank Indonesia (BI) masih menunggu penerbitan aturan terbaru tentang devisa hasil ekspor sumber daya alam (DHE SDA) sehingga bank sentral dapat menyesuaikan dan mengumumkan jenis instrumen penempatan DHE SDA yang baru.

Direktur Departemen Pengelolaan Moneter dan Aset Sekuritas (DPMA) BI Triwahyono mengatakan, bank sentral memang sudah menyiapkan instrumen baru namun belum bisa diumumkan secara resmi mengingat pembahasan peraturan pemerintah (PP) DHE SDA masih berlangsung.

“Sekarang pembahasan-pembahasan masih didiskusikan secara intensif, seperti apakah nanti konversi menjadi pengecualian, lalu misalnya juga pembayaran pajak DHE valas dan sebagainya, itu semua masih dalam diskusi dari berbagai kementerian dan lembaga,” kata Triwahyono di Banda Aceh, Sabtu (8/2).

Triwahyono menambahkan, ketentuan atau peraturan yang dikeluarkan oleh BI juga harus mengacu pada PP DHE SDA yang baru. Apabila PP tersebut sudah terbit, maka BI akan melakukan penyesuaian ketentuan termasuk instrumen-instrumen apa saja yang akan dikeluarkan BI untuk merespon kebijakan dari DHE SDA.

“Sampai sekarang pun PP-nya memang belum keluar sehingga instrumen itu sudah pasti nanti akan harus fitted dengan fitur-fitur yang akan nanti dikeluarkan di ketentuan yang baru,” kata dia.

Adapun posisi instrumen term deposit (TD) valas DHE, catat Triwahyono, saat ini berada di sekitar 1,2 miliar dolar Amerika Serikat (AS). TD valas DHE menjadi salah satu instrumen penempatan DHE SDA, merujuk pada implementasi dari aturan terakhir DHE SDA yakni PP Nomor 36 Tahun 2023.

Selain TD valas DHE, sebelumnya BI juga telah menyediakan instrumen lainnya seperti rekening khusus DHE SDA dalam valas, deposito valas bank, promissory notes Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia (LPEI), penempatan deposito valas yang dapat dimanfaatkan menjadi agunan kredit rupiah, foreign exchange swap dengan underline oleh deposito valas, serta swap lindung nilai yang disediakan BI.

Saat konferensi pers hasil Rapat Dewan Gubernur (RDG) BI Bulan Januari 2025 di Jakarta pada 15 Januari lalu, Gubernur BI Perry Warjiyo mengungkapkan bahwa BI menyiapkan jenis instrumen baru untuk menempatkan DHE SDA, yakni melalui Sekuritas Valas Bank Indonesia (SVBI) dan Sukuk Valas Bank Indonesia (SUVBI). 

Namun pada kesempatan itu, Perry belum menjelaskan lebih lanjut mengenai kedua instrumen tersebut.

Adapun SVBI dan SUVBI termasuk instrumen moneter pro-market yang diterbitkan oleh BI. Instrumen moneter pro-market lainnya yaitu Sekuritas Rupiah Bank Indonesia (SRBI).

Hingga 14 Januari 2025, berdasarkan data BI, posisi instrumen SVBI dan SUVBI masing-masing tercatat sebesar 1,96 miliar dolar AS dan 436 juta dolar AS.

Pada 22 Januari yang lalu, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyebutkan bahwa revisi aturan terkait DHE SDA telah rampung dibahas dan sedang disiapkan PP.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Memahami Kaum Furry, Orang-orang yang Mengidentifikasi Dirinya sebagai Binatang
    Nah that's right thank you ~
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
Advertisement
Inacraft Detail Sidebar
Nasional
Promosi Judi Online Makin M...
Megapolitan
DPRD DKI Dorong Perluasan P...
Advertisement
Makin Tertekan, INACA Desak Pajak Sparepart Pesawat Juga Bisa Ditekan jadi 0%

Makin Tertekan, INACA Desak Pajak Sparepart Pesawat Juga Bisa Ditekan jadi 0%

04 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.